Perundingan Lebanon-Israel di Roma Dilaporkan Mengalami Kemajuan
Oleh Nathan Morley
Presiden Lebanon Joseph Aoun mengatakan bahwa telah dicapai kemajuan dalam persoalan perbatasan dan pemulangan tahanan selama perundingan Lebanon-Israel terbaru di Roma.
Aoun mengatakan bahwa perundingan putaran ketujuh tersebut—yang ditentang oleh Hezbollah—berfokus pada empat hal, yakni gencatan senjata, pembongkaran rumah, persoalan perbatasan, serta pemulangan para tahanan. Selain itu, kedua pihak juga membahas penentuan wilayah percontohan.
Ia mengatakan bahwa telah terjadi “kemajuan positif” dalam persoalan perbatasan dan tahanan, seraya berharap agar langkah-langkah konkret dapat segera dilakukan.
Menurut Aoun, pemerintahan Amerika Serikat akan menangani persoalan yang masih tersisa, terutama mengenai gencatan senjata dan wilayah percontohan.
Pernyataan tersebut disampaikan sehari setelah para pejabat Israel dan Lebanon mengakhiri perundingan selama tiga hari di Roma. Pertemuan itu bertujuan memajukan pengaturan keamanan di sepanjang perbatasan serta melaksanakan kerangka kesepakatan yang dicapai di Washington pada akhir Juni.
Situasi di Lebanon Masih Memprihatinkan
Kondisi di Lebanon masih sangat berat.
Bulan lalu, para pakar independen hak asasi manusia yang ditunjuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan bahwa warga sipil menghadapi “dampak yang menghancurkan dan tidak proporsional”. Banyak rumah telah hancur, sejumlah kota terputus dari akses, sementara banyak komunitas di wilayah selatan masih belum dapat dijangkau.
Kementerian Kesehatan Lebanon menyatakan bahwa sedikitnya 4.333 orang tewas selama konflik tersebut, termasuk 392 perempuan dan 253 anak-anak.