Hari Ketiga di Spanyol: Hari Ini Gereja di Madrid Mencetak Gol yang Tak Terlupakan

Pada hari penuh terakhirnya di Madrid, Paus Leo XIV menjalani agenda yang padat dengan melakukan kunjungan bersejarah ke Parlemen Spanyol, bertemu dengan para korban pelecehan, berdoa di Katedral Almudena, serta menghabiskan malam bersama sekitar 80.000 umat dari Keuskupan Agung Madrid.

Oleh Kielce Gussie – Madrid

Pada hari penuh terakhir kunjungannya di Madrid, Paus Leo XIV melakukan kunjungan bersejarah ke Parlemen Spanyol di Kongres Deputi dan merefleksikan sejumlah isu penting yang saat ini menjadi perhatian dunia: martabat manusia, migrasi, perlindungan kehidupan, perlombaan senjata, keluarga, kecerdasan buatan (AI), dan perdamaian.

Menurut Paus, untuk membangun masyarakat yang adil, fondasinya haruslah pengakuan terhadap martabat setiap manusia yang tidak dapat diganggu gugat.

Dalam konteks itu, Paus menyoroti “drama tragis migrasi” yang menurutnya menjadi tantangan bagi hati nurani bangsa-bangsa dan fondasi etis dunia saat ini.

Paus Leo XIV menyampaikan pidato dalam kunjungan bersejarahnya ke Parlemen Spanyol di Kongres Deputi, Madrid. Dalam pidatonya, Paus menyoroti martabat manusia, migrasi, keluarga, kecerdasan buatan, dan perdamaian dunia.
Paus Leo XIV menyampaikan pidato dalam kunjungan bersejarahnya ke Parlemen Spanyol di Kongres Deputi, Madrid. Dalam pidatonya, Paus menyoroti martabat manusia, migrasi, keluarga, kecerdasan buatan, dan perdamaian dunia.   (@Vatican Media)

“Mereka yang berada dalam situasi migran dan pengungsi membutuhkan tanggapan yang berpusat pada manusia, mengatasi akar persoalan yang memaksa mereka meninggalkan tanah air, dan melampaui sekadar pengelolaan arus migrasi,” tegasnya.

Melanjutkan refleksinya, Paus menekankan bahwa setiap perang pada akhirnya merupakan “kekalahan yang menyakitkan” dari kemampuan manusia untuk bernegosiasi.

“Senjata mungkin dapat memaksakan keheningan sementara,” katanya, “tetapi tidak pernah mampu membangun perdamaian yang sejati dan bertahan lama.”

Pidato Paus Leo disambut dengan tepuk tangan yang berlangsung lebih dari tujuh menit.

Menjadi Gereja yang Hidup dalam Damai

Usai berbicara di Parlemen, Paus langsung melanjutkan perjalanannya untuk bertemu dengan para Uskup Spanyol. Meskipun audiens yang dihadapi berbeda, pesannya tetap jelas dan lugas.

Ia mengajak para uskup untuk “menjaga kesatuan, memupuk dialog, menyembuhkan perpecahan, dan mendampingi perjalanan umat yang dipercayakan kepada pelayanan mereka.”

Paus Leo XIV bertemu dengan para Uskup Spanyol di markas Konferensi Waligereja Spanyol di Madrid. Ia mengajak para gembala Gereja untuk memperkuat persatuan, dialog, dan semangat sinodalitas.
Paus Leo XIV bertemu dengan para Uskup Spanyol di markas Konferensi Waligereja Spanyol di Madrid. Ia mengajak para gembala Gereja untuk memperkuat persatuan, dialog, dan semangat sinodalitas.   (@Vatican Media)

Paus mengingatkan bahwa “kekuatan Gereja tidak berasal dari besarnya sumber daya yang dimilikinya, melainkan dari kekudusan anak-anaknya, dari persekutuan para gembalanya, dan dari kesetiaan yang rendah hati serta tekun dari mereka yang membiarkan diri dibimbing oleh Roh Kudus.”

Paus Leo menjelaskan bahwa Gereja perlu memiliki kedamaian batin agar dapat berbicara dengan lebih bebas kepada umat Kristiani dari denominasi lain, para penganut agama lain, mereka yang tidak beriman, otoritas sipil, serta semua orang yang berkehendak baik yang bekerja demi kebaikan bersama.

Sebuah Pertemuan Pribadi

Di sela-sela berbagai agenda publiknya, Paus Leo juga mengadakan audiensi pribadi dengan para korban pelecehan yang dilakukan oleh anggota klerus di Spanyol.

Direktur Kantor Pers Takhta Suci melaporkan bahwa Paus bertemu dengan enam korban dan percakapan tersebut berlangsung hampir satu jam.

Para korban menyampaikan berbagai “usulan yang bertujuan membuat tanggapan Gereja terhadap kasus-kasus tragis seperti ini menjadi lebih efektif.”

Direktur Kantor Pers Takhta Suci menjelaskan bahwa “para korban merasakan bahwa Paus sungguh memikul penderitaan mereka dalam hatinya.”

Merobohkan Tembok

Pada malam harinya, Paus meluangkan waktu untuk berdoa dan berdevosi di Katedral Santa Maria Almudena di Madrid, pelindung Keuskupan Agung Madrid.

Merefleksikan kisah runtuhnya tembok kota yang kemudian menyingkap patung Bunda Maria yang tersembunyi di dalamnya, Paus menegaskan bahwa “untuk membangun sesuatu yang baru, indah, dan bertahan lama, kita harus bersedia merobohkan tembok-tembok yang menghalangi.”

Patung Santa Perawan Maria Almudena, pelindung Kota Madrid dan Keuskupan Agung Madrid, yang ditemukan di dalam tembok kota pada tahun 1085.
Patung Santa Perawan Maria Almudena, pelindung Kota Madrid dan Keuskupan Agung Madrid, yang ditemukan di dalam tembok kota pada tahun 1085.   (@Vatican Media)

Paus Leo mengajak seluruh umat agar tidak pernah goyah dalam memberikan kesaksian iman dan mengarahkan pandangan mereka kepada Bunda Maria.

Jadilah Kitab Suci yang Terbuka

“Saya membayangkan bahwa bagi seorang pemain sepak bola, mencetak gol di stadion ini adalah sesuatu yang akan membekas sepanjang hidupnya. Namun hari ini, Gereja di Madrid telah mencetak gol yang sungguh tak terlupakan!”

Demikian ungkapan Paus Leo saat berbicara di Stadion Santiago Bernabéu yang legendaris.

Di stadion yang biasanya menjadi arena pertandingan sepak bola itu, Paus mengalihkan perhatian dari kemenangan duniawi menuju kemenangan yang lebih mendalam dan bermakna.

Berbicara kepada sekitar 80.000 umat dari komunitas Keuskupan Madrid, ia memuji mereka karena telah membangun “keluarga Gereja yang indah.”

Dalam pidatonya, Paus menyoroti pentingnya nyanyian dan musik sebagai simbol kehidupan Gereja. Ia juga mengajak semua orang untuk kembali mempelajari seni rohani berupa kebaikan hati.

Tanpa kebaikan hati, katanya, pewartaan Injil berisiko berubah menjadi pengulangan yang impersonal, kehilangan daya pengaruhnya, serta membuka ruang bagi frustrasi dan ketidakpercayaan.

Sekitar 80.000 umat memenuhi Stadion Santiago Bernabéu di Madrid untuk menyambut Paus Leo XIV dalam pertemuan akbar bersama Komunitas Keuskupan Agung Madrid.
Sekitar 80.000 umat memenuhi Stadion Santiago Bernabéu di Madrid untuk menyambut Paus Leo XIV dalam pertemuan akbar bersama Komunitas Keuskupan Agung Madrid.   (@Vatican Media)

Keterangan Foto: Sekitar 80.000 umat memenuhi Stadion Santiago Bernabéu di Madrid untuk menyambut Paus Leo XIV dalam pertemuan akbar bersama Komunitas Keuskupan Agung Madrid. (Vatican Media)

Paus mengingatkan agar umat tidak takut. Bersama-sama sebagai Gereja keuskupan, kata dia, Madrid dapat memberikan kesaksian Injili yang membangkitkan kekuatan terbaik dalam diri manusia, yang setiap hari dibombardir oleh berbagai gambar dan kata-kata, tetapi tetap lapar akan keadilan dan haus akan kebenaran.

Menutup pertemuan tersebut, Paus kembali mengangkat tema musik Injil yang mampu menyentuh hati dan membuat setiap orang merasa diterima.

“Jadilah bagi semua orang seperti Kitab Suci yang terbuka,” katanya.

“Kasih adalah bahasa yang membuat setiap orang merasa berada di rumahnya sendiri.”

09 Jun 2026, 00:40