Cari

Paus Leo XIV Paus Leo XIV

Paus: Jangan lupakan mereka yang paling membutuhkan selama musim liburan

Dalam edisi Juli/Agustus majalah Piazza San Pietro, Paus Leo XIV menjawab surat dari seorang pria Italia yang bertanya bagaimana memperdalam imannya selama musim panas. Bapa Suci menekankan pentingnya menghayati Injil yang membawa damai dan belas kasih, serta tidak melupakan mereka yang sedang menderita.

Oleh Isabella H. de Carvalho

Paus Leo XIV mengajak umat Kristiani untuk tidak melupakan orang-orang sakit, para lanjut usia, dan mereka yang sedang mengalami penderitaan selama musim liburan. Ajakan tersebut disampaikan dalam edisi Juli/Agustus majalah Italia Piazza San Pietro.

Paus menanggapi surat dari Maurizio, seorang warga Roma, yang bertanya bagaimana ia dapat menjalani bulan-bulan musim panas dengan cara yang mampu memperdalam dan memperkaya imannya.

Memelihara kehidupan rohani di tengah dunia yang serba cepat

Dalam suratnya, Maurizio menggambarkan situasi dunia saat ini yang diliputi perang dan ketidakstabilan, sekaligus menjadi dunia yang "lebih cepat dan lebih efisien dari sebelumnya, namun sering kali dangkal dan mudah teralihkan."

"Saya sering bertanya-tanya bagaimana mungkin menjalani dan memelihara kehidupan rohani yang lebih sadar dan autentik—yang mampu diwujudkan dalam tindakan nyata berupa kasih dan penghormatan yang bertanggung jawab terhadap sesama," tulisnya.

Menjelang liburan musim panas, Maurizio mengatakan bahwa ia ingin menjalaninya bukan hanya sebagai waktu untuk beristirahat, tetapi juga sebagai kesempatan untuk "menemukan kembali dimensi batin yang lebih mendalam," sehingga dapat "menemukan kembali ruang yang sejati untuk berjumpa dengan Allah Bapa."

Karena itu, ia mengakhiri suratnya dengan memohon nasihat dan pandangan Paus mengenai hal tersebut.

Jawaban Paus: Hayatilah Injil damai dan belas kasih

Dalam jawabannya, Paus pertama-tama mengingatkan akan mereka yang bahkan tidak dapat menikmati waktu istirahat singkat karena dibebani berbagai penderitaan.

"Mari kita memikirkan orang-orang sakit, mereka yang kehilangan harapan hidup, mereka yang diliputi duka karena kehilangan orang-orang yang mereka kasihi, para korban perang, kebencian, terorisme, dan kekerasan, mereka yang dianiaya karena iman dan keadilan, para tahanan, mereka yang kehilangan pekerjaan atau rumah, serta para migran yang tidak disambut dengan sikap yang manusiawi," tulis Paus.

Beliau menegaskan bahwa masa liburan seharusnya menjadi waktu bagi setiap orang untuk beristirahat dari pekerjaan dan berbagai kekhawatiran, agar dapat mengalami persahabatan dan kebersamaan yang sejati sebagai gambaran awal persekutuan dalam Kerajaan Allah.

Untuk memperteguh iman, Paus mengajak seluruh umat Kristiani agar "memanfaatkan musim panas ini untuk menghayati Injil damai dan belas kasih."

"Kepada keluarga, para orang tua dan anak-anak, kaum muda maupun lanjut usia, saya berharap agar musim panas ini menjadi kesempatan untuk mengalami pengalaman sosial dan religius yang berbuah, sekaligus memperdalam perutusan mereka dalam Gereja dan masyarakat," tegasnya.

Paus juga berharap agar orang-orang sakit senantiasa mendapat perhatian dari keluarga dan para relawan. Beliau mengimbau setiap keluarga agar tidak membiarkan anggota keluarganya yang lanjut usia hidup dalam kesendirian.

Kepada para relawan, Paus menyampaikan dorongan, "Berkomitmenlah untuk membawa kemanusiaan dan harapan kepada mereka yang menderita, maka kalian akan melihat buah-buah rahmat. Kalian akan menemukan betapa kasih akan memenuhi hidup kalian, menghadirkan sukacita dan kebahagiaan."

Beliau juga mengajak umat Kristiani untuk menyadari anugerah yang mereka miliki serta "memberikan kesaksian tentang kemiskinan Injili" dalam melayani kaum miskin, karena pelayanan itu merupakan "pelayanan yang kita persembahkan kepada Kristus sendiri."

Paus kemudian mengingatkan, "Marilah kita juga menghindari sikap berlebihan dan pemborosan, materialisme serta konsumerisme, dan membiasakan diri hidup dalam kesederhanaan serta sikap ugahari," seraya menambahkan bahwa "penumpukan kekayaan menghambat pewartaan Injil."

Sebagai penutup, Paus berharap agar masa liburan umat Kristiani "selaras dengan cara hidup seorang pengikut Kristus."

"Kasih dan rahmat Allah senantiasa menjangkau kita setiap hari," tutupnya. "Marilah kita saling membantu, dalam setiap komunitas, agar tidak menyia-nyiakan warisan berharga berupa kemanusiaan dan perdamaian ini, satu-satunya harapan untuk memberikan masa depan bagi dunia yang terancam oleh perang."

22 Jul 2026, 06:30