Cari

Sr. Maria Małgorzata dari Kongregasi Suster-Suster Maria Imakulata sedang menjalankan pelayanannya. Sr. Maria Małgorzata dari Kongregasi Suster-Suster Maria Imakulata sedang menjalankan pelayanannya.  

Kisah Pelayanan dan Hidup Rohani Biarawati Polandia

Perjalanan panggilan menuju hidup religius bersifat unik bagi setiap perempuan yang membaktikan hidupnya. Sr. Małgorzata Cur, dari Kongregasi Suster-Suster Maria Imakulata, berbagi kisah perjalanan imannya dan bagaimana kehidupan pelayanannya telah menyentuh banyak orang. Jalan panggilannya sejak awal dipengaruhi oleh para Suster Fransiskan Keluarga Maria yang melayani di paroki tempat ia tinggal.

Oleh Sr. Christine Masivo, CPS

Sr. Maria Małgorzata Cur mengenang bahwa perjumpaannya dengan para suster Fransiskan sejak masa kanak-kanak sangat membentuk dirinya. Kehadiran mereka tidak terbatas pada menjalankan tugas-tugas keagamaan, melainkan menjadi kesaksian hidup tentang iman, kerendahan hati, dan kasih tanpa pamrih. Mereka menginspirasinya melalui tindakan pelayanan nyata: mengajar katekese, merawat paroki, serta memberikan bantuan medis kepada keluarga-keluarga yang membutuhkan.

Mereka bersikap terbuka dan menciptakan ruang di mana anak-anak serta anggota masyarakat merasa seperti berada di rumah sendiri. Melalui permainan dan berkebun, mereka menumbuhkan kepercayaan, sukacita, dan rasa memiliki. Pengalaman-pengalaman awal ini menjadi landasan bagi panggilannya.

Dipandu oleh proses discernment tersebut, Sr. Maria Małgorzata bergabung dengan Kongregasi Suster-Suster Maria Imakulata, tempat ia menemukan hubungan yang mendalam dengan spiritualitas Maria. Komunitas tersebut memberinya rasa persaudaraan yang mendukung pertumbuhan dan saling meneguhkan.

Sr. Maria Małgorzata mengajar katekese.
Sr. Maria Małgorzata mengajar katekese.

Pendidikan, Katekese, dan Karya Pelayanan

Pembentukan awalnya mencakup studi pendidikan dan teologi, yang mempersiapkannya untuk pelayanan pastoral. Sr. Maria Małgorzata bekerja sebagai katekis dan guru, terutama di berbagai fasilitas perawatan, tempat ia berjumpa dengan anak-anak, kaum muda, dan orang dewasa. Misinya bukan hanya mengajar, tetapi juga mendampingi orang-orang dalam kehidupan sehari-hari dengan empati dan kepekaan.

Pelayanannya kemudian berkembang hingga mencakup peran-peran kepemimpinan, termasuk mengelola pusat bagi anak-anak yang sakit dan pusat intervensi krisis. Pengalaman-pengalaman tersebut mengajarinya kerendahan hati, kesabaran, dan rasa tanggung jawab yang mendalam dalam merawat mereka yang rentan.

Sr. Maria Małgorzata memberikan perhatian khusus kepada keunikan setiap anak, membantu mereka menemukan nilai diri dan martabat mereka. Melalui doa, permainan, dan rutinitas sehari-hari, ia membangun kepercayaan dan keyakinan diri anak-anak yang rentan, dengan mewujudkan misi kongregasi secara nyata.

Sr. Maria Małgorzata di kelas.
Sr. Maria Małgorzata di kelas.

Karisma “Menyelamatkan Jiwa”

Misi utama kongregasinya, yang diungkapkan sebagai “menyelamatkan jiwa”, berakar pada visi pendirinya, Jan Schneider. Karyanya berfokus pada mendukung anak perempuan dan perempuan yang berada dalam situasi rentan melalui pendampingan rohani maupun bantuan praktis.

Sr. Maria Małgorzata berusaha menghidupi karisma ini dengan mendekati mereka yang dipercayakan kepadanya dengan kepekaan dan belas kasih. Ia menjalankan misi tersebut melalui kehadiran, perhatian, dan kesediaannya untuk membawa harapan kepada orang lain.

Misi utama kongregasi adalah “menyelamatkan jiwa”.
Misi utama kongregasi adalah “menyelamatkan jiwa”.

Mempromosikan Warisan Wohani Sr. Dulcissima Hoffmann

Bagian penting dari misinya adalah mempromosikan warisan Sr. Dulcissima Hoffmann. Ia menyelenggarakan berbagai inisiatif seperti “Hari Minggu bersama Dulcissima”, retret bagi anak-anak dan kaum muda, serta berpartisipasi dalam pelayanan media untuk memperkenalkan kehidupan dan spiritualitas suster tersebut.

Sr. Maria Małgorzata juga menerima para pengunjung dan mengoordinasikan siaran radio, publikasi, simposium, konser, serta berbagai pertemuan komunitas. Melalui upaya-upaya tersebut, ia membawa kesaksian hidup Sr. Dulcissima semakin dekat dengan umat beriman.

Ia merasakan hubungan rohani pribadi dengan Sr. Dulcissima, yang ia gambarkan sebagai sebuah bimbingan yang tenang dan membantunya menjalani panggilannya dengan kasih kepada Allah dan sesama.

Sr. Dulcissima Hoffmann.
Sr. Dulcissima Hoffmann.

Hari-Hari Dulcissima Membangun Keluarga Rohani

Kegiatan tahunan seperti Hari-Hari Dulcissima dan retret memperkuat komunitas rohani yang terus berkembang. Para peserta terlibat dalam doa, Ekaristi, refleksi, dan kegiatan bersama, serta belajar menghidupi kekudusan melalui kesetiaan dalam kehidupan sehari-hari.

Pertemuan-pertemuan tersebut menumbuhkan rasa sebagai sebuah keluarga rohani, dengan berbagai kesaksian yang menyoroti pengalaman rahmat, perantaraan doa, dan pertumbuhan bersama.

Memperdalam Panggilan Pribadi

Mempromosikan warisan Sr. Dulcissima juga telah memperdalam kehidupan rohani Sr. Małgorzata sendiri. Hubungan ini membimbing pilihan-pilihan hariannya, memperkuat imannya, dan memperkaya pemahamannya mengenai pelayanan.

Ia memperoleh inspirasi dari teladan doa, pengorbanan, dan kesetiaan Sr. Dulcissima kepada Allah, serta melihat kesamaan dengan Santa Thérèse dari Lisieux dalam penekanan keduanya pada kasih yang diwujudkan melalui tindakan-tindakan kecil sehari-hari.

Ikon Sr. Dulcissima dan Santa Teresa.
Ikon Sr. Dulcissima dan Santa Teresa.

Dampak yang Bertahan Lama bagi Gereja

Menjelang peringatan 90 tahun wafatnya Sr. Dulcissima, Sr. Małgorzata melihat misinya sebagai bagian dari upaya memberikan dampak yang bertahan lama bagi Gereja. Dengan membantu orang memahami bahwa kekudusan dapat dicapai dalam kehidupan sehari-hari, ia mendorong kesetiaan kepada Allah melalui doa, pengorbanan, dan kepedulian terhadap sesama.

Karyanya menumbuhkan Gereja yang hidup, tempat doa, dukungan timbal balik, dan iman yang dibagikan bersama membentuk komunitas rohani yang kuat.

Kehidupan Sr. Maria Małgorzata Cur mencerminkan perpaduan mendalam antara iman, pendidikan, pelayanan, dan pengembangan rohani. Melalui katekese, kepemimpinan, dan dedikasinya menyebarluaskan warisan Sr. Dulcissima Hoffmann, ia menghidupi karisma “menyelamatkan jiwa”. Kesaksiannya menunjukkan bahwa kekudusan bersifat nyata dan dapat dijalani, melalui tindakan kasih, kehadiran, dan pelayanan setiap hari.

19 Aug 2026, 10:00