Cari

Kunjungan Paus ke yang paling rentan di awal kunjungan apostolik

Paus Leo XIV menegaskan solidaritas dan perjumpaan pribadi dalam kunjungan ke proyek sosial CEDIA 24 Horas di Madrid, dalam hari pertama kunjungan apostolik sepekan yang juga akan membawanya ke Barcelona dan Kepulauan Canary.

Oleh Linda Bordoni

Di hari pertama kunjungan Apostoliknya ke Spanyol, Sabtu 6 Juni 2026, Paus Leo XIV menghabiskan waktu dengan staf, relawan dan penerima manfaat dari center yang dijalankan oleh Caritas yang membantu orang-orang tunawisma dan situasi rawan lainnya.

Proyek sosial  CEDIA 24 Horas di distrik Madrid’s Lucero terbuka 24 hours setiap hari untuk orang orang yang butuh tempat tidur, bimbingan sosial, dukungan psikologis dan pelayan dasar.

Tiba di tempat itu setelah bertemu dengan sekitar 40 orang penyandang disabilitas dan penyakit, Paus disambut oleh Uskup Agung Madrid, Kardinal José Cobo Cano, dan  direktur CEDIA, yang membawa Paus mengelilingi tempat itu dan memperkenalkan para staf. Sesudah mendengarkan ucapan selamat datang, Paus mendengarkan kesaksikan Niurka, Wanita dari Kuba, dari Khadri, seorang pria dari Senegal, yang mendapatkan dukungan dan masa depan di CEDIA, dan dari Alicia, seorang relawan yang mewakili banyak orang untuk mempertahankan jangkauan sosial Gereja. Setiap orang mempersembahkan kenang-kenangan kepada Paus Leo.

Mengungkapkan rasa sukacitanya dalam permulaan kunjungan di Madrid, Paus Leo mengutip ucapan Kardinal Cobo yang mengatkan,”Setiap orang yang ada di Madrid adalah orang Madrid.”

“Begitu juga dengan saya, saya hadir di sini di antara anda sebagai sesama Madrilenian,” katanya, berterimakasih atas sambutan yang membuatnya merasa jadi bagian dari “keluarga besar dan hebat.”

Paus Leo XIV  di CEDIA 24 Horas centre di Madrid
Paus Leo XIV di CEDIA 24 Horas centre di Madrid   (@Vatican Media)

Tempat di mana tidak ada orang merasa sendirian

Merefleksikan atas karya di Center itu, Paus menggambarkannya sebagai sebuah tempat di mana solidaritas hidup secara nyata.” Di dalam rumah ini, tidak seorangpun merasa sendirian,” katanya. “Di sini, duka dan kebahagiaan setiap  orang adalah juga duka dan kebahagiaan semua.”

Dia mencatat bahwa karya yang dilakukan di CEDIA  mengikuti teladan Kristus, yang mengidentifiasikan diriNya sendiri dengan mereka yang menderita dan yang mengajarkan apa saja yang telah dilakukan untuk “yang paling hina di antara mereka” dilakukan untuk Dia.

Paus menghubungkan dengan lagu yang dinyanyikan dalam acara itu, yang mengatakan  – “dalam setiap mimpi aku mencarimu, dan tidak ada satupun yang sia-sia”- menyimpulkan kedua kesaksian yang telah dia dengarkan dan dalam karya harian yang dilaksanakan oleh Center tersebut.

Pope Leo XIV di CEDIA 24 Horas centre di Madrid
Pope Leo XIV di CEDIA 24 Horas centre di Madrid   (@Vatican Media)

Cerita cerita pengharapan

Paus Leo merefleksikan kisah kisah yang dibagikan oleh Niurka, Khadry and Alicia.

Dia mengatakan,” berkat “sebuah mimpi dan sebuah pintu kecil yang terbuka – kecil dalam ukuran, tapi melimpah dalam Rahmat,” Niurka telah mampu memberikan anak-anaknya “kehidupan, cinta keibuannya, Rahmat Pembaptisan dan harapan akan masa depan gembira.”

Dia juga mengingatkan kisah perjalanan Khadry melalui “Lorong gelap pandemi dan perjalanan penuh ketidakpastian,” mengingatkan  bahwa dengan bantuan orang lain, dia telah menemukan pekerjaan dan mendapatkan kembali harapannya.

Bicara tentang Alicia dan para relawan di Proyek Pengharapan, Paus menggaris bawahi usaha mereka untuk membantu wanita memulai kehidupan baru dan memulihkan martabat, kebebasan dan harapan.

Hadiah yang diserahkan kepadanya selama pertemuan itu mempunyai pesan, katanya.  Pita yang membawa nama nama anak anak menandakan sukacita pada setiap kelahiran, sementara izin tinggal bicara tentang komitmen, kejujuran dan sambutan. Sandal, mengingatkan pertemuan Musa dengan Tuhan di Horeb, mengingatkan kembali kepada “Tanah Suci” yang membuat kita menghormasi setiap kehidupan manusia.

Paus Leo XIV di CEDIA 24 Horas centre di Madrid
Paus Leo XIV di CEDIA 24 Horas centre di Madrid   (@Vatican Media)

Suasana Gua Natal yang penuh damai

Paus mencatat bahwa Madrid dikenal akan adegan- adegan di kandang domba yang dipamerkan selama musim Natal.

Dia katakan bahwa cahaya, suara-suara dan bunyi-bunyian yang berkaitan dengan Natal disajikan selama setahun di tempat-tempat di mana orang bertemu dalam acara amal.

Menggambarkan Center itu sendiri, dia mengatakannya sebagai”suasana gua natal yang penuh damai yang dipersiapkan “dari hari ke hari –  siang dan malam – untuk Yesus, hadir dalam diri orang orang yang datang ke pintu depan Center untuk mencari bantuan.”

Amal tidak mengijinkan penundaan

Tema yang dipilih untuk Perjalanan Apostolik ini diambil dari kata-kata Yesus sendiri,”Lihatlah ke sekitarmu,” dan Paus menerangkan bahwa kata-kata ini mengundang umat Kristen untuk mencari ladang-ladang yang sudah siap dipanen dan mengingatkan bahwa “karya amal tidak mengijinkan penundaan.”

“Kalau gandum tidak dipanen ketika sudah matang, panen gagal,” katanya, dan menambahkan bahwa dalam setiap pertemuan dengan orang yang membutuhkan adalah kesempatan unik untuk mencintai dan melayani.

Paus juga memperingatkan sikap yang meminimalkan pentingnya pelayanan amal dalam kehidupan Gereja.

“Kaum miskin tidak bisa diabaikan kalau kita masih tetap berada dalam arus besar kehidupan Gereja yang sumbernya adalah Injil dan menghasilkan buah-buah setiap waktu dan di setiap tempat,” katanya.

Paus Leo XIV  di CEDIA 24 Horas centre di Madrid
Paus Leo XIV di CEDIA 24 Horas centre di Madrid   (@Vatican Media)

Tataplah orang lain ke dalam matanya

Di bagian akhir pidatonya, Paus Leo merefleksikan pentingnya perjumpaan pribadi. Mengenang ajaran dari almarahum Paus Fransiskus, dia bertanya apakah orang-orang sungguh-sungguh menatap mata orang orang yang mereka bantu dan menghargai martabat mereka.

“Amal tidak sama dengan filantropi,” katanya,  mengutip pendahulunya, dan dia mengenang ajaran Paus Fransiskus bahwa orang orang yang sungguh-sungguh mencintai “berbuat lebih dari sekedar amal, mereka mendengarkan, mereka terlibat, mereka mencoba memahami dan ikut mengatasi situasi sulit dan penyebabnya.”

Percayakan kepada Bunda Maria

Menutup pidatonya, Paus Leo mempercayakan para staf, relawan dan penerima manfaat dari Center itu kepada Bunda Perawan Maria.

Mendoakan semoga roh keibuannya tetap mengilhami karya mereka dengan kata kata:”Ajari kami untuk selalu melihatmu sebagai Ibu, mata air belas kasih, pelukan pengampunan, rangkulan harapan, gerbang Kemuliaan.”

06 Jun 2026, 19:53