Paus : Tak Ada Situasi yang Membuat Allah Palingkan Muka-Nya dari Kita
Oleh Deborah Castellano Lubov
“Kepada masing-masing dari Anda saya mengatakan: Allah mengasihi Anda apa adanya, tetapi Ia memimpikan Anda menjadi lebih baik lagi! Tuhan memberi kesempatan kepada kita semua untuk memulai kembali, karena menjadi manusia dan menjadi Kristiani bukan berarti tidak pernah melakukan kesalahan, melainkan bertumbuh dalam kemampuan untuk bertobat, menyesali kesalahan, memperbaiki diri, dan terutama untuk berdamai serta mengampuni.”
Demikian Paus Leo XIV yang disampaikannya pada Rabu pagi di Lembaga Pemasyarakatan Brians 1 dalam rangkaian perjalanan apostoliknya ke Spanyol. Ia mengatakan bahwa ini merupakan kebenaran yang menghibur dan senantiasa menyertai kita setiap saat.
Selain itu, Paus menegaskan bahwa kebenaran ini mengingatkan kita bahwa kasih-Nya yang penuh belas kasih selalu lebih besar daripada apa pun yang telah kita lakukan, baik maupun buruk.
“Setiap manusia,” tegas Bapa Suci, “layak dihargai hanya karena ia dikehendaki, diciptakan, dan dikasihi oleh Allah. Karena itu, tidak ada situasi apa pun yang membuat Tuhan memalingkan pandangan-Nya dari kita.”
Angkatlah Pandanganmu kepada Dia yang Selalu Mengasihimu
Paus mengatakan bahwa hal ini terutama berlaku bagi mereka yang menanggung beban karena terpisah dari orang-orang yang mereka kasihi dan yang menderita akibat situasi yang sedang mereka hadapi saat ini.
“Ketika Anda tergoda untuk merasa rendah diri dan berpikir bahwa tidak ada gunanya lagi melanjutkan hidup,” kata Paus Leo, “angkatlah pandangan Anda kepada Dia yang, melalui kehadiran begitu banyak orang, tidak pernah berhenti menunjukkan kasih dan kedekatan-Nya kepada Anda.”
Jangan Biarkan Kecemasan dan Kesedihan Mengalahkan Anda
Paus mengakui bahwa kecemasan dan kesedihan mungkin mewarnai beberapa bagian dari perjalanan hidup seseorang. Namun demikian, ia mengingatkan bahwa kesalahan-kesalahan hidup tidak menentukan identitas seseorang.
Ia mengutip Santo Agustinus yang dalam Confessiones (Pengakuan-Pengakuan)-nya berbicara tentang bagaimana Tuhan turut berjalan bersama kita dalam perjalanan hidup.
“Jika kita mempercayakan diri kepada rahmat ilahi dan membiarkan diri dibimbing serta diubah olehnya, kita akan menemukan dalam hidup kita bahwa masa lalu tidak menghukum masa depan. Sebaliknya, sebagaimana dikatakan Santo Agustinus, masa lalu memberikan kemungkinan kepada kita untuk mengubah keputusan dan pilihan-pilihan hidup kita.”
Karena itu, Paus Leo mengajak para narapidana untuk memberi ruang bagi Tuhan di dalam hati mereka dan mencari wajah-Nya.
“Mari kita membiarkan kasih-Nya menuntun kita. Mari kita berpegang teguh kepada-Nya yang terus-menerus mengundang kita untuk berharap,” katanya.
Paus menegaskan bahwa Tuhan menunjukkan kepada manusia sebuah cakrawala yang indah, yang tidak dapat dihalangi oleh batas-batas fisik apa pun.
Saat ini pun, lanjutnya, Tuhan terus berbicara kepada manusia di kedalaman hati nurani mereka dan membantu mereka menyadari bahwa Ia tinggal di tengah-tengah mereka.
Ia Menunggu Kita Memberi Kesempatan kepada-Nya
Menurut Paus, Tuhan hanya menunggu manusia memberi kesempatan kepada-Nya.
Karena itu, Paus Leo berkata, “Saya mengundang Anda untuk terus memimpikan impian Allah dan membiarkan Dia memulai kembali hidup kita.”
Dengan kata-kata yang menghibur tersebut, Paus Leo mengakhiri kunjungannya dengan mempercayakan para narapidana secara khusus kepada perantaraan keibuan Santa Maria Bunda Belaskasih serta memberikan Berkat Apostoliknya.
