Cari

Bunda Kita Ratu Perdamaian di Medjugorje, diambil Mei 2026 Bunda Kita Ratu Perdamaian di Medjugorje, diambil Mei 2026 

Paroki Medjugorje mengecam vandalisme, menyerukan doa dan pengampunan

Setelah sebuah patung Bunda Maria dirusak dan altar luar ruang Gereja Santo Yakobus dibakar, Paroki Medjugorje di Bosnia dan Herzegovina mengajak umat beriman untuk tidak membalas kejahatan dengan kejahatan.

Vatican News

Paroki Medjugorje mengecam tindakan vandalisme yang merusak beberapa tempat doa di kompleks paroki pada malam hari dan mengundang umat beriman untuk menanggapinya dengan "doa, puasa, dan pengampunan."

"Dengan kesedihan yang mendalam kami menerima kabar tentang tindakan vandalisme ini," demikian pernyataan Kantor Paroki Medjugorje pada hari Selasa.

Paroki menambahkan bahwa pembersihan dan perbaikan segera dimulai agar lokasi-lokasi yang terdampak dapat kembali dipersiapkan sebagai tempat doa.

Paroki juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang membantu proses tersebut. Berkat bantuan mereka, tempat ziarah itu tetap menjadi "tempat perjumpaan dengan Allah, tempat damai."

Di Tempat Ziarah Medjugorje, Santa Perawan Maria dihormati sebagai Ratu Damai.

Alih-alih menanggapi dengan kemarahan, paroki mengajak umat Katolik untuk mendoakan mereka yang bertanggung jawab atas perbuatan tersebut.

"Kami berdoa agar hati mereka yang melakukan tindakan ini bertobat," demikian pernyataan itu, seraya memohon agar Tuhan menjamah mereka dengan rahmat-Nya dan menuntun mereka ke jalan kebaikan.

Paroki juga mengajak semua orang untuk membangun damai di setiap hati manusia. Umat beriman didorong untuk "tidak membalas kejahatan dengan kejahatan," melainkan memberi kesaksian melalui hidup yang dipenuhi kasih, pengampunan, dan harapan.

Vandalisme dan pembakaran

Polisi di Bosnia dan Herzegovina menerima laporan pertama sekitar pukul 04.30 pagi setelah wajah dan tangan patung Bunda Maria di Bukit Penampakan (Apparition Hill) atau Podbrdo ditemukan dicoret dengan cat hitam, sementara tulisan-tulisan bernada menghina ditemukan di sekitarnya.

Sekitar setengah jam kemudian, polisi menerima laporan mengenai kebakaran di altar luar ruang Gereja Santo Yakobus.

Rekaman kamera pengawas dilaporkan memperlihatkan seorang pria menyiramkan cairan yang diduga bensin ke altar sebelum membakarnya. Api berhasil dipadamkan dengan cepat.

Sebuah spanduk berbahasa Polandia juga memuat nama enam orang yang terkait dengan dugaan penampakan pertama pada tahun 1981 dan menuduh mereka melakukan penipuan.

Polisi kemudian menangkap seorang pria di wilayah Ljubuški yang diduga terlibat dalam insiden tersebut. Identitas, kewarganegaraan, dan rincian pribadi lainnya belum dipublikasikan.

Penyelidik masih berupaya mengungkap motif pelaku dan memastikan apakah tersangka terkait dengan seluruh tindakan yang terjadi di Medjugorje.

Tempat ziarah tetap dibuka

Dalam pernyataannya, paroki menegaskan bahwa tempat ziarah tetap terbuka bagi semua peziarah dan seluruh jadwal doa rutin tetap berlangsung. Area yang terdampak terus dibersihkan dan dipulihkan secepat mungkin.

Pada September 2024, Dikasteri untuk Doktrin Iman, dengan persetujuan Paus Fransiskus, mengeluarkan nihil obstat terkait pengalaman rohani yang berhubungan dengan Medjugorje.

Keputusan tersebut mengakui adanya buah-buah rohani yang positif di tempat ziarah itu dan mengizinkan devosi publik, tanpa memberikan pernyataan mengenai sifat adikodrati dari penampakan yang dilaporkan.

28 Jul 2026, 14:56