Cari

20023.01.05 Vicariato di Roma, Palazzo

Paus Leo XIV memperbarui Konstitusi Vikariat Roma

Paus Leo XIV memperbarui Konstitusi Vikariat Roma dengan menegaskan kembali peran Kardinal Vikaris, sekaligus mempercayakan koordinasi kantor-kantor dan struktur administratif Vikariat kepada Moderator Kuria.

Vatican News

Tiga tahun setelah reformasi Vikariat Roma yang diperkenalkan oleh mendiang Paus Fransiskus, Paus Leo XIV menerbitkan Motu Proprio Confirma Fratres Tuos untuk memperbarui Konstitusi Apostolik In Ecclesiarum Communione.

Dalam dokumen tersebut, Bapa Suci mengingat kembali tugas yang dipercayakan Kristus kepada Santo Petrus—"Teguhkanlah saudara-saudaramu" (Luk 22:32)—seraya menegaskan kembali peran khusus Gereja Roma, yang dipanggil untuk menghadirkan secara nyata persekutuan Gereja yang bersumber dari pelayanan Petrus. Dari perspektif ini, Paus menekankan bahwa struktur-struktur gerejawi juga harus senantiasa diarahkan pada misi dan pelayanan bagi Umat Allah.

Perubahan tersebut lahir dari kebutuhan nyata. Setelah In Ecclesiarum Communione mulai berlaku pada Januari 2023, pengalaman pastoral dan administratif Vikariat menunjukkan adanya sejumlah aspek yang perlu ditinjau kembali. Karena itu, pada 25 Februari tahun ini, Bapa Suci membentuk sebuah kelompok kerja khusus yang bertugas menelaah peraturan yang berlaku dan mengusulkan pembaruan yang diperlukan.

Prinsip-prinsip dasar yang menjadi landasan pembaruan Vikariat yang diprakarsai Paus Fransiskus tetap dipertahankan, terutama karakter misioner dan sinodal Gereja Roma. Salah satu pembaruan yang paling penting adalah perumusan yang lebih jelas mengenai prinsip tanggung jawab bersama umat beriman, yang dipanggil untuk mengambil bagian, sesuai dengan panggilan dan karisma masing-masing, dalam kehidupan dan perutusan komunitas Gereja.

Perubahan terutama menyangkut tata kelola Vikariat. Konstitusi yang baru menyederhanakan pembagian tanggung jawab di antara berbagai lembaga. Peran Kardinal Vikaris sebagai kepala Vikariat dan hakim biasa Keuskupan tetap ditegaskan, sementara koordinasi kantor-kantor dan struktur administratif dipercayakan kepada Moderator Kuria, yang diangkat oleh Bapa Suci untuk masa jabatan lima tahun.

Konstitusi tersebut juga memperjelas sejumlah ketentuan mengenai Wakil Vikaris (Vicegerent) dan para Uskup Auksilier, serta prosedur pengangkatan pastor paroki dan pastor rekan.

Bagian lain mengatur badan-badan partisipasi dan konsultasi. Dewan Para Uskup (Episcopal Council) didefinisikan kembali sebagai badan konsultatif permanen yang bertugas membantu Kardinal Vikaris dalam berbagai persoalan pastoral dan administratif utama. Ketentuan yang mengatur badan-badan keuskupan lainnya juga disederhanakan.

Struktur kantor-kantor dan layanan yang diperkenalkan pada tahun 2023 pada dasarnya tetap tidak berubah. Hal yang sama berlaku bagi tribunal-tribunal Vikariat yang tetap menjalankan fungsinya seperti sebelumnya.

Sementara itu, ketentuan mengenai Komisi Pengawas Independen telah direvisi. Konstitusi baru menegaskan kembali perannya sebagai badan pengawasan internal, sedangkan rincian mengenai tugas dan tata kerjanya akan diatur lebih lanjut dalam peraturan tersendiri.

Tujuan pembaruan ini tetap sama seperti reformasi tahun 2023, yakni menjadikan Vikariat sebagai sarana yang semakin efektif untuk mendukung misi evangelisasi Gereja, memperkuat persekutuan gerejawi, dan mendampingi kehidupan pastoral Keuskupan Roma.

30 Jun 2026, 12:18