Paus kepada Para Uskup: Di Tengah Polarisasi, Gereja Harus Menjadi Saksi Kesatuan dalam Keberagaman

Dalam pertemuan dengan para Uskup Spanyol, Paus Leo XIV mengingatkan bahwa kekuatan Gereja tidak berasal dari sumber daya yang dimilikinya, melainkan “dari kekudusan anak-anaknya.” Ia mendorong para uskup untuk terus melangkah dalam perjalanan sinodal, tetap terbuka terhadap dialog, membangun komunitas, serta memperkuat persekutuan dengan menyembuhkan berbagai perpecahan.

Oleh Deborah Castellano Lubov

“Kekuatan Gereja tidak berasal dari besarnya sumber daya yang dimilikinya, melainkan dari kekudusan anak-anaknya, dari persekutuan para gembalanya, dan dari kesetiaan yang rendah hati serta tekun dari mereka yang membiarkan diri dibimbing oleh Roh Kudus.”

Demikian ditegaskan Paus Leo XIV saat bertemu dengan para Uskup Spanyol di markas Konferensi Waligereja Spanyol di Madrid, Senin pagi.

Sambil menguatkan iman dan komitmen mereka di tengah berbagai tantangan, Paus mengatakan bahwa para Uskup Spanyol dipanggil untuk “menjaga kesatuan, memupuk dialog, menyembuhkan perpecahan, dan mendampingi perjalanan umat yang dipercayakan kepada pelayanan Anda.”

“Kita Berjalan di Belakang-Nya”

Dalam sambutannya, Paus mengingatkan bahwa “Tuhanlah yang memimpin kita” dan bahwa Dialah “Tuan atas sejarah dan atas setiap kisah hidup kita.”

“Dialah,” kata Paus Leo, “yang menentukan iramanya. Kita berjalan di belakang-Nya; bahkan, kita berjalan bersama-Nya sebagai anggota dari satu tubuh yang sama.”

Menurut Paus, ikatan yang mendalam ini menuntut agar Gereja, “di tengah zaman yang semakin ditandai oleh polarisasi dan perpecahan, mampu memberikan kesaksian tentang kesatuan dalam keberagaman.”

Bapa Suci mengajak Gereja di Spanyol untuk membangun persekutuan yang mampu merangkul kekayaan anugerah, karisma, dan berbagai kepekaan yang berbeda. Dalam tugas ini, katanya, pelayanan seorang uskup memiliki arti yang sangat penting.

Menjaga Iman dengan Penuh Kasih

“Kita dipanggil,” kata Paus Leo, “untuk menjadi tanda nyata persekutuan: pertama-tama persekutuan dengan Kristus, dengan menjaga secara penuh kasih iman yang telah kita terima, dalam ketaatan kepada Sabda Allah dan Tradisi Hidup Gereja.”

Paus Leo XIV berfoto bersama para Uskup Spanyol saat pertemuan di markas Konferensi Waligereja Spanyol di Madrid.
Paus Leo XIV berfoto bersama para Uskup Spanyol saat pertemuan di markas Konferensi Waligereja Spanyol di Madrid.   (@Vatican Media)

Menurut Paus, hal itu menuntut kehidupan yang nyata dalam persekutuan dengan Penerus Santo Petrus dan Gereja universal, dengan para imam, komunitas keuskupan, hidup bakti, gerakan-gerakan Gereja, berbagai asosiasi, dan setiap karisma autentik yang dianugerahkan Roh Kudus demi kebaikan bersama.

Karena itu, Bapa Suci meminta para uskup untuk memajukan persatuan dan mendampingi umat mereka agar dapat berkontribusi pada “vitalitas misioner” Gereja.

“Gereja yang memiliki kedamaian batin,” kata Paus Leo, “akan mampu berbicara dengan lebih bebas kepada saudara-saudari dari denominasi Kristen lainnya dan agama-agama lain, kepada mereka yang tidak beriman, kepada otoritas sipil, dan kepada semua orang yang berkehendak baik yang bekerja demi kebaikan bersama.”

Paus juga mendorong para uskup untuk tetap dekat dengan kaum muda, para seminaris, serta mereka yang berada dalam situasi rentan.

Menyerahkan Pelayanan kepada Bunda Maria

Selanjutnya, Paus mengingatkan bahwa tahun ini menandai peringatan 500 tahun tahbisan imamat Santo Yohanes dari Avila, pelindung para imam Spanyol.

Ia juga mengenang perkataan Paus Santo Yohanes Paulus II yang pernah menyebut Spanyol sebagai “Tanah Maria”.

Menyebut Maria sebagai “Bunda Persekutuan dan Harapan”, Paus Leo mengatakan bahwa para uskup memiliki dalam diri Maria “rekan seperjalanan pertama dan harta terbesar mereka.”

Maria, katanya, menunjukkan kepada umat beriman bagaimana menerima Sabda Allah dan menyimpannya dalam hati, mendampingi para murid dalam perjalanan mereka, serta tetap hadir sepanjang perjalanan Gereja.

“Kepadanya,” kata Paus, “saya mempercayakan pelayanan Anda, agar ia membantu Anda di tengah umat yang dipercayakan kepada reksa pastoral Anda.”

Menjaga Kehidupan Imamat

Paus juga mengingatkan bahwa Santo Yohanes dari Avila pernah digambarkan oleh Paus Santo Paulus VI sebagai “guru kehidupan rohani yang bijaksana dan penuh kasih, pembaru teladan kehidupan gerejawi dan kebiasaan Kristiani,” sekaligus “seorang imam sederhana.”

Dalam diri Pujangga Gereja yang kudus itu, kata Paus Leo, Gereja menemukan gambaran kehidupan imamat yang harus dijaga dan dipupuk oleh setiap uskup di dalam presbiteriumnya.

Dalam konteks ini, Paus menegaskan bahwa rekan terdekat para uskup dalam perjalanan tersebut adalah para “imam sederhana” dalam arti yang paling luhur dan menuntut dari istilah itu: para imam yang mencintai Kristus, berakar dalam doa, setia kepada Gereja, dekat dengan umat, serta mampu memadukan ajaran yang sehat, semangat kerasulan, dan kasih pastoral.

Uskup Harus Menjadi Bapa bagi Para Imam

Paus menegaskan bahwa para imam harus menemukan dalam diri uskup mereka bukan hanya seorang pemimpin yang memiliki otoritas, melainkan seorang bapa yang mendampingi mereka.

Di dalam sesama imam, mereka harus menemukan saudara-saudara yang dapat berbagi suka dan duka dalam peziarahan hidup yang penuh perjumpaan ini, sebuah perjalanan di mana semua orang mencari Kristus.

Menutup pesannya, Paus Leo mengutip doa Santo Yohanes dari Avila yang mengingatkan bahwa setiap pembaruan Gereja lahir dari hati yang dibentuk menurut hati Kristus.

“Jika Engkau memerintahkanku, Tuhan, untuk melakukan apa yang Engkau lakukan, berilah aku hati-Mu.”

Karena itu, Paus mengajak seluruh umat untuk berdoa:

“Tuhan, berilah kami hati-Mu, hati yang mampu mengarahkan pandangan kepada-Mu, berani melangkah, mau mendengarkan, mampu melakukan discernment, melayani, menegur dengan kasih, mendampingi dengan kesabaran, dan mewartakan dengan sukacita.”

“Gereja yang menerima hati Kristus,” tutup Paus Leo, “membawa bersamanya tiang api yang membimbing, menopang, melindungi, dan menghiburnya—bekal yang diperlukan untuk menghadapi setiap tantangan.”

Tonton video lengkap pertemuan Paus Leo XIV dengan para Uskup Spanyol:
08 Jun 2026, 13:56