Tema Hari Doa Sedunia untuk Pemeliharaan Ciptaan 2026
VATIKAN - Melalui sebuah pernyataan resmi, Dikasteri untuk Pelayanan Pembangunan Manusia Integral menjelaskan bahwa Paus Leo XIV memilih kata-kata Nabi Yesaya, “Mereka akan menempa pedang-pedangnya menjadi mata bajak dan tombak-tombaknya menjadi sabit” (Yes 2:4), sebagai judul pesan untuk Hari Doa Sedunia bagi Pemeliharaan Ciptaan tahun 2026.
Menurut dikasteri, tema tersebut menegaskan hubungan yang semakin nyata antara peperangan dan kerusakan lingkungan. Dampak ekologis yang ditimbulkan oleh konflik bersenjata tidak hanya merupakan pelanggaran serius terhadap tanggung jawab manusia untuk merawat ciptaan, tetapi juga menjadi ancaman jangka panjang bagi kehidupan ratusan juta orang di berbagai belahan dunia.
Pernyataan itu juga mencatat bahwa kesadaran global mengenai keterkaitan antara perang dan eksploitasi sumber daya alam semakin meluas. Namun, kesadaran tersebut belum diikuti dengan pembentukan lembaga-lembaga yang memadai maupun keputusan-keputusan politik yang bertanggung jawab untuk mencegah konflik dan menyelesaikan perselisihan secara damai.
Dengan mengangkat visi profetis Nabi Yesaya tentang perubahan senjata menjadi alat-alat pertanian, Paus Leo XIV mengajak masyarakat internasional untuk memilih jalan pembangunan berkelanjutan dan perdamaian. Tema tersebut secara eksplisit menekankan pentingnya mengutamakan pengembangan manusia dan keberlanjutan lingkungan dibandingkan kekerasan, perang, dan penghancuran.
Hari Doa Sedunia bagi Pemeliharaan Ciptaan diperingati setiap tahun pada 1 September sebagai bagian dari komitmen Gereja untuk menumbuhkan kesadaran ekologis, memperkuat tanggung jawab terhadap bumi sebagai rumah bersama, serta mendorong tindakan nyata demi keadilan, perdamaian, dan kelestarian lingkungan hidup.
