Pemandangan kerusakan pascagempa di Venezuela. Pemandangan kerusakan pascagempa di Venezuela.   (AFP or licensors)

Paus Leo Kirim Bantuan bagi Venezuela yang Dilanda Gempa Bumi

Paus Leo XIV mengirimkan bantuan darurat awal sebesar 100.000 euro kepada Venezuela sementara upaya penyelamatan terus berlangsung setelah gempa bumi dahsyat yang menewaskan sedikitnya 164 orang dan menyebabkan kerusakan luas.

Oleh James Blears dan Francesca Merlo

Lebih dari 150 orang dilaporkan meninggal dunia, sementara banyak lainnya mengalami luka-luka dan tak terhitung jumlahnya diyakini masih terjebak setelah dua gempa bumi kuat mengguncang Venezuela pada malam hari.

Di tengah berlanjutnya upaya penyelamatan dan mulai terungkapnya skala penuh bencana tersebut, Paus Leo XIV mengirimkan bantuan darurat awal sebesar seratus ribu euro melalui Kantor Almoner Apostolik.

Takhta Suci menyatakan bahwa bantuan tersebut dikoordinasikan bersama Nunsius Apostolik untuk Venezuela, Uskup Agung Alberto Ortega Martín, dan Uskup Agung Caracas, Uskup Agung Raúl Biord Castillo. Bantuan ini disebut sebagai langkah awal, sementara dukungan lebih lanjut akan diberikan sesuai kebutuhan yang diidentifikasi oleh Gereja setempat.

Kontribusi Paus diberikan ketika komunitas-komunitas Katolik di seluruh negeri membuka gedung-gedung paroki untuk menampung keluarga-keluarga yang mengungsi dan mengorganisasi bantuan darurat melalui jaringan Caritas setempat.

Tim penyelamat saat ini melakukan pencarian di puluhan bangunan yang runtuh setelah gempa yang terjadi pada Rabu malam dan berkekuatan magnitudo 7,2 serta 7,5.

Bandara Internasional Simón Bolívar di Caracas masih ditutup, sementara kerusakan paling parah dilaporkan terjadi di negara bagian pesisir La Guaira, di utara ibu kota, tempat puluhan bangunan runtuh.

Pihak berwenang menyatakan sedikitnya 164 orang tewas dan hampir seribu orang terluka. Namun para pejabat memperingatkan bahwa jumlah korban diperkirakan akan terus bertambah seiring para penyelamat melanjutkan pencarian di antara puing-puing bangunan.

Lebih dari dua puluh gempa susulan telah mengguncang wilayah tersebut, dengan getaran yang dirasakan hingga ke Kolombia.

Presiden Delcy Rodríguez telah menetapkan status bencana dan keadaan darurat nasional, serta menggambarkan La Guaira sebagai “zona bencana”.

Menteri Dalam Negeri Diosdado Cabello mengimbau warga untuk tetap berada di luar ruangan dan menjauhi bangunan yang rusak sementara para insinyur menilai stabilitas infrastruktur penting.

Kerusakan yang terjadi sangat luas dan parah. Gereja-gereja, termasuk Katedral Caracas dan sejumlah gereja paroki, mengalami kerusakan struktural. Seminari-seminari dan berbagai bangunan Gereja lainnya juga terdampak.

Meskipun demikian, para pemimpin Gereja terus menyediakan tempat penampungan, makanan, dan pendampingan pastoral bagi mereka yang kehilangan tempat tinggal.

Bantuan internasional mulai berdatangan dari berbagai negara di kawasan Amerika dan wilayah lainnya, sementara tim pencarian dan penyelamatan berlomba dengan waktu dengan harapan dapat menemukan lebih banyak korban selamat di bawah reruntuhan.

25 Jun 2026, 16:51