Paus Leo XIV bertemu dengan para anggota Centro de Investigación y Formación de Protección al Menor, organisasi Amerika Latin yang berfokus pada perlindungan anak dan kelompok rentan. Paus Leo XIV bertemu dengan para anggota Centro de Investigación y Formación de Protección al Menor, organisasi Amerika Latin yang berfokus pada perlindungan anak dan kelompok rentan.   (@Vatican Media)

Paus Leo: Perlindungan Anak dan Remaja Mandat bagi Seluruh Gereja

Paus Leo XIV menerima perwakilan dari Pusat Penelitian dan Pelatihan Perlindungan Anak (Centro de Investigación y Formación de Protección al Menor), sebuah organisasi Amerika Latin yang berfokus pada perlindungan anak, dan menegaskan bahwa perlindungan anak-anak dan kelompok rentan merupakan kewajiban Gereja. Ia berharap agar semua ruang dalam Gereja, fisik maupun virtual, menjadi tempat aman berjumpa dengan Kristus.

Oleh Deborah Castellano Lubov

“Perjumpaan dengan Kristus menandai hidup kita secara positif dan mengarahkan kita pada kehidupan yang penuh kasih dan kebebasan. Sebaliknya, situasi pelecehan dan kekerasan justru menimbulkan luka traumatis yang menghambat dan mengurangi perkembangan spiritual maupun kemanusiaan seseorang.”

Demikian disampaikan Paus Leo XIV saat bertemu dengan anggota Centro de Investigación y Formación de Protección al Menor (Pusat Penelitian dan Pelatihan Perlindungan Anak) sebelum Audiensi Umum pada Rabu.

Organisasi lintas disiplin dari Amerika Latin tersebut berfokus pada pencegahan pelecehan dan promosi perlindungan anak.

Paus mengatakan dirinya senang dapat menyambut para perwakilan dari berbagai negara di Amerika Latin yang memiliki tujuan bersama yang jelas, yakni bekerja agar komunitas-komunitas Gereja menjadi tempat yang aman bagi semua orang, terutama anak-anak, remaja, dan mereka yang paling rentan.

Ia menegaskan harapannya agar “semua ruang dalam Gereja, baik fisik maupun virtual, sungguh menjadi tempat perjumpaan yang subur dengan Yesus Kristus, bebas dari rasa takut, kecurigaan, maupun ketidakpercayaan.”

Pentingnya Ruang yang Aman

Paus menyampaikan apresiasinya kepada para peserta atas karya yang mereka jalankan. “Terima kasih karena telah hadir dan melaksanakan tugas yang sangat penting ini,” ujarnya.

Bapa Suci mengajak mereka untuk merenungkan bagaimana para murid pertama, sejak perjumpaan mereka dengan Yesus Kristus, mengalami pengalaman yang mengubah hidup mereka dan mengantar mereka pada jalan pertobatan hingga menyerahkan diri sepenuhnya kepada-Nya.

Menurut Paus, pengalaman tersebut bukan hanya milik masa lalu. Semua orang dipanggil untuk berjumpa dengan Kristus yang bangkit dan mengalami kasih Tuhan secara nyata.

Namun, untuk mewujudkannya, tegas Paus Leo, diperlukan ruang-ruang yang aman.

Ia menyesalkan bahwa berbagai bentuk pelecehan dan kekerasan menimbulkan trauma yang sangat besar serta mengganggu perkembangan spiritual dan kemanusiaan seseorang.

Yesus Menyerukan Perlindungan bagi Anak-Anak

Paus menjelaskan bahwa misi pusat tersebut berakar pada peringatan Kristus sendiri mengenai pentingnya menjaga dan melindungi anak-anak.

“Lembaga ini didirikan sebagai tanggapan terhadap panggilan Kristus ketika Ia mengingatkan perlunya berhati-hati agar tidak menjadi batu sandungan bagi anak-anak kecil (bdk. Mat 18:6),” katanya.

Paus juga mengingat kembali perjalanan apostoliknya ke Spanyol pekan lalu. Dalam kesempatan itu, ia berbicara kepada para uskup mengenai penderitaan mereka yang telah dilukai oleh orang-orang yang seharusnya melindungi dan merawat mereka.

Situasi tersebut, katanya, menuntut komunitas Gereja untuk memberikan tanggapan melalui sikap mendengarkan, kebenaran, keadilan, pemulihan, serta komitmen yang semakin kuat terhadap pencegahan dan budaya kepedulian.

Mandat bagi Seluruh Gereja

Paus Leo menegaskan bahwa tanggung jawab melindungi anak-anak dan kelompok rentan bukan hanya tugas para pemimpin Gereja.

“Tugas ini, meskipun terutama menjadi tanggung jawab kami yang dipanggil menjadi gembala, merupakan mandat bagi seluruh Gereja. Beberapa di antara Anda bahkan telah menjalankannya secara profesional,” tegasnya.

Ia berterima kasih kepada seluruh peserta sekaligus mendorong mereka untuk terus melanjutkan karya tersebut dengan memperkuat jaringan kerja sama antara Gereja-Gereja lokal dan lembaga-lembaga sipil, serta mempromosikan budaya pencegahan dan kepedulian terhadap mereka yang paling rentan.

Menutup pertemuan itu, Paus mempercayakan seluruh upaya mereka kepada Bunda Maria agar mereka dapat terus melanjutkan misi tersebut dan agar semakin banyak anggota komunitas Gereja yang terlibat dalam karya perlindungan ini.

Paus kemudian memberikan Berkat Apostoliknya kepada seluruh peserta.

17 Jun 2026, 09:19