Cari

Paus: Di Tengah Dunia yang Penuh Konflik, Kerahiman Allah Mampu Mengubah Hidup Kita

Paus Leo XIV menyoroti kekuatan kerahiman Allah yang tanpa batas di tengah dunia yang didera ketegangan dan kekerasan yang merusak tatanan relasi antarmanusia. Pesan tersebut disampaikannya pada platform video dalam rangka Kongres Apostolik Sedunia tentang Kerahiman Ilahi yang berlangsung di Lithuania dari tanggal 7 hingga 12 Juni.

Oleh Isabella H. de Carvalho

Di tengah dunia yang diwarnai oleh berbagai ketegangan dan kekerasan, kita perlu senantiasa mengingat bahwa kerahiman Allah tidak jua terbatas dan memiliki daya kekuatan nyata untuk mengubah hati kita. Demikian ditegaskan oleh Paus Leo XIV dalam pesan video yang dirilis pada hari Minggu, 7 Juni, untuk Kongres Apostolik Sedunia tentang Kerahiman Ilahi.

“Di tengah pusaran kekerasan yang meracuni relasi dan menghancurkan kehidupan, kerahiman Allah meminta untuk diizinkan masuk ke dalam hati kita dengan kekuatan pembaruannya yang menakjubkan,” ungkap Paus.

“Kerahiman inilah yang mampu membalikkan dan mengubah hidup kita, membuka jalan bagi kasih dan pengampunan sebagai ciri khas dari wajah Allah yang dimanifestasikan melalui diri kita.”

Kongres Apostolik Sedunia tentang Kerahiman Ilahi yang ke-6 ini diselenggarakan di Vilnius, Lithuania. Acara berskala internasional yang diadakan setiap tiga tahun sekali di negara yang berbeda ini berfokus pada pewartaan dan promosi Kerahiman Ilahi melalui rangkaian kesaksian, ceramah, kegiatan budaya, liturgi, dan berbagai agenda keagamaan lainnya.

Dalam pesan videonya, Paus menyampaikan salam hangat kepada Yang Kudus Patriark Bartolomeus dari Konstantinopel yang turut menghadiri acara tersebut, serta kepada Uskup Agung Vilnius Gintaras Grušas, Presiden Lithuania Gitanas Nausėda, dan seluruh peserta kongres. Paus juga mengenang bagaimana inisiatif mulia ini dahulu “sangat diinginkan dan digagas” oleh Santo Yohanes Paulus II.

Allah Tak Pernah Lelah Menunjukkan Kerahiman-Nya

Dalam pesan video tersebut, Paus menggarisbawahi bahwa di dalam “dunia saat ini, dengan begitu banyak ketakutan dan kecemasan, ketegangan serta peperangan,” terdapat “kebutuhan yang kian mendesak akan hadirnya kedamaian, baik di dalam hati setiap individu maupun antarbangsa.”

“Allah tidak pernah lelah menunjukkan kerahiman-Nya,” tegas Paus, sembari menambahkan bahwa kasih-Nya “bertahan untuk selama-lamanya, dan betapa dunia kita saat ini sedang menjerit memohon kerahiman di setiap lini kehidupan!”

Sembari mengutip Santo Agustinus yang menyatakan bahwa satu-satunya harapan bagi dirinya adalah berada dalam “kerahiman Allah yang amat besar,” Paus menekankan bahwa sungguh, merupakan sebuah sumber sukacita dan harapan “ketika kita mengalami sendiri betapa rahimnya Allah terhadap kita masing-masing.”

Kendati demikian, ia menjelaskan bahwa kedamaian “yang sangat kita dambakan tidak akan pernah dapat dicapai tanpa adanya kerahiman.”

“Oleh karena itu, mari kita satukan rasa percaya kita pada kerahiman Allah yang tanpa batas dengan komitmen pribadi kita untuk membangun masyarakat yang lebih menyambut dan penuh rahim, dimulai dari lingkungan keluarga kita masing-masing,” imbaunya.

Sebagai penutup, Paus mendorong para peserta yang hadir untuk membawa pulang ke komunitas mereka masing-masing buah-buah rohani yang telah mereka kumpulkan dari pertemuan internasional ini, seraya memberikan Berkat Apostoliknya.

07 Jun 2026, 17:32