Cari

Foto arsip Paus Leo saat menghabiskan waktu bersama umat di sebuah paroki di Roma Foto arsip Paus Leo saat menghabiskan waktu bersama umat di sebuah paroki di Roma   (ANSA)

Paus Leo XIV: Para Lansia Bisa Menjadi Guru Kehidupan

Paus Leo XIV menegaskan kembali nilai berharga kaum lanjut usia serta peran mereka sebagai “guru kehidupan”. Ia juga mengulangi bahwa masa lanjut usia merupakan saat yang berahmat. Demikian pesan Bapa Suci dalam sebuah surat yang dikirimkan kepada Prefek Dikasteri untuk Kaum Awam, Keluarga, dan Kehidupan, Kardinal Kevin Farrell pada Pertemuan Dikasteri yang membicarakan Pelayanan Pastoral untuk Lansia.

Oleh Deborah Castellano Lubov

“Kaum lanjut usia, dalam sikap menerima yang penuh ikhlas dan tenang atas keterbatasan hidup yang dijalani selama bertahun-tahun, tanpa menyembunyikan atau merasa malu —dapat menjadi guru kehidupan. Mereka dapat menjadi saksi bagi semua orang dan terutama kaum muda bahwa nilai kehidupan tidak diukur dari efisiensi atau kemandirian, melainkan dari kemampuan untuk mencintai dan dicintai, memberi dan menerima.”

Paus Leo XIV menyampaikan hal tersebut dalam surat yang dikirim atas namanya oleh Sekretaris Negara Vatikan, Kardinal Pietro Parolin, kepada Prefek Dikasteri untuk Kaum Awam, Keluarga, dan Kehidupan  Kardinal Kevin Farrell  dalam Pertemuan Dikasteri mengenai Pelayanan Pastoral bagi Lansia.

Tema pertemuan tersebut, “Jembatan Menuju Surga: Magisterium Kerapuhan di Masa Kekuatan.”

Menurut Paus, dalam kehidupan masyarakat saat ini, masa lanjut usia merupakan tahap kehidupan yang kompleks dan kaya akan berbagai kemungkinan. Bagi Gereja, yang selalu mengakui kehadiran lansia sebagai bagian penting, inisiatif ini tentu memiliki arti yang sangat besar.

Lansia Kerap Mendedikasikan Banyak Pelayanan bagi Komunitas

“Di masa kini, di banyak wilayah dunia, para lansia,” kenang Paus, “sering kali masih memiliki banyak energi untuk didedikasikan bagi pelayanan kepada komunitas.”

Ia mengatakan hal itu tampak nyata dalam berbagai bentuk kegiatan sukarela yang sangat penting di banyak bidang kehidupan Gereja.

Namun, lebih dari itu, lanjut usia juga mengarahkan perhatian pada aspek kehidupan Kristiani yang lebih mendalam dan lebih penting, yakni nilai dari kelemahan.

Bapa Suci menilai bahwa meningkatnya harapan hidup rata-rata secara tidak terelakkan memperpanjang masa kerapuhan pada usia lanjut. Kondisi ini menghadirkan tantangan untuk merefleksikan makna tahap kehidupan tersebut.

Masa Rahmat yang Dijalani dalam Doa, Pelayanan, dan Kelembutan

Paus kemudian mengajukan pertanyaan reflektif:

“Nilai apa yang harus diberikan atas tahun-tahun panjang yang dijalani seorang pria atau wanita dalam keadaan lemah secara fisik maupun mental? Apa perspektif Kristiani dalam menjalani masa ini? Bagaimana kita dapat mewartakan bahwa kehidupan manusia selalu mempertahankan ‘martabatnya yang tak terbatas’ pada setiap tahap kehidupannya?”

Menurut Paus, refleksi yang sedang dilakukan para peserta pertemuan tersebut dapat membantu menjawab pertanyaan-pertanyaan ini dan berbagai pertanyaan lainnya.

Ia juga menegaskan bahwa kerapuhan memiliki nilai spiritual dan komunal karena mengingatkan manusia bahwa mereka saling bergantung satu sama lain dan membutuhkan Allah. Dalam hal ini, ia menggemakan ajaran Paus Fransiskus yang menyebut kerapuhan sebagai sebuah “magisterium” yang memiliki banyak hal untuk diajarkan kepada umat manusia pada masa kini.

Paus Leo menekankan bahwa usia lanjut adalah saat berahmat yang perlu dijalani dalam doa, pelayanan, kelembutan, serta dalam ingatan yang dipelihara dan diwariskan; sebuah berkat bagi generasi-generasi yang akan datang.

Meskipun masyarakat tempat kita hidup saat ini didominasi oleh logika kinerja dan persaingan, di mana kekuatan dipahami sebagai pertunjukan kekuasaan dan cenderung merosot menjadi dominasi, Paus mengatakan bahwa Gereja tetap menawarkan pesan Injil tentang kelemahlembutan, kerendahan hati, dan perdamaian.

Saksi Pertama dan Paling Berwibawa Melalui Pengalaman dan Kebijaksanaan

“Para lansia dalam komunitas-komunitas kita, melalui pengalaman dan kebijaksanaan hidup mereka, merupakan saksi pertama dan paling berwibawa dari visi Kristiani tentang kemanusiaan ini.”

Paus menyampaikan harapannya agar karya mereka dapat membantu mendorong lahirnya sikap-sikap baru terhadap para lansia dan masa lanjut usia yang penuh berkat, sekaligus membangkitkan tanggung jawab dalam diri mereka yang telah lanjut usia untuk mewariskan nilai-nilai yang sehat dan kokoh kepada generasi mendatang.

Pada akhirnya, Paus Leo memohon perantaraan keibuan Santa Perawan Maria dan dengan sepenuh hati menganugerahkan Berkat Apostoliknya kepada semua yang hadir.

10 Jun 2026, 12:33