Paus kepada Kaum Muda Brasil: Bangunlah Kota Allah dengan Kasih yang Lebih Besar
Oleh Isabella H. de Carvalho
Biarkan kasih Allah menjadi kekuatan yang mendorong pewartaan Injil demi membangun dunia yang lebih baik. Ajakan itu disampaikan Paus Leo XIV kepada kaum muda Brasil dalam sebuah pesan video yang dirilis pada Minggu, 26 Juli.
"Biarkan Roh Kudus menyalakan kembali dalam dirimu kasih yang lebih besar, yang mampu mengubah masa mudamu menjadi kekuatan bagi evangelisasi, sehingga masing-masing dari kamu menjadi batu hidup dalam pembangunan 'Kota Damai' yang sangat kita rindukan—atau, sebagaimana dikatakan Santo Agustinus, Kota Allah yang hadir di tengah kota manusia," kata Paus.
Pesan video tersebut disampaikan dalam rangka Festival Halleluya, yang berlangsung di Kota Fortaleza, Brasil bagian timur laut, pada 22–26 Juli. Festival musik Katolik tahunan ini diselenggarakan oleh Komunitas Katolik Shalom, sebuah asosiasi privat umat beriman.
Allah menyatakan kepada kita kebenaran tentang diri kita
Paus Leo mengatakan betapa indahnya berada di tengah kaum muda. Menurutnya, semangat mereka begitu menular dan membangkitkan kembali semangat misioner dalam diri setiap orang.
Ia menegaskan bahwa semangat misioner tersebut sangat penting untuk mengubah dunia dan merupakan sesuatu yang diharapkan Allah dari setiap orang Kristiani.
"Hingga hari ini masih banyak orang yang perlu mengetahui bahwa Yesuslah yang menjawab kerinduan terdalam mereka dan menyatakan kepada setiap orang kebenaran tentang dirinya sendiri," ujar Paus.
"Karena itu, wartakanlah dengan berani bahwa hidup tanpa Kristus adalah hidup tanpa rahmat. Dialah Jalan, Kebenaran, dan Hidup. Dialah yang memberi makna bagi keberadaan kita dan bagi segala sesuatu. Inilah iman yang menggerakkan kita, dan iman ini layak dibagikan kepada orang-orang yang kita kasihi maupun kepada mereka yang paling membutuhkannya."
Jagalah nyala api iman tetap menyala
Paus juga mengakui bahwa seiring berjalannya waktu, semangat yang dirasakan dalam berbagai pertemuan kaum muda dapat mulai memudar. Namun, ia menegaskan pentingnya doa untuk "menjaga nyala api iman tetap menyala" serta menjadi saksi Kebangkitan Kristus.
"Relasi yang autentik dengan Tuhan menuntut ketekunan, kesabaran, dan keyakinan teguh bahwa Bapa Surgawi tidak pernah meninggalkan kita. Sebaliknya, Ia datang menjumpai kita melalui Putra-Nya. Karena itu, jangan takut kepada Kristus! Ia tidak mengambil apa pun dari kita; sebaliknya, Ia memberikan segalanya," tegas Paus.
Paus menambahkan bahwa siapa pun yang mempercayakan dirinya kepada Tuhan akan menerima kembali seratus kali lipat.
"Dalam olahraga kita melihat kegembiraan mereka yang menang, tetapi juga kesedihan mereka yang kalah. Bersama Kristus, kita selalu menang," lanjutnya.
Gunakan teknologi dengan bijaksana
Mengakhiri pesannya, Paus Leo mengutip teladan seorang santo muda, Carlo Acutis, yang dikenal karena upayanya mewartakan Injil melalui internet.
Paus mengajak kaum muda untuk terinspirasi oleh teladan tersebut dengan menggunakan media sosial dan kecerdasan buatan secara bijaksana, penuh pengendalian diri, dan disiplin.
"Gunakanlah media sosial dan kecerdasan buatan dengan baik, karena jika tidak digunakan secara bijaksana, semua itu dapat menyeret kita ke dalam dunia semu, ketika hal-hal yang sementara, penampilan belaka, dan tipu daya akhirnya menggantikan nilai-nilai sejati serta apa yang sungguh penting."
