Paus Dorong Umat Siro-Malankara Eropa Jadi Pembawa Harapan
Oleh Vatican News
Paus Leo XIV menyambut delegasi imam, biarawan-biarawati, serta umat Gereja Katolik Siro-Malankara di Vatikan pada Senin (15/6), dalam rangka konvensi pertama umat Siro-Malankara yang bermukim di Eropa.
Dalam sambutannya, Paus menyoroti perjalanan pembaruan rohani yang tengah dijalani seluruh Gereja Siro-Malankara sebagai persiapan menuju peringatan seratus tahun persekutuan gerejawi yang menjadi dasar pertumbuhan Gereja tersebut hingga saat ini.
Mengenang Konstitusi Apostolik Christo Pastorum Principi yang dipromulgasikan oleh Paus Pius XI pada 1932, Paus Leo mengungkapkan rasa syukur atas kesaksian Mar Ivanios dan Mar Theophilos yang Terhormat. Keduanya dinilai berperan penting dalam membimbing para imam, religius, dan umat menuju persekutuan dengan Penerus Santo Petrus.
Paus menggambarkan Mar Ivanios sebagai “gembala sejati menurut Hati Yesus” yang mewujudkan kerinduan akan Gereja yang bersatu, menjadi tanda persatuan dan persekutuan, sekaligus sumber rekonsiliasi bagi dunia.
Evangelisasi Melalui Kesaksian
Paus menuturkan bahwa bahkan sejak masih menjadi imam muda, Mar Ivanios telah melampaui batas komunitasnya sendiri dan menyadari perlunya menghidupkan kembali semangat misioner yang pertama kali ditanamkan di India melalui pewartaan Santo Tomas Rasul.
Menurut Paus, Mar Ivanios memahami bahwa karya misioner tidak dapat dijalankan hanya melalui kata-kata, melainkan melalui kehidupan yang saleh dan pelayanan kasih yang tulus.
Karena itu, lanjut Paus Leo, Gereja Siro-Malankara telah berkembang menjadi “mercusuar semangat Injil dan kasih kerasulan”, yang menghadirkan pendidikan, keadilan sosial, serta pembangunan manusia seutuhnya bagi mereka yang hidup di pinggiran masyarakat.
Mengutip Paus Benediktus XVI, ia mengingatkan bahwa Injil terutama disebarkan melalui daya tarik kasih, sebab Kristus “menarik semua orang kepada diri-Nya dengan kuasa kasih-Nya”.
Memelihara Diaspora
Berbicara mengenai pertumbuhan komunitas Siro-Malankara di luar India, Paus Leo menegaskan pentingnya menjaga warisan rohani dan liturgi Gereja-Gereja Katolik Timur, terutama di tengah komunitas diaspora.
Ia mengingatkan pembentukan Eksarkat Apostolik bagi umat Siro-Malankara di Amerika Serikat pada masa Paus Benediktus XVI, serta perluasan pelayanan pastoral ke Kanada pada masa Paus Fransiskus.
Kepada umat yang tinggal di Eropa, Paus mengumumkan bahwa ia telah menunjuk Uskup Mar Osthathios sebagai Visitator Apostolik penuh waktu pertama bagi umat Katolik Siro-Malankara di seluruh Eropa.
Menurut Paus, tugas utama uskup tersebut adalah menilai situasi pastoral dan membantu membangun fondasi yang kokoh serta berkelanjutan, sehingga generasi mendatang dapat terus memperdalam persahabatan mereka dengan Tuhan Yesus melalui keterlibatan yang lebih mendalam dalam tradisi khas Gereja mereka.
Paus juga mengungkapkan bahwa ia telah meminta Dikasteri untuk Gereja-Gereja Timur merumuskan langkah-langkah yang memungkinkan para uskup ritus Latin mendukung umat Katolik Timur dalam mempertahankan tradisi mereka, sekaligus memperkaya Gereja-Gereja lokal tempat mereka tinggal.
Iman yang Dihidupi dan Dibagikan
Menutup sambutannya, Paus Leo mendorong umat untuk semakin memperkenalkan identitas berharga Gereja Siro-Malankara serta berpartisipasi aktif dalam kehidupan menggereja.
Ia mengajak seluruh umat untuk tetap bersatu dengan Uskup Agung Mayor dan Sinode Para Uskup mereka, sambil terus memelihara warisan iman yang telah diterima.
Mengingat reputasi Santo Tomas sebagai teladan kehidupan keluarga yang kuat dan saleh dalam komunitas-komunitas Kristen, Paus berdoa agar iman yang teguh terus bertumbuh di rumah-rumah dan hati umat, terutama di kalangan generasi muda.
