Uskup Agung Katolik Armagh, Eamon Martin dan Uskup Agung Gereja Irlandia Armagh, John McDowell Uskup Agung Katolik Armagh, Eamon Martin dan Uskup Agung Gereja Irlandia Armagh, John McDowell 

Para Pemimpin Gereja Armagh Kecam Tampilan Api Unggun Antimuslim

Uskup Agung Armagh, Eamon Martin dan Uskup Agung Gereja Irlandia Armagh, John McDowell mengecam penempatan replika masjid di atas sebuah api unggun, serta menyerukan penghormatan terhadap kebebasan beragama, belas kasih, dan solidaritas kepada komunitas Muslim.

Vatican News

Uskup Agung Katolik Armagh, Uskup Agung Eamon Martin, dan Uskup Agung Gereja Irlandia Armagh, Uskup Agung John McDowell, mengeluarkan pernyataan bersama yang mengecam penempatan replika masjid di atas sebuah api unggun. Mereka menyebut tindakan tersebut sebagai sesuatu yang “sangat menyinggung” dan memperingatkan bahwa hal itu berisiko memperkeruh ketegangan setelah kerusuhan yang baru-baru ini terjadi di Irlandia Utara.

Merefleksikan kisah Injil tentang Orang Samaria yang Baik Hati, kedua Primat Seluruh Irlandia itu mengingatkan bahwa Yesus mengajarkan para pengikut-Nya bukan hanya untuk menoleransi mereka yang berbeda agama atau budaya, tetapi juga untuk “menghormati, memperhatikan, dan mengasihi” mereka sebagai sesama.

Mereka mengatakan bahwa tindakan yang menargetkan komunitas Muslim melalui “simbol-simbol kasar dan ancaman kekerasan dari kekuatan-kekuatan yang gelap” bertentangan secara langsung dengan panggilan Injil untuk menghormati dan berbelas kasih. Tindakan itu juga melanggar prinsip demokrasi yang mendasar, yakni kebebasan beragama.

Mengungkapkan keprihatinan mendalam atas tampilan tersebut, kedua uskup agung menyatakan bahwa penempatan replika masjid di atas api unggun itu “sangat menyinggung” dan terjadi pada saat yang sangat sensitif, setelah kerusuhan yang menyebabkan kerusakan properti serta menimbulkan kesulitan besar bagi banyak individu dan keluarga.

Dengan menarik perbandingan terhadap serangan terhadap simbol-simbol Kristen, mereka menegaskan bahwa umat Kristiani akan merasa sangat terguncang apabila simbol-simbol Kristiani dihancurkan secara sembarangan. Karena itu, mereka menekankan bahwa umat beriman juga harus merasa prihatin ketika simbol-simbol yang dianggap suci oleh penganut agama lain sengaja dinodai.

Kedua pemimpin Gereja tersebut mengajak umat Kristiani dan “semua orang yang berkehendak baik” untuk mempertimbangkan dengan saksama bagaimana kata-kata dan tindakan mereka dapat berkontribusi pada perdamaian ataupun kekerasan. Mereka menegaskan bahwa setiap manusia diciptakan menurut gambar Allah dan karena itu layak memperoleh martabat, penghormatan, dan belas kasih.

Menutup pernyataan mereka, Uskup Agung Martin dan Uskup Agung McDowell berupaya meyakinkan anggota komunitas Muslim, serta semua orang yang tinggal dan bekerja di Irlandia Utara, bahwa mayoritas masyarakat tetap menunjukkan niat baik dan rasa hormat terhadap mereka.

10 Jul 2026, 17:20