Il Papa � arrivato al molo dei migranti a Gran Canaria

Kunjungan Paus ke Tenerife Soroti Krisis Imigran

Pada hari terakhir perjalanan Apostoliknya di Spanyol, Paus Leo melakukan perjalanan ke Tenerife, salah satu titik kedatangan utama para imigran Afrika yang mempertaruhkan nyawa melintasi Samudra Atlantik. Paus berupaya menarik perhatian internasional terhadap penderitaan yang tersembunyi di balik statistik migrasi serta menegaskan kembali kedekatan Gereja dengan mereka yang terpaksa meninggalkan tanah airnya.

Oleh Romo Paul Samasumo, Tenerife

Pada etape terakhir Perjalanan Apostoliknya ke Spanyol, Paus Leo menghabiskan hari itu di Tenerife, wilayah paling selatan Eropa.

Sebagai Gembala Universal, Paus Leo datang untuk meneguhkan umat beriman di pulau yang diberkahi dengan iklim subtropis yang sejuk sepanjang tahun ini.

Namun tak terbantahkan bahwa persoalan migrasi menjadi pusat perhatian dalam kunjungan ke pulau tersebut.

Selama bertahun-tahun, Tenerife telah menjadi tujuan para imigran dari Afrika Utara dan Afrika Barat, terutama karena letak geografisnya.

Posisinya yang berada di lepas pantai barat laut Afrika menjadikannya salah satu tujuan terdekat ke daratan Eropa, bagi para imigran yang menyeberangi Samudra Atlantik.

Tenerife dari kejauhan
Tenerife dari kejauhan   (AFP or licensors)

Namun penyeberangan tersebut merupakan salah satu jalur migrasi paling mematikan bagi para imigran Afrika. Sebagian besar dari mereka melarikan diri dari perang, ketidakstabilan ekonomi, konflik politik, dan perubahan iklim yang melanda negara asal mereka.

Banyak yang mencoba menyeberangi lautan yang ganas itu akhirnya kehilangan nyawa. Hanya sebagian kecil yang berhasil selamat dan tiba di tempat-tempat seperti Tenerife.

Perjalanan-perjalanan itu merupakan perjalanan penuh keputusasaan yang dilakukan oleh mereka yang telah kehilangan segalanya di tanah kelahirannya dan merasa satu-satunya pilihan yang tersisa adalah pergi, menyerahkan hidup mereka kepada jaringan kriminal yang menyelundupkan mereka melalui jalur-jalur yang berbahaya, penuh kekerasan, dan tidak aman.

Paus Leo berada di Tenerife karena ia ingin dunia tidak menutup mata terhadap apa yang terjadi di sana. Syukurlah, berkat pengawasan Uni Eropa, jumlah imigran yang tiba di Tenerife dilaporkan telah menurun drastis hingga sekitar 65 persen.

Menariknya, Paus Fransiskus sebelumnya juga ingin mengunjungi Kepulauan Canaria untuk menunjukkan perhatian pada penderitaan para imigran di sana. Di mana pun Paus Fransiskus berada di surga saat ini, tentu akan bersukacita karena penerusnya, Paus Leo, telah mewujudkan perjalanan tersebut.

Paus Leo di Tenerife
Paus Leo di Tenerife   (@Vatican Media)
12 Jun 2026, 16:57