Cari

Paus Leo XIV: Semoga Perjanjian AS-Iran Benar-Benar Mengakhiri Perang

Paus Leo XIV menjawab berbagai pertanyaan para jurnalis mengenai sejumlah isu internasional, termasuk perang antara Amerika Serikat dan Iran serta kunjungan apostoliknya yang baru saja berakhir di Spanyol.

Vatican News

Paus Leo XIV kembali menegaskan pentingnya dialog, penghormatan terhadap martabat manusia, dan persatuan Gereja saat menjawab berbagai pertanyaan wartawan di luar Villa Barberini, kediaman musim panas kepausan di Castel Gandolfo.

Dalam perbincangan santai bersama para jurnalis pada Selasa (16/6), Paus menanggapi sejumlah isu internasional, mulai dari kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran, kunjungannya ke Spanyol, persoalan migrasi, hingga situasi yang melibatkan Serikat Santo Pius X (SSPX).

Berharap Kesepakatan AS-Iran Mengakhiri Perang

Menanggapi nota kesepahaman yang baru-baru ini dicapai antara Amerika Serikat dan Iran, Paus mengungkapkan rasa syukurnya atas kemajuan tersebut.

"Syukur kepada Tuhan, setidaknya ada nota kesepahaman yang akan ditandatangani secara resmi pada hari Jumat," ujarnya.

Meski demikian, Paus mengakui masih terdapat sejumlah persoalan yang perlu diselesaikan. Namun menurutnya, penyelesaian melalui dialog dan perundingan selalu lebih baik daripada kembali ke medan perang.

"Saya berharap ini sungguh menjadi solusi bagi perang, bahwa perang benar-benar telah berakhir dan kita dapat melangkah maju demi kebaikan semua orang," kata Paus.

Ia juga kembali menyerukan penghapusan senjata nuklir serta perlunya mencari solusi atas berbagai persoalan ekonomi dan sosial yang muncul akibat konflik.

Saksikan disini secara penuh (dalam Bahasa Spanish and Italian):

Kesan Mendalam dari Kunjungan ke Spanyol

Paus Leo XIV juga berbicara mengenai kunjungannya ke Spanyol yang berlangsung pekan lalu. Ia mengaku terkesan dengan sambutan hangat yang diberikan umat dan masyarakat di berbagai tempat yang dikunjunginya.

Menurut Paus, seluruh rangkaian kegiatan dipersiapkan dengan sangat baik berkat kerja sama para uskup, umat awam, dan para relawan.

"Semua berlangsung luar biasa. Dari apa yang saya lihat, masyarakat sangat bahagia," ujarnya dalam bahasa Spanyol.

Ketika ditanya mengenai situasi politik di Spanyol yang sedang menghadapi berbagai tantangan, Paus memilih untuk tidak mencampuri urusan politik dalam negeri negara tersebut.

Namun ia menegaskan pentingnya membangun budaya dialog dan saling mendengarkan.

"Jangan selalu mengkritik dan menghina pihak yang berbeda pendapat tanpa berusaha mencapai kesepakatan demi kebaikan bersama," pesannya.

Migrasi Harus Dilihat dengan Kacamata Kemanusiaan

Topik migrasi juga kembali menjadi perhatian Paus, terutama setelah kunjungannya ke Gran Canaria dan Tenerife yang merupakan salah satu pintu masuk utama para migran ke Eropa.

Paus menekankan bahwa persoalan migrasi harus dihadapi dengan penghormatan terhadap martabat manusia.

Menurutnya, banyak orang terpaksa meninggalkan tanah air mereka karena kekerasan, perang, konflik, dan berbagai kesulitan lainnya.

"Begitu saja mengatakan, 'Mari kita usir mereka dan kita cuci tangan dari masalah ini,' bukanlah jawaban yang paling Kristiani," tegasnya.

Ia mengajak masyarakat dan pemerintah untuk melihat setiap kasus secara manusiawi dan memperlakukan para migran sebagai pribadi yang memiliki martabat dan hak yang harus dihormati.

Menyesalkan Ancaman Perpecahan dalam Gereja

Dalam kesempatan itu, Paus juga menanggapi rencana Serikat Santo Pius X (SSPX) untuk melaksanakan empat tahbisan uskup tanpa mandat dari Paus pada 1 Juli mendatang.

Takhta Suci sebelumnya telah memperingatkan bahwa tindakan tersebut berpotensi menimbulkan perpecahan dalam Gereja.

Paus menjelaskan bahwa komunikasi antara SSPX dan Dikasteri untuk Ajaran Iman masih terus berlangsung. Ia bahkan membuka kemungkinan adanya seruan baru agar kelompok tersebut membatalkan rencana tersebut.

"Kami masih mempertimbangkan untuk menyampaikan seruan lagi, agar mereka tidak melakukan hal ini dan tetap hidup dalam persekutuan Gereja," katanya.

Namun Paus menegaskan bahwa keputusan akhir berada di tangan SSPX.

Ia menyayangkan sikap kelompok tersebut yang menolak menerima sejumlah unsur penting dalam kehidupan Gereja, termasuk beberapa ajaran dan pembaruan yang dihasilkan oleh Konsili Vatikan II.

"Perpecahan di antara umat Kristiani selalu menjadi sesuatu yang menyakitkan. Jika mereka memilih jalan itu, saya merasa sedih, tetapi Gereja harus terus melangkah maju," ujarnya.

Masa Liburan dan Kemungkinan Perjalanan Baru

Menutup percakapannya dengan para wartawan, Paus Leo XIV berbicara secara ringan mengenai rencana liburan musim panasnya.

Ia mengatakan akan menggunakan waktu tersebut untuk beristirahat, membaca, berefleksi, dan mempersiapkan berbagai tugas yang menantinya.

"Sedikit istirahat, banyak membaca, banyak refleksi, dan persiapan untuk apa yang akan datang. Tentu saja pekerjaan tetap ada," katanya sambil tersenyum.

Ketika ditanya apakah ia benar-benar akan beristirahat, Paus menjawab singkat, "Semoga saja."

Mengenai kemungkinan kunjungan apostolik ke Meksiko dan Peru—negara yang pernah menjadi tempat pelayanannya sebagai misionaris selama lebih dari dua dekade—Paus hanya tersenyum dan menjawab, "Kita lihat nanti."

12 Jun 2026, 21:20