Kaum Muda Meksiko Diajak Merangkul Panggilan Misi dengan Penuh Keberanian
Oleh Sr. Christine Masivo, CPS
Keuskupan Agung San Luis Potosí, Meksiko, menjadi tuan rumah Kongres Nasional Kaum Muda Misioner (CONAJUM) ke-15 yang berlangsung pada 23–26 Juli. Kongres ini diselenggarakan oleh Serikat Kepausan Misi (Pontifical Mission Societies/PMS) Meksiko bekerja sama dengan Keuskupan Agung San Luis Potosí.
Sebanyak lebih dari 6.000 kaum muda dari berbagai keuskupan di seluruh Meksiko berkumpul dalam kongres yang mengusung tema, "Bersama Maria, Perawan Penanti, Kaum Muda Pembawa Harapan Melalui Misi."
Misi melampaui zona nyaman
Selama empat hari penyelenggaraan, para peserta diperkaya melalui doa, pembinaan, pengalaman bermisi, serta pembaruan komitmen untuk mewartakan Injil, termasuk melalui dunia digital yang kini semakin berkembang.
Uskup Agung Fortunatus Nwachukwu, Sekretaris Dikasteri Evangelisasi (Seksi Evangelisasi Perdana dan Gereja-Gereja Partikular Baru), menantang kaum muda untuk menjawab panggilan misioner Kristus dengan sepenuh hati.
Ia mengangkat inspirasi dari perintah Injil, "Pergilah ke seluruh dunia dan beritakanlah Injil kepada segala makhluk." Menurutnya, setiap orang Kristiani dipanggil untuk mewartakan Kabar Baik kepada semua orang, baik secara langsung maupun melalui ruang digital.
Dipanggil menebarkan jala ke tempat yang dalam
Uskup Agung Nwachukwu mengajak kaum muda keluar dari lingkungan yang sudah akrab, sebagaimana para murid yang dipanggil meninggalkan tepian Danau Galilea.
"Kalian tidak diutus ke dalam akuarium—ruang kecil yang aman, dapat diprediksi, dan terkendali—melainkan ke lautan luas yang dalam dan terkadang bergelora."
Menurutnya, setiap hati manusia diciptakan untuk menjelajahi cakrawala luas misi Allah.
Ia juga mengingatkan bahwa panggilan misioner dimulai sejak Baptis. Sejak saat itu setiap orang telah diutus dan dipercayakan sebuah tugas, yakni memperkenalkan Kristus kepada dunia, mengasihi-Nya, dan mengikuti-Nya.
Pesannya mengajak kaum muda menaruh kepercayaan penuh kepada Allah dan dengan berani mewartakan Injil di mana pun mereka berada.
Memiliki hati seorang misionaris
Uskup Agung Nwachukwu juga mengajak kaum muda mengembangkan tiga kualitas utama seorang misionaris.
Pertama adalah lepas bebas (detachment), yakni kesediaan meninggalkan segala sesuatu yang menghalangi komitmen yang lebih mendalam kepada Kristus.
Kedua adalah perjumpaan, dengan menyadari bahwa evangelisasi sejati selalu berawal dari hubungan yang autentik dengan sesama, bukan sekadar menyampaikan gagasan atau ajaran.
Terakhir adalah menerima salib, seraya mengakui bahwa karya misi sering kali menuntut pengorbanan, ketekunan, dan kesetiaan, bahkan ketika hasilnya belum segera terlihat.
Menutup pesannya, Uskup Agung Nwachukwu mengajak kaum muda untuk tidak takut menghadapi tantangan misi.
"Lautan kemanusiaan sangatlah luas. Dunia membutuhkan para misionaris. Gereja membutuhkan kalian. Dan Kristus sedang memanggil kalian."
Ia kemudian mengajukan sebuah pertanyaan yang bersifat personal kepada seluruh peserta:
"Apakah kalian bersedia mengorbankan sebagian hidup kalian agar wajah Kristus dapat dikenal oleh orang lain?"
Menjadi murid misioner bagi zaman ini
Kongres tersebut menjadi perayaan keberlanjutan karya misioner Gereja sekaligus ungkapan keyakinan akan masa depan. Pertemuan ini juga berlangsung bertepatan dengan peringatan 100 tahun Hari Minggu Misi Sedunia serta 75 tahun Liga Misioner Kaum Muda Meksiko.
Kongres Nasional Kaum Muda Misioner ke-15 kembali menegaskan komitmen Gereja dalam membentuk kaum muda sebagai murid-murid misioner.
Direktur Nasional Serikat Kepausan Misi Meksiko, Antonio de Jesus Mascorro Tristán, MG, mengatakan bahwa sejak 1982 kegiatan ini telah menjadi sarana penting pembinaan misioner melalui rangkaian konferensi, kesaksian, perayaan Ekaristi, doa, dan kebersamaan.
Salah satu sorotan utama kongres tahun ini adalah perhatian terhadap evangelisasi digital. Para kreator konten Katolik berbagi pengalaman mengenai bagaimana media sosial dapat menjadi ruang baru untuk mewartakan Injil.
Kongres ditutup dengan pawai misioner dan Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Uskup Agung Joseph Spiteri, Duta Besar Takhta Suci untuk Meksiko. Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan berkat dari Paus Leo XIV.
Para peserta meninggalkan kongres bukan sekadar sebagai orang yang telah mengikuti sebuah pertemuan, melainkan dengan komitmen baru untuk kembali ke komunitas masing-masing sebagai murid-murid misioner yang membawa harapan dan sukacita Injil.