Cari

Monumen “Gateway to Europe” di Lampedusa, Italia, yang menjadi simbol harapan bagi para migran dan pengungsi yang menyeberangi Laut Mediterania menuju Eropa. Monumen “Gateway to Europe” di Lampedusa, Italia, yang menjadi simbol harapan bagi para migran dan pengungsi yang menyeberangi Laut Mediterania menuju Eropa.

Lampedusa Siapkan Simbol-Simbol Harapan Menyambut Kunjungan Paus Leo XIV

Menjelang kunjungan Paus Leo XIV ke Pulau Lampedusa di Italia selatan, sejumlah peristiwa dan simbol penuh makna dipersiapkan untuk menandai kunjungan tersebut. Berbagai kegiatan itu sekaligus menjadi pengingat akan warisan kemanusiaan yang ditinggalkan Paus Fransiskus melalui kunjungan bersejarahnya ke pulau tersebut pada tahun 2013.

By Linda Bordoni – Lampedusa

Bagi banyak orang, Lampedusa dikenal sebagai gerbang kedatangan para migran dan pengungsi yang menyeberangi Laut Mediterania dengan harapan menemukan kehidupan yang lebih aman di Eropa. Namun bagi masyarakat setempat, pulau kecil itu bukan sekadar tempat yang menyimpan kisah penderitaan, melainkan juga simbol harapan.

Seorang sopir taksi di Lampedusa menggambarkan pulau itu sebagai “awal perjalanan baru” bagi mereka yang berhasil selamat dari penyeberangan laut yang berbahaya. Ia mengingatkan bahwa pada 2014 komunitas Lampedusa bahkan masuk dalam daftar nominasi Hadiah Nobel Perdamaian berkat solidaritas dan kepedulian mereka terhadap puluhan ribu migran dan pengungsi.

Pemakaman di Lampedusa yang menjadi tempat peristirahatan terakhir para migran dan pengungsi yang kehilangan nyawa saat menyeberangi Laut Mediterania dalam pencarian akan keselamatan dan masa depan yang lebih baik.
Pemakaman di Lampedusa yang menjadi tempat peristirahatan terakhir para migran dan pengungsi yang kehilangan nyawa saat menyeberangi Laut Mediterania dalam pencarian akan keselamatan dan masa depan yang lebih baik.

Kunjungan Paus Leo XIV akan mengikuti jejak Paus Fransiskus yang menjadikan Lampedusa sebagai tujuan perjalanan apostolik pertamanya di luar Roma pada 8 Juli 2013. Saat itu, Paus Fransiskus menarik perhatian dunia terhadap tragedi kemanusiaan yang dialami para migran dan menyerukan agar masyarakat internasional menyambut, melindungi, memberdayakan, dan mengintegrasikan mereka yang terpaksa meninggalkan tanah airnya.

Dalam kunjungan bersejarah tersebut, Paus Fransiskus melemparkan karangan bunga ke Laut Mediterania untuk mengenang para korban yang meninggal di laut serta mengecam apa yang ia sebut sebagai “globalisasi ketidakpedulian.” Ia juga memberkati sebuah salib yang dibuat dari kayu bangkai kapal migran yang tenggelam. Salib itu kemudian berkeliling dunia sebagai simbol perjalanan dan penderitaan para pengungsi.

Di "Gerbang Menuju Eropa" (Gateway to Europe) Lampedusa, di ujung paling selatan pulau tersebut
Di "Gerbang Menuju Eropa" (Gateway to Europe) Lampedusa, di ujung paling selatan pulau tersebut

Sebagai bagian dari kunjungan Paus Leo XIV, agenda pertama akan berlangsung di pemakaman setempat yang memiliki area khusus bagi korban migran dari berbagai latar belakang agama, usia, dan etnis yang kehilangan nyawa saat berusaha mencari kebebasan dan masa depan yang lebih baik.

Paus juga dijadwalkan mengunjungi monumen “Gateway to Europe”, sebuah patung monumental yang menjadi simbol harapan bagi para migran yang tiba melalui laut. Monumen tersebut dirancang untuk memantulkan cahaya matahari dan menjadi penanda harapan bagi mereka yang mencari keselamatan.

**Koresponden Vatican News kami, Linda Bordoni, melaporkan langsung dari "Gerbang Menuju Eropa" (*Gateway to Europe*) di Lampedusa**

Agenda berikutnya adalah pertemuan dengan sebuah keluarga migran di Dermaga Favarolo, yang untuk kesempatan khusus ini diberi nama baru untuk menghormati Paus Fransiskus.

Kunjungan akan ditutup dengan perayaan Misa Kudus di lapangan olahraga Lampedusa. Dalam kesempatan itu, Paus Leo XIV akan menerima sebuah mercusuar setinggi 70 sentimeter yang diukir dari kayu perahu-perahu migran. Karya tersebut dibuat oleh pengrajin yang sama yang menciptakan Salib Lampedusa pada 2013.

Mercusuar itu nantinya akan dibawa ke Vatikan sebagai simbol Lampedusa sekaligus lambang harapan, cahaya, dan kehidupan bagi jutaan orang yang terpaksa meninggalkan tanah air mereka demi masa depan yang lebih baik.

Kunjungan Paus Leo XIV ke Lampedusa dipandang sebagai kelanjutan dari perhatian Gereja Katolik terhadap isu migrasi global serta seruan untuk menempatkan martabat manusia dan solidaritas sebagai dasar dalam menghadapi krisis kemanusiaan yang terus berlangsung di berbagai belahan dunia.

Pulau Lampedusa bersiap menyambut kunjungan Paus Leo XIV, yang akan melanjutkan pesan solidaritas dan harapan bagi para migran serta pengungsi.
Pulau Lampedusa bersiap menyambut kunjungan Paus Leo XIV, yang akan melanjutkan pesan solidaritas dan harapan bagi para migran serta pengungsi.
04 Jul 2026, 12:21