Paus Leo XIV Ajak Seluruh Umat Kristiani Rayakan 2.000 Tahun Penebusan Kristus pada 2033
Oleh Deborah Castellano Lubov
Dalam sambutannya, Paus menyampaikan kegembiraannya atas kunjungan delegasi tersebut yang dinilainya mencerminkan hubungan persaudaraan antara Gereja Katolik dan Gereja Ortodoks Konstantinopel, serta menjadi kelanjutan tradisi saling mengunjungi pada pesta pelindung kedua Gereja.
Paus juga menyampaikan apresiasi kepada Patriark Bartholomew I dan Sinode Suci Patriarkat Ekumenis yang terus menjaga dialog dan kerja sama ekumenis.
Ia mengenang kehadirannya pada perayaan Santo Andreas di Gereja Patriarkal Santo Georgius di Phanar tahun lalu, serta berbagai pertemuannya dengan Patriark Bartholomew yang semakin mempererat persahabatan sekaligus memperkuat komitmen bersama untuk melangkah menuju persatuan penuh seluruh umat Kristiani.
Konsili Nicea menjadi fondasi persatuan
Paus Leo XIV juga menyinggung peringatan 1.700 tahun Konsili Nicea Pertama yang berlangsung di İznik. Menurutnya, peringatan tersebut menjadi kesaksian nyata bahwa umat Kristiani telah memiliki dasar persatuan melalui iman kepada Allah Tritunggal.
Ia menegaskan bahwa Syahadat Nicea tetap menjadi fondasi sekaligus pedoman dalam perjalanan ekumenis karena menunjukkan kesatuan yang tetap memungkinkan adanya keberagaman yang sah di dalam Gereja.
Dunia membutuhkan kesaksian bersama umat Kristiani
Di tengah meningkatnya perang, polarisasi politik, serta perpecahan sosial dan budaya, Paus menilai umat Kristiani memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan tanda perdamaian yang nyata.
Menurutnya, ketika orang-orang Kristen mampu berdamai satu sama lain dan bersatu dalam iman yang sama, mereka akan memberikan kontribusi penting bagi terciptanya perdamaian dunia bersama semua orang yang berkehendak baik.
Paus bahkan mengingatkan bahwa yang dipertaruhkan saat ini bukan hanya kredibilitas pewartaan Injil, melainkan juga masa depan umat manusia.
Kerja sama menghadapi tantangan zaman
Paus Leo XIV menegaskan bahwa tantangan global saat ini menuntut kerja sama yang semakin erat antarumat Kristiani. Tantangan tersebut meliputi upaya membangun perdamaian, penggunaan teknologi baru secara bertanggung jawab, serta kepedulian terhadap kelestarian lingkungan hidup.
Ia menambahkan bahwa tanggung jawab menjaga kehidupan dan martabat setiap manusia—terutama mereka yang paling kecil, miskin, dan rentan—merupakan ukuran utama kehidupan Kristiani sekaligus dasar penilaian atas tanggung jawab moral setiap orang.
Menuju Tahun 2033
Menutup pertemuan tersebut, Paus Leo XIV kembali menyampaikan harapannya agar seluruh denominasi Kristen di dunia bersama-sama mempersiapkan peringatan 2.000 tahun Penebusan Kristus pada 2033.
Momentum itu diharapkan menjadi kesempatan untuk memperbarui panggilan bersama sebagai saksi Kristus yang bangkit serta mempererat langkah menuju persatuan penuh umat Kristiani.
Paus juga menyampaikan terima kasih kepada delegasi Patriarkat Ekumenis Konstantinopel atas komitmen mereka dalam memajukan dialog ekumenis, seraya memohon doa dan penyertaan Allah melalui perantaraan Santo Petrus dan Santo Andreas agar perjalanan menuju kesatuan Gereja terus diberkati.
