Paus Leo Buka Konsistori, Minta Para Kardinal Bersikap Terus Terang dan Setia
Oleh Devin Watkins
"Saya membutuhkan kebebasan Anda, keterusterangan Anda, dan kesetiaan Anda. Nasihat yang tulus selalu merupakan tindakan persekutuan."
Dengan undangan tersebut, Paus Leo XIV membuka Konsistori Luar Biasa Para Kardinal pada Jumat.
Konsistori yang berlangsung di Aula Paulus VI itu akan berlangsung hingga Sabtu malam dan menjadi kesempatan bagi para Kardinal untuk melakukan penegasan bersama Paus.
Bapa Suci kembali menegaskan keinginannya yang telah diungkapkan pada Januari lalu, agar pertemuan-pertemuan seperti ini membantu para Kardinal dan Paus semakin memahami bagaimana "bekerja bersama dalam pelayanan kepada Gereja", serta melanjutkan "dialog yang membantu saya dalam melayani perutusan dan seluruh Gereja."
Menurut Paus, persekutuan tidak pernah tercapai sekali untuk selamanya, melainkan menuntut pertobatan setiap hari, doa, relasi yang dilandasi kepercayaan, serta kesediaan untuk saling mendengarkan.
Paus Leo mengingatkan kembali ajakannya dalam beberapa bulan terakhir untuk membangun persekutuan di dalam Gereja melalui sinodalitas, sehingga setiap anggota dapat bekerja sama dalam perutusan Gereja sesuai dengan karisma dan pelayanannya masing-masing.
Selanjutnya, Paus memaparkan empat tema yang akan menjadi fokus pembahasan para Kardinal selama dua hari Konsistori.
Tema pertama adalah refleksi mengenai dunia tempat Gereja dipanggil untuk mewartakan Injil. Kesadaran akan situasi dunia ini akan membantu mereka mengenali Yesus yang berjalan di jalan-jalan dunia dan mendahului Gereja dalam sejarah.
Tema kedua adalah menelaah implikasi budaya kekuasaan dan peradaban kasih.
Paus mencatat bahwa banyak Kardinal berasal dari wilayah yang dilanda perang. Namun, ia mengingatkan bahwa sesungguhnya tidak ada satu pun yang luput dari berbagai bentuk konflik, dominasi, dan perpecahan yang terjadi di berbagai masyarakat.
Ia mengajak para Kardinal menjadikan ensikliknya, Magnifica Humanitas, sebagai kunci untuk memahami situasi Gereja-Gereja lokal mereka masing-masing.
Pada sesi ketiga, para Kardinal akan membahas kontribusi yang dapat diberikan Gereja bagi kesejahteraan bersama umat manusia.
"Ajaran sosial Gereja mengingatkan kita bahwa kesejahteraan bersama tidak lahir dengan sendirinya, melainkan membutuhkan tanggung jawab bersama," kata Paus. "Bagi Gereja, hal itu mengambil bentuk yang sangat nyata, yakni gaya hidup sinodal yang mengabdi pada perutusan Kerajaan Allah."
Pada sesi keempat, para Kardinal akan merefleksikan kelanjutan implementasi Sinode tentang Sinodalitas.
Paus Leo mengatakan bahwa sesi terakhir ini akan merangkum hasil refleksi dari tiga sesi sebelumnya dalam terang sinodalitas sebagai "suatu sikap, keterbukaan, dan kesediaan untuk memahami."
Daripada hanya memusatkan perhatian pada kehidupan internal Gereja, Paus mengajak para Kardinal mengarahkan pandangan kepada dunia dan mengajukan satu pertanyaan mendasar:
"Bagaimana kita dapat membantu Gereja-Gereja kita saat ini mewartakan Injil dengan kesetiaan, kebebasan, dan kredibilitas yang lebih besar?"
Menurut Paus, perutusan bukanlah salah satu dari sekian banyak tugas Gereja, melainkan alasan utama keberadaan Gereja itu sendiri. Karena itu, para Kardinal dipanggil untuk saling mendengarkan, memikul tanggung jawab mereka, dan bersama-sama menegaskan karya Roh Kudus.
Paus Leo XIV menutup sambutan pembukaan Konsistori Luar Biasa dengan menyampaikan terima kasih kepada para Kardinal atas dukungan mereka.
"Saya mengandalkan Anda untuk membantu saya menegaskan apa yang dikatakan Roh kepada Gereja pada masa sekarang. Saya membutuhkan dukungan Anda: kuat, jelas, dan terbuka di hadapan publik," katanya. "Saya perlu merasakan bahwa saya didukung oleh Anda sebagai saudara."
