Cari

2022.09.30 Sunday Gospel Reflections

Renungan Hari Minggu: "Siapakah yang akan Memisahkan Kita dari Kasih Kristus?”

Pada Hari Minggu Biasa XVIII, Rm. Edmund Power, OSB, mengajak umat merenungkan tema, "Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus?" Melalui bacaan-bacaan liturgi hari itu, ia menegaskan bahwa kasih Allah yang dinyatakan dalam Kristus mengalahkan segala bentuk perpisahan dan mendorong umat untuk mewujudkan belas kasih dalam tindakan nyata.

Oleh Rm. Edmund Power, OSB

Peristiwa penggandaan roti dikisahkan oleh keempat penginjil, bahkan dicatat dua kali oleh Matius dan Markus. Dalam bacaan Injil hari ini, Gereja menyajikan kisah pertama menurut Injil Matius, yakni mukjizat memberi makan lima ribu orang.

Perikop tersebut diawali dengan kalimat bahwa Yesus melihat orang banyak dan tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka. Belas kasih atau kasih itulah yang menjadi pusat permenungan ini, terutama jika dibaca dalam terang bacaan pertama dan bacaan kedua.

Penutup Bab 8 Surat Rasul Paulus kepada umat di Roma merupakan salah satu bagian paling agung dalam Perjanjian Baru dan layak direnungkan secara mendalam. Bagian ini diawali dan diakhiri dengan satu kata kerja yang sarat makna, yaitu "memisahkan."

Secara harfiah, kata tersebut memang memiliki arti yang netral. Namun, ketika diterapkan dalam relasi antarmanusia, kata itu mengungkapkan luka yang sangat mendalam. Perpisahan merupakan inti dari berbagai bentuk kesedihan akibat kehilangan. Di sisi lain, perpisahan juga kadang diperlukan sebagai jalan keluar ketika rekonsiliasi tidak lagi mungkin diwujudkan.

Rasul Paulus membangun sebuah struktur retoris yang menarik melalui kata tersebut. Pertanyaan, "Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus?", dijawab pada bagian akhir dengan penegasan bahwa tidak ada sesuatu pun yang dapat memisahkan kita dari kasih Allah dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.

Di antara kedua penggunaan kata "memisahkan" itu, Paulus menyebutkan berbagai keadaan yang tampaknya dapat memisahkan manusia dari Kristus.

Pertama, ia menyebut tujuh bentuk penderitaan, seperti kesesakan, penindasan, dan berbagai kesulitan lainnya. Selanjutnya ia menyebut sepuluh keadaan lain, dimulai dari maut hingga kehidupan.

Jawaban Paulus terhadap semua kemungkinan itu sangat tegas. Untuk daftar pertama, ia menjawab dengan kata "Tidak!" sebagaimana tertulis dalam ayat 37. Sedangkan untuk daftar kedua, setiap keadaan dibantah satu per satu melalui rangkaian ungkapan "bukan... maupun...", yang diulang berkali-kali.

Di antara kedua rangkaian itu terdapat pernyataan yang menjadi pusat seluruh perikop, yaitu:

"...oleh Dia yang telah mengasihi kita."

Kasih Kristus—belas kasih yang juga digambarkan dalam Injil hari ini—meniadakan setiap bentuk perpisahan antara Allah dan manusia.

Bahkan, struktur tata bahasa dalam teks tersebut turut menegaskan pesan itu. Kedua penggunaan kata "memisahkan" dipisahkan oleh penyangkalan yang kuat terhadap kemungkinan adanya perpisahan melalui sebelas ungkapan yang menegaskan kasih Allah.

Mungkin penjelasan ini terdengar agak teknis. Namun pesannya sangat jelas.

Persatuan kita dengan Kristus, atau kenyataan bahwa kita tidak terpisahkan dari-Nya, sepenuhnya merupakan karya kasih Allah. Dalam bacaan singkat ini, kasih ilahi disebutkan sebanyak tiga kali.

Kasih (agape) Allah yang dinyatakan dalam Kristus itulah yang melahirkan belas kasih dalam Injil hari ini. Belas kasih tersebut bukan sekadar perasaan atau emosi, melainkan diwujudkan dalam tindakan nyata dengan menyediakan roti bagi mereka yang lapar.

Sifat kasih Allah yang diberikan secara cuma-cuma juga ditegaskan dalam bacaan Kitab Yesaya:

"Marilah, belilah anggur dan susu tanpa uang dan tanpa pembayaran."

Ungkapan sinis yang sering terdengar, "tidak ada makan siang yang gratis," dibantah oleh ketiga bacaan liturgi pada Hari Minggu Biasa XVIII Tahun Liturgi A.

Semuanya menegaskan bahwa kasih Allah selalu merupakan anugerah cuma-cuma, yang mengenyangkan, menyelamatkan, dan tidak pernah membiarkan manusia terpisah dari-Nya.

01 Aug 2026, 10:20