Cari

Makan siang bersama warga miskin di Borgo Laudato Si tahun 2025 Makan siang bersama warga miskin di Borgo Laudato Si tahun 2025  (@Vatican Media)

Paus akan Bersantap Siang Bersama 200 Warga Miskin Roma di Castel Gandolfo

Paus Leo dijadwalkan bersantap siang bersama sekitar 200 warga miskin dari Keuskupan Roma di Borgo Laudato Si', yang terletak di Castel Gandolfo, pada Sabtu mendatang.

Vatican News

Pada Sabtu, 11 Juli, Paus Leo akan menikmati santap siang bersama sekitar 200 warga miskin di Borgo Laudato Si', yang berada di dalam Taman Kepausan Castel Gandolfo.

Kegiatan yang bertajuk "Makan Siang Bersama Paus" itu akan diawali dengan perayaan Ekaristi menggunakan Liturgi untuk Pemeliharaan Ciptaan. Setelah itu, para peserta akan mengikuti acara penyambutan dan ramah tamah, tur berpemandu di kawasan Borgo Laudato Si', kemudian menikmati santap siang bersama Bapa Suci.

Pertemuan ini melanjutkan sebuah prakarsa yang pertama kali diadakan pada Agustus 2025, ketika Paus Leo makan siang bersama warga miskin dari Keuskupan Albano, Italia. Sejak saat itu, kegiatan tersebut menjadi agenda tahunan yang dipromosikan oleh Pusat Pendidikan Tinggi Laudato Si', lembaga yang mengembangkan proyek Borgo Laudato Si'.

Setiap tahun, keuskupan yang berbeda akan diundang untuk menghadirkan warga miskin, para pengungsi, migran, serta mereka yang sedang mengalami berbagai kesulitan. Mereka diajak menikmati sehari penuh dalam keindahan alam ciptaan sekaligus memperoleh kesempatan berjumpa dengan Paus.

Penyelenggaraan tahun ini merupakan hasil kerja sama antara Pusat Pendidikan Tinggi Laudato Si', Dikasteri untuk Pelayanan Kasih, dan Keuskupan Roma. Berbagai lembaga Gereja dan organisasi yang mendampingi kelompok rentan di ibu kota Italia turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.

Satu Misi

Kardinal Fabio Baggio, Direktur Jenderal Pusat Pendidikan Tinggi Laudato Si', mengatakan bahwa Borgo Laudato Si' didirikan untuk menunjukkan bahwa "merawat ciptaan dan merawat pribadi manusia merupakan satu dan misi yang sama."

Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah lanjutan dari perhatian Paus Leo kepada mereka yang hidup di wilayah-wilayah pinggiran masyarakat. Menurutnya, perjumpaan tersebut kembali menegaskan panggilan Gereja untuk hadir di mana pun martabat manusia menuntut adanya "kesediaan mendengarkan, kedekatan, dan harapan."

Senada dengan itu, Uskup Agung Luis Marín de San Martín, Prefek Dikasteri untuk Pelayanan Kasih, mengatakan bahwa pilihan Paus tersebut menegaskan bahwa kasih sejati diwujudkan melalui "kedekatan, perjumpaan, dan berbagi."

"Ketika Gereja menempatkan mereka yang paling rentan di pusat perhatian, Gereja menampilkan Injil secara nyata dan memberi kesaksian bahwa tidak seorang pun berada di luar kasih Allah," ujarnya.

Sementara itu, Kardinal Baldassare Reina, Vikaris Jenderal Paus untuk Keuskupan Roma, menjelaskan bahwa para undangan adalah orang-orang yang setiap hari didampingi oleh paroki-paroki, Caritas, serta berbagai organisasi Gerejawi dan sosial di seluruh Kota Roma.

"Perjumpaan dengan Bapa Suci mengembalikan perhatian kepada mereka yang terlalu sering tersisih," katanya. Ia menambahkan bahwa peristiwa ini juga merupakan ajakan bagi seluruh komunitas Kristiani untuk semakin menghayati tanggung jawab dalam menyambut sesama.

Panitia penyelenggara menyatakan bahwa kegiatan ini mencerminkan misi Borgo Laudato Si', tempat kepedulian terhadap ciptaan, pengembangan manusia seutuhnya, dan pembinaan Kristiani dipadukan melalui pengalaman nyata akan perjumpaan, partisipasi, dan iman.

Acara tersebut juga dapat terlaksana berkat dukungan berbagai lembaga amal Katolik, komunitas-komunitas paroki, organisasi sukarelawan yang melayani masyarakat rentan di Roma, serta sejumlah pelaku usaha lokal yang menyumbangkan hidangan sarapan dan makan siang untuk kesempatan istimewa ini.

07 Jul 2026, 16:28