Cari

Kepada Para Imigran di Tenerife, Paus : Saya Bawa Anda di Hati Saya

Paus Leo XIV bertemu dengan para imigran di Pusat Las Raíces di Tenerife selama kunjungannya ke Kepulauan Canaria. Dalam kesempatan itu, Paus meyakinkan mereka bahwa ia membawa mereka dalam hati dan doanya, serta berdoa agar tidak ada “badai” yang menjauhkan mereka dari pengalaman akan kehadiran Kristus.

Oleh Deborah Castellano Lubov

Paus Leo XIV mengingatkan para imigran di Pusat Las Raíces, Tenerife, bahwa ia membawa mereka dalam hatinya dan akan selalu mengingat mereka dalam doa-doanya.

Setelah mendengarkan kesaksian dari mereka yang hadir, Bapa Suci menyampaikan kedekatannya dengan mereka dan dengan seluruh imigran.

Paus mengingatkan bahwa pada hari itu Gereja merayakan Hari Raya Hati Kudus Yesus. Ia menjelaskan bahwa bagi umat Kristiani, Hati Yesus melambangkan kasih Allah yang penuh belas kasih dan tak terbatas bagi setiap manusia.

“Dalam konteks ini,” kata Bapa Suci, “merupakan sebuah penyelenggaraan ilahi bahwa kita dapat berkumpul bersama, saling melihat, dan terutama menyadari bahwa, dari mana pun kita berasal, kasih Allah tidak mengenal batas, tidak membeda-bedakan, diberikan kepada semua orang, dan mempersatukan kita dalam kesatuan.”

Ketika saya pandang Anda semua, saya pikirkan Anda

Paus memahami berbagai kesulitan yang mereka alami. “Ketika saya memandang wajah-wajah Anda dan mendengarkan kisah-kisah Anda,” katanya, “saya juga memikirkan kesulitan yang Anda alami—yang terluka oleh begitu banyak kesulitan, tetapi juga dihibur oleh kasih yang Anda terima dari hati-hati lain yang terbuka, murah hati, dan penuh belas kasih.”

Ia mengingatkan bahwa Hati Kristus menderita dan tertikam karena kasih, tetapi juga dihibur oleh orang-orang yang penuh belas kasih yang meringankan penderitaan-Nya.

Paus Leo XIV berbicara kepada para imigran di Tenerife
Paus Leo XIV berbicara kepada para imigran di Tenerife   (@Vatican Media)

Yesus memahami

Paus Leo menjelaskan universalitas kasih dengan menunjuk pada perumpamaan orang Samaria yang baik hati, di mana seorang asing dari kota lain dan agama yang berbeda menaruh belas kasih kepada seseorang yang terluka dan dianiaya.

Paus juga mengingatkan bahwa Santo Bruder Petrus dan Santo José de Anchieta, yang terdorong oleh kasih Allah untuk menyembuhkan luka sesama dan menunjukkan kasih kepada mereka yang menderita, berlayar dari Kepulauan Canaria untuk mewartakan Injil di Amerika, membuka cakrawala misioner yang baru.

Mereka juga, katanya, adalah para imigran yang berani memasuki ketidakpastian dengan membawa iman, harapan, dan kasih sebagai harta terbesar mereka.

Di tanah yang asing itu, kata Paus Leo, para “imigran dan misionaris kudus” membagikan apa yang mereka miliki sekaligus menerima karunia-karunia baru yang diberikan kepada mereka.

Bagikan kekayaan kemanusiaan

“Saya juga,” kata Paus Leo memberi semangat, “mengundang Anda untuk membagikan kekayaan kemanusiaan juga impian-impian Anda serta budaya yang Anda bawa ke pulau-pulau ini, juga terbuka untuk menerima apa yang ditawarkan kepada Anda.”

Bapa Suci menegaskan bahwa pertukaran ini harus dijalani “secara bertanggung jawab,” dengan memperhatikan “generasi-generasi mendatang yang kepada mereka kita ingin wariskan peradaban kasih.”

Dalam kaitan ini, Paus Leo menegaskan bahwa migrasi dapat memainkan peran penting karena “dapat menjadi kesempatan untuk berjumpa dan saling memperkaya antarbangsa.”

Paus mengingatkan mereka yang hadir bahwa “dalam arti tertentu, kita semua adalah imigran, karena kita semua adalah peziarah yang sedang berjalan menuju tanah air surgawi.”

Jadikan perjalanan ini lebih manusiawi

Ia mendorong semua orang untuk membantu menjadikan perjalanan ini lebih manusiawi dengan memberikan kontribusi sesuai kemampuan masing-masing.

Bapa Suci juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah, berbagai lembaga, dan banyak pria serta wanita yang berkehendak baik yang melalui kerja sama yang dilakukan memungkinkan bantuan kemanusiaan ini terlaksana, memulihkan harapan dan martabat begitu banyak orang.

Semoga tidak ada “badai” yang menjauhkan Anda dari kehadiran Tuhan

Paus Leo mengatakan bahwa nama pusat penerimaan tersebut, Las Raíces atau “akar”, menarik perhatiannya. Nama itu mengingatkannya pada mendiang Paus Fransiskus yang sangat ingin bertemu mereka dan sering menggunakan gambaran akar untuk menegaskan pentingnya mengingat asal-usul, tetap bersatu, dan menaruh kepercayaan kepada Tuhan.

Bapa Suci mengingatkan bahwa Paus Fransiskus dalam Seruan Apostolik Christus Vivit menulis bahwa mereka yang percaya kepada Tuhan “bagaikan pohon yang ditanam di tepi air, yang menjulurkan akar-akarnya ke aliran sungai; ia tidak takut datangnya panas, dan daunnya tetap hijau.”

Tetap Berakar dalam Tuhan

Menggunakan gambaran yang sama, Paus Leo XIV mendoakan agar mereka yang hadir tetap berakar kuat dalam Tuhan, “sehingga tidak ada badai apa pun yang menjauhkan kalian dari kehadiran-Nya, yang menguatkan dan memberi kehidupan.”

“Saudara-saudari terkasih, kalian selalu ada dalam hati saya dan akan saya kenang dalam doa-doa saya,” ujar Paus.

Paus kemudian menutup pesannya dengan doa agar Allah memberkati mereka, keluarga mereka, serta semua orang yang telah berbuat baik kepada mereka. Ia juga memohon agar Santa Perawan Maria, Penghibur Para Migran, senantiasa menyertai dan melindungi mereka dengan kasih keibuannya.

12 Jun 2026, 11:29