Para suster membuka kembali pintu pendidikan setelah gempa bumi di Venezuela
Oleh Sr. Christine Masivo, CPS
Organisasi-organisasi kemanusiaan terus menanggapi kebutuhan mendesak masyarakat yang terdampak gempa dahsyat yang melanda Venezuela sebulan lalu. Putri Misionaris Keluarga Kudus Nazaret (MHSFN), bersama Camillian Disaster Service (CADIS) International, para Imam Kamilian Provinsi Brasil, dan CADIS Brasil, mengoordinasikan bantuan darurat sekaligus menggalang dana untuk menyediakan bantuan penting bagi keluarga-keluarga yang rentan.
Pendidikan menjadi kunci pemulihan
Selain memberikan bantuan darurat, CADIS bermitra dengan Putri Misionaris Keluarga Kudus Nazaret (MHSFN) dalam upaya memulihkan akses terhadap pendidikan sebagai salah satu langkah penting dalam proses pemulihan masyarakat. Gempa bumi merusak lebih dari 400 gedung sekolah, sehingga mengganggu proses belajar ribuan anak yang sebelumnya pun telah hidup dalam kondisi sosial-ekonomi yang sulit.
Komitmen para suster terhadap pendidikan
Di tengah berbagai tantangan, para suster tengah mempersiapkan pembukaan kembali sekolah mereka di Caracas yang mengalami kerusakan sebagian pada September mendatang, sementara pekerjaan pemulihan masih berlangsung di wilayah barat laut dan tengah negara tersebut. Komitmen para suster memastikan bahwa pendidikan tetap dapat diakses oleh anak-anak yang terdampak bencana.
Menurut kantor berita Katolik Agenzia Fides, para suster berencana menyelenggarakan kegiatan belajar dengan sistem dua sif. Pada pagi hari, sekolah akan melayani sekitar 400–600 siswa yang telah terdaftar. Sementara pada sore hari, sekolah akan menerima anak-anak dari komunitas sekitar yang sekolahnya hancur akibat gempa.
Langkah ini memungkinkan para suster memperluas kesempatan belajar tanpa harus menunggu proses rekonstruksi selesai, sehingga lebih banyak anak dapat melanjutkan pendidikan mereka.
Bantuan terus berlanjut di tengah berbagai tantangan
Operasi bantuan bagi para korban gempa masih terus berlangsung dalam kondisi yang penuh tantangan. Bandara Caracas saat ini berfungsi sebagai pusat operasi darurat, sementara sebagian besar bantuan kemanusiaan dialihkan melalui Bandara Internasional Arturo Michelena di Valencia, sehingga menimbulkan kendala logistik bagi lembaga-lembaga kemanusiaan.
Menurut data resmi yang dikutip Agenzia Fides, gempa yang mengguncang wilayah barat laut dan tengah Venezuela pada 24 Juni 2026 telah menewaskan sedikitnya 5.346 orang dan melukai 16.740 orang. Lebih dari 16.300 orang kehilangan rumah mereka sepenuhnya, sementara banyak rumah lainnya dinyatakan tidak layak huni. Lebih dari 23.000 orang masih tinggal di tempat penampungan sementara, dan Perserikatan Bangsa-Bangsa memperkirakan sebanyak 50.000 orang masih mungkin tertimbun di bawah reruntuhan.
Kebutuhan kemanusiaan masih sangat besar. Di tengah situasi tersebut, upaya Putri Misionaris Keluarga Kudus Nazaret (MHSFN) menunjukkan bagaimana organisasi berbasis iman terus berkontribusi dalam pemulihan pascabencana dengan memastikan bahwa pendidikan tetap tersedia bagi anak-anak yang kehidupannya terganggu akibat bencana.
Kerja sama para suster dengan CADIS International mencerminkan komitmen yang nyata dan berkelanjutan dalam mendukung masyarakat membangun kembali kehidupan mereka.