Hari Keempat di Spanyol: dari Madrid Menuju Barcelona

Pada hari keempat Perjalanan Apostoliknya ke Spanyol, Paus Leo XIV mengakhiri rangkaian kegiatannya di Madrid dengan bertemu para relawan sebelum terbang menuju Barcelona, kota terbesar di wilayah timur laut negara itu.

Oleh Kielce Gussie – Las Palmas de Gran Canaria

Untuk mengakhiri kunjungannya di ibu kota Spanyol, Paus Leo XIV menghabiskan pagi terakhirnya di Madrid dengan bertemu para relawan yang telah mengabdikan waktu dan tenaga mereka demi menyukseskan kunjungan apostolik tersebut.

Kepada mereka, Paus menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam. Ia memuji kemurahan hati para relawan yang dengan cepat menjawab panggilan pelayanan.

“Setiap dari kalian memberikan apa yang dapat kalian berikan, dengan mempersembahkan hati, tangan, gagasan, talenta, dan senyuman,” kata Paus. “Semoga Tuhan membalas kalian dengan cara yang hanya Dia sendiri yang mengetahuinya.”

Paus Leo juga mengajak seluruh umat Kristiani untuk membawa “ragi ketulusan dan sikap tanpa pamrih” kepada dunia.

“Sikap tanpa pamrih bagaikan ragi yang membuat dimensi kemanusiaan, etika, dan spiritual dalam masyarakat bertumbuh. Itulah salah satu ciri khas ‘Kota Allah’,” ujarnya.

Memulai Bagian Kedua Perjalanan Apostolik

Sekitar tengah hari, Paus Leo tiba di tujuan kedua Perjalanan Apostoliknya, yakni Barcelona.

Di Katedral Salib Suci dan Santa Eulalia, ia memulai rangkaian kegiatan dengan doa tengah hari setelah disambut ribuan umat yang memadati jalan-jalan kota.

Dengan kemampuan bahasa yang dimilikinya, Paus menyampaikan homili dalam perpaduan bahasa Katalan dan Spanyol.

Ia mengajak umat merenungkan dua gambaran Gereja, yakni Mempelai dan Tubuh Kristus.

Menurut Paus, komunitas Katolik Barcelona yang kaya akan aneka karunia, kharisma, dan kisah hidup menjadi cerminan nyata dari gambaran Gereja sebagai Mempelai Kristus.

Di sisi lain, seluruh umat juga merupakan satu tubuh dalam Kristus. Sebagaimana tubuh memiliki anggota yang kuat dan yang lemah, demikian pula Gereja memiliki beragam peran yang saling melengkapi.

Sebagian anggota Gereja tampak menonjol dalam pelayanan, sementara yang lain berkarya secara tersembunyi.

Dalam konteks itulah Paus mengajak umat menjadikan persatuan sebagai prioritas.

“Kita kuat karena kita bersatu, dan kita bersatu karena kita digerakkan oleh Roh yang sama,” tegasnya.

Kita Diciptakan untuk yang Tak Terbatas

Pada malam pertamanya di Barcelona, Paus Leo bertemu kaum muda di Stadion Olimpiade Lluís Companys.

Ia mendengarkan tiga kesaksian yang mengangkat tema pertobatan, kesehatan mental, kekerasan, dan penderitaan.

Paus kemudian memberikan tanggapan atas masing-masing kesaksian tersebut.

Kepada Ferran, seorang pemuda yang menceritakan kehampaan yang ia rasakan meskipun telah meraih berbagai keberhasilan duniawi, Paus menegaskan bahwa manusia diciptakan untuk sesuatu yang lebih besar.

“Kita diciptakan untuk yang tak terbatas. Karena itu setiap cakrawala yang terbatas, setiap langkah, dan setiap pencapaian, meskipun memuaskan, selalu mendorong kita untuk terus mencari,” katanya.

Paus mengajak Ferran dan seluruh kaum muda untuk melihat ke dalam diri mereka serta tidak membiarkan diri terseret oleh ritme kehidupan yang terlalu cepat.

Kepada Carmina, seorang perempuan muda yang menceritakan perjuangannya melawan depresi, Paus mengatakan bahwa kondisi tersebut menunjukkan adanya sesuatu yang tidak sehat dalam pemahaman tertentu tentang kemajuan.

“Ini merupakan tanda bahwa ada sesuatu yang sangat keliru dalam konsep kemajuan yang menempatkan manusia di bawah tekanan, harapan, dan ketegangan yang merusak keseimbangan hidup,” ujarnya.

Paus juga mengajak Carmina memandang sengsara Kristus sebagai sumber penghiburan dalam masa-masa gelap kehidupannya.

Kepada Cecilia, yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga, kecanduan, dan perpisahan dari keluarganya, Paus berbicara tentang pengampunan.

“Kita harus belajar memandang pengampunan—obat yang sangat kuat melawan kejahatan dan yang menyembuhkan luka batin—sebagai sebuah proses dan perjalanan,” katanya.

Kaum muda mendengarkan pesan Paus Leo XIV di Stadion Olimpiade Lluís Companys, Barcelona.
Kaum muda mendengarkan pesan Paus Leo XIV di Stadion Olimpiade Lluís Companys, Barcelona.   (@Vatican Media)

Refleksi Jujur atas Situasi Terkini

Dalam homili setelah pertemuan dengan kaum muda, Paus mengajak masyarakat Spanyol untuk secara jujur menilai berbagai tantangan zaman, termasuk kemiskinan, perpecahan sosial, dan perubahan budaya.

Ia meminta semua pihak memikirkan masa depan seperti apa yang ingin dibangun bersama.

Menurut Paus, dengan cara itulah Spanyol dapat menjadi ruang yang terbuka bagi semua orang, tempat martabat setiap pribadi dihormati dan setiap orang dikasihi sebagaimana adanya.

10 Jun 2026, 00:12