Paus Leo XIV mengamati sebuah plakat peringatan yang dipasang di luar Basilika Santo Petrus di Ciel d’Oro, Pavia, Italia utara, yang mengenang kunjungannya ke tempat peristirahatan Santo Agustinus. Kunjungan pastoral tersebut menegaskan pentingnya warisan spiritual Santo Agustinus bagi Gereja dan masyarakat masa kini. Paus Leo XIV mengamati sebuah plakat peringatan yang dipasang di luar Basilika Santo Petrus di Ciel d’Oro, Pavia, Italia utara, yang mengenang kunjungannya ke tempat peristirahatan Santo Agustinus. Kunjungan pastoral tersebut menegaskan pentingnya warisan spiritual Santo Agustinus bagi Gereja dan masyarakat masa kini.  (@Vatican Media)

Paus : Kota Adalah Anugerah Sekaligus Tanggung Jawab Bersama

Dalam kunjungan pastoralnya ke Pavia, Italia utara, Paus Leo XIV mengajak warga untuk memperkuat komitmen terhadap kebaikan bersama. Menurutnya, sebuah kota bukan hanya warisan yang diterima, tetapi juga tugas yang harus dirawat dan dibangun bersama demi generasi mendatang.

Oleh Vatican News

PAVIA – Paus Leo XIV menegaskan bahwa sebuah kota adalah “anugerah sekaligus tanggung jawab” ketika berbicara kepada para pemimpin sipil, tokoh agama, dan umat yang berkumpul di salah satu alun-alun utama Kota Pavia, Italia utara, dalam rangka kunjungan pastoralnya pada Sabtu.

Paus mengungkapkan kekagumannya terhadap Pavia, kota yang kaya akan sejarah, budaya, dan tradisi akademik. Menurutnya, berbagai monumen bersejarah, sekolah, universitas, rumah sakit, dan pusat-pusat kegiatan paroki menjadi bukti nyata komitmen masyarakat dalam menjunjung martabat manusia, pendidikan, kebudayaan, dan solidaritas sosial.

Kota Dibangun oleh Relasi Antarwarga

Dalam refleksinya, Paus menjelaskan bahwa makna sebuah kota tidak hanya terletak pada bangunan fisiknya. Ia mengingatkan bahwa kata civitas dalam bahasa Latin menunjuk pada sebuah komunitas manusia yang hidup bersama.

Menurut Paus, kehidupan sosial hanya dapat berkembang apabila warga bekerja sama demi kepentingan bersama dan tidak semata-mata mengejar kepentingan pribadi.

“Warga kota selalu merupakan sesama warga,” ujar Paus.

Karena itu, kehidupan publik membutuhkan rasa tanggung jawab bersama yang kuat agar masyarakat dapat terus berkembang secara sehat.

Paus juga mengingatkan bahaya sikap acuh tak acuh dan menurunnya partisipasi warga dalam kehidupan sosial. Menurutnya, kondisi tersebut dapat melemahkan jalinan sosial yang menjadi fondasi kehidupan bersama.

Sebaliknya, ia mengajak masyarakat untuk kembali terlibat aktif dalam kehidupan publik dan membangun budaya pelayanan yang mampu menjaga ruang-ruang publik sebagai tempat perjumpaan dan dialog.

“Saya Peduli pada Kota Kita”

Paus Leo XIV kemudian mengundang setiap warga untuk memperbarui komitmen pribadi terhadap kesejahteraan komunitasnya.

“Hari ini saya mengajak setiap orang untuk mengulangi dalam hati: ‘Saya peduli pada kota kita’,” katanya.

Kepedulian tersebut, menurut Paus, tidak hanya ditujukan kepada sesama manusia, tetapi juga kepada lingkungan dan wilayah tempat mereka hidup.

Ia memuji dataran subur di sekitar Pavia serta generasi-generasi petani dan pekerja yang selama berabad-abad mengolah tanah dengan penuh tanggung jawab dan selaras dengan alam ciptaan.

Pendidikan dan Pencarian Kebenaran

Menyoroti tradisi akademik Pavia yang panjang, Paus memberikan perhatian khusus kepada universitas dan para mahasiswa.

Menurutnya, lembaga pendidikan tidak boleh hanya menjadi tempat pengumpulan pengetahuan semata. Pendidikan harus membantu perkembangan manusia secara utuh dan menempatkan martabat manusia sebagai pusat dari kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Ia menjelaskan bahwa setiap bidang ilmu memiliki bentuk pelayanannya masing-masing. Kedokteran melayani tubuh manusia, hukum melayani kehidupan sosial, sementara filsafat membantu manusia memahami makna kehidupan dan kebenaran.

Karena itu, pencarian ilmu pengetahuan pada akhirnya akan membawa manusia kepada pertanyaan-pertanyaan mendasar tentang kebenaran dan keadilan.

Dalam konteks tersebut, Paus mengangkat teladan Santo Agustinus yang dimakamkan di Pavia. Menurutnya, perjalanan rohani Uskup Hippo itu menjadi inspirasi bagi siapa saja yang mencari makna hidup.

Santo Agustinus, kata Paus, menunjukkan “kegelisahan yang sehat”, yakni dorongan batin untuk terus mencari kebenaran. Semangat itu menjadi jiwa dari dunia pendidikan, penelitian, dan pencarian intelektual.

Ia menambahkan bahwa iman dan akal budi bukanlah dua hal yang bertentangan.

“Seseorang tidak dapat sungguh beriman tanpa berpikir, dan pertanyaan-pertanyaan terdalam akal budi menemukan terang melalui iman,” ujar Paus.

Gereja sebagai Rumah Kasih

Dalam bagian akhir sambutannya, Paus menggambarkan Gereja lokal sebagai rumah yang terbuka bagi semua orang, terutama mereka yang miskin, lanjut usia, sakit, dan mengalami kesepian.

Menurutnya, Gereja di Pavia dipanggil untuk menjadi “rumah iman dan rumah kasih”, tempat setiap orang dapat menemukan penerimaan dan perhatian.

Paus juga menyampaikan penghargaan kepada para relawan yang selama ini mengabdikan diri untuk melayani masyarakat. Kehadiran mereka, katanya, menunjukkan bahwa kekayaan sebuah kota tidak hanya diukur dari kemakmuran material, tetapi juga dari nilai-nilai kebajikan yang hidup di tengah masyarakat.

Sejarah yang Terus Ditulis Bersama

Menutup sambutannya, Paus Leo XIV menyinggung lambang salib yang terdapat pada lambang resmi Kota Pavia.

Menurutnya, salib tersebut bukan sekadar simbol historis, melainkan pengingat bahwa perjalanan kota itu dibangun di atas nilai universal kasih Kristiani.

Sejarah Pavia, kata Paus, terus ditulis setiap hari melalui kerja sama antara warga, organisasi masyarakat, lembaga publik, Gereja, dan generasi-generasi yang saling mewariskan harapan untuk masa depan yang lebih baik.

20 Jun 2026, 18:29