Paus Leo XIV Bertemu dengan Para Korban Pelecehan di Spanyol
Oleh Deborah Castellano Lubov dan Salvatore Cernuzio
Paus Leo XIV mengadakan pertemuan pada Senin dengan para korban pelecehan yang dilakukan oleh anggota klerus di Spanyol. Informasi tersebut disampaikan oleh Direktur Kantor Pers Takhta Suci, Matteo Bruni, melalui kanal Telegram.
Dalam pesannya, Bruni menjelaskan bahwa Bapa Suci bertemu dengan enam korban pelecehan yang didampingi oleh personel Gereja yang selama ini terlibat dalam pelayanan pendampingan dan dukungan bagi para korban.
“Dalam percakapan yang berlangsung hampir satu jam itu,” ujar Direktur Kantor Pers Takhta Suci, “masing-masing peserta, dengan bertolak dari pengalaman pribadi mereka yang menyakitkan, menyampaikan sejumlah usulan kepada Paus yang bertujuan membuat tanggapan Gereja terhadap kasus-kasus tragis seperti ini menjadi lebih efektif.”
Mendengarkan dengan Perhatian dan Kedekatan
Bruni melanjutkan bahwa Paus mendengarkan setiap kesaksian dengan penuh perhatian dan kasih.
“Paus mendengarkan dengan penuh perhatian dan kedekatan, meyakinkan mereka akan kedekatannya pribadi, serta kedekatan seluruh komunitas Gereja. Ia juga menegaskan kembali komitmennya untuk memastikan bahwa berbagai usulan yang diterima akan menjadi dasar bagi langkah-langkah lanjutan, sehingga Gereja sungguh menjadi tempat yang aman dan sehat secara rohani, tempat luka-luka dapat menemukan penghiburan dan penyembuhan.”
Bruni juga mencatat bahwa para korban merasakan bahwa Paus sungguh memikul penderitaan mereka dalam hatinya.
Pertemuan yang Telah Direncanakan Sebelumnya
Direktur Kantor Pers Takhta Suci mengungkapkan bahwa pertemuan ini sebenarnya telah dikonfirmasi sebelum keberangkatan Paus dari Roma menuju Spanyol.
Ia menjelaskan bahwa pertemuan tersebut diorganisasi oleh Gereja lokal, sembari menegaskan bahwa rincian lebih lanjut akan disampaikan dengan tetap menghormati privasi para korban.
Sebuah Luka yang Masih Membekas bagi Gereja di Spanyol
Persoalan pelecehan tetap menjadi luka yang menyakitkan bagi Gereja di Spanyol. Dalam beberapa tahun terakhir, Gereja setempat telah melaksanakan berbagai inisiatif yang bertujuan untuk mencegah terulangnya kasus serupa serta memberikan pemulihan bagi para korban.
Yang terbaru, pada bulan Maret lalu, Konferensi Waligereja Spanyol, Konferensi Hidup Bakti, dan Kementerian Kepresidenan Spanyol menyepakati sebuah protokol bersama untuk menangani persoalan ini dengan semangat kebenaran dan keadilan.
Melanjutkan Jejak Para Pendahulu
Dialog pribadi dan tertutup yang dilakukan Paus Leo XIV ini mengikuti pola yang telah dijalankan para pendahulunya.
Paus Benediktus XVI pernah bertemu dengan para korban pelecehan selama kunjungannya ke Amerika Serikat pada tahun 2008, serta dalam perjalanan apostoliknya ke Inggris Raya, Australia, dan Jerman.
Demikian pula Paus Fransiskus, yang mengadakan pertemuan serupa selama kunjungannya ke Irlandia, Chili, Portugal, dan Belgia.
Melalui pertemuan-pertemuan tersebut, Gereja terus berupaya menunjukkan kedekatan kepada para korban serta memperkuat komitmennya untuk menghadapi kenyataan pahit ini dengan kejujuran, tanggung jawab, dan semangat penyembuhan.
