Cari

Paus Leo XIV menyambut anggota Dewan Gubernur Universitas Ibrani Yerusalem dalam audiensi di Vatikan pada 18 Juni 2026. Paus Leo XIV menyambut anggota Dewan Gubernur Universitas Ibrani Yerusalem dalam audiensi di Vatikan pada 18 Juni 2026.  (@VATICAN MEDIA)

Paus Leo XIV kepada Universitas Ibrani Yerusalem: Jadilah Pembawa Damai Sejati

Paus Leo XIV menerima Dewan Gubernur Universitas Ibrani Yerusalem di Vatikan dan mendorong komunitas akademik untuk menjadi pembawa damai, harapan, serta pemersatu di tengah dunia yang ditandai oleh kekerasan dan perpecahan.

Oleh Deborah Castellano Lubov

Paus Leo XIV mengajak komunitas Universitas Ibrani Yerusalem untuk terus menjadi pembangun perdamaian sejati di tengah dunia yang semakin diwarnai oleh kekerasan, polarisasi, dan retorika yang memecah belah.

Ajakan itu disampaikan Bapa Suci saat menerima Dewan Gubernur Universitas Ibrani Yerusalem dalam audiensi di Vatikan pada Kamis pagi, 18 Juni 2026.

“Dalam masa yang sering ditandai oleh kekerasan dan retorika yang tajam, anggota komunitas universitas Anda yang beragam dapat terus menjadi pembangun perdamaian sejati, perdamaian yang tidak bersenjata dan melucuti senjata, yang dijalankan dengan kerendahan hati dan ketekunan demi keharmonisan umat manusia,” kata Paus.

Mengawali sambutannya, Paus menyampaikan selamat datang kepada para peserta dan berharap kunjungan mereka ke Vatikan dan Roma dapat memperdalam pemahaman mereka tentang kota yang tidak hanya menjadi pusat asal-usul dan perkembangan iman Kristiani, tetapi juga tempat perjumpaan berbagai budaya dan bangsa selama ribuan tahun.

Paus juga mengingatkan bahwa universitas sejak lama menjadi ruang perjumpaan yang mempertemukan mahasiswa dan dosen dalam pencarian kebijaksanaan dan pengetahuan.

Tidak Selalu Mudah

Menurut Paus, menjaga universitas sebagai ruang perjumpaan yang autentik bukanlah tugas yang selalu mudah.

Paus Leo XIV menyapa para tamu usai audiensi di Vatikan pada Kamis pagi, 18 Juni 2026.
Paus Leo XIV menyapa para tamu usai audiensi di Vatikan pada Kamis pagi, 18 Juni 2026.   (@VATICAN MEDIA)

“Walaupun tidak selalu mudah, universitas harus terus berupaya memastikan bahwa kesempatan untuk perjumpaan yang bermakna tetap tersedia,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa hal tersebut merupakan bagian penting dari kehidupan setiap lembaga pendidikan tinggi karena relasi dengan sesama, bahasa, dan budaya merupakan unsur yang sangat menentukan identitas manusia.

Sebagai tempat alami untuk perjumpaan, universitas secara tradisional menjadi ruang istimewa bagi dialog, tempat pencarian pengetahuan berjalan seiring dengan pertukaran gagasan dalam komunitas akademik.

“Dalam suasana yang memungkinkan dialog yang penuh hormat, setiap orang dapat bertumbuh dalam pengetahuan dengan belajar dari sudut pandang dan kesaksian hidup orang lain, bahkan dari mereka yang mungkin tidak sependapat,” kata Paus.

Meruntuhkan Tembok Pemisah

Paus Leo XIV menegaskan bahwa melalui kesabaran dan ketekunan, lingkungan akademik dapat menjadi tempat untuk secara bertahap meruntuhkan berbagai tembok kesalahpahaman dan ketidakpercayaan yang muncul di antara manusia.

Menurutnya, Allah memanggil setiap orang untuk menjadi alat-Nya dalam menghadirkan perdamaian di dunia. Namun upaya itu harus dimulai dari diri sendiri.

“Daripada menganggap perdamaian sebagai sesuatu yang mustahil dan berada di luar jangkauan kita, kita harus berusaha memajukannya dalam komunitas kita serta menyambut dan mengenalinya dalam kehidupan kita sendiri,” ujar Paus.

Mercusuar Harapan dan Persatuan

Menutup sambutannya, Paus Leo XIV menyampaikan harapannya agar melalui pembentukan generasi-generasi pembangun perdamaian, komunitas Universitas Ibrani Yerusalem dapat terus menjadi tanda harapan dan persatuan di tengah dunia yang semakin terpecah.

“Semoga komunitas universitas ini terus menjadi mercusuar harapan dan persatuan dalam dunia yang semakin terbelah,” tuturnya.

18 Jun 2026, 11:55