Cari

Para Superior Baru SVD Berkumpul di Nemi untuk Merenungkan Masa Depan Kepemimpinan Misioner Para Superior Baru SVD Berkumpul di Nemi untuk Merenungkan Masa Depan Kepemimpinan Misioner   (@SVD Generalate Media Department)

Misionaris SVD Dalami Kepemimpinan Sinodal untuk Pelayanan Misi

Tiga puluh lima pemimpin baru Kongregasi Serikat Sabda Allah (SVD) menutup program formasi selama dua pekan di Nemi, dekat Roma, dengan komitmen baru untuk menjalankan kepemimpinan dalam semangat sinodal, dengan menempatkan misi Allah (Missio Dei) sebagai pusat pelayanan mereka.

Oleh Kasmir Nema, SVD di Nemi, Italia

Program yang berlangsung pada 21 Juni–4 Juli 2026 di Centro Ad Gentes tersebut mempertemukan para Provinsial, Superior Regional, dan Superior Misi dari Afrika, Asia-Pasifik, Eropa, serta Amerika. Tema yang diangkat adalah “Synodal Leadership in the Service of Missio Dei” (Kepemimpinan Sinodal dalam Pelayanan Misi Allah).

Kegiatan ini memadukan pembinaan spiritual, refleksi teologis, dan pelatihan kepemimpinan praktis guna mempersiapkan para peserta menjalankan tanggung jawab baru mereka dalam membimbing komunitas-komunitas misioner di tengah perubahan realitas Gereja dan dunia.

Kepemimpinan Berakar pada Misi Allah

Dalam pembukaan program, Pemimpin Umum SVD, Fr. Anselmo Ricardo Ribeiro, mengingatkan bahwa kepemimpinan dalam Gereja tidak berawal dari otoritas atau administrasi, melainkan dari partisipasi dalam misi Allah sendiri.

Ia mengajak para superior baru untuk memahami kepemimpinan sebagai pelayanan yang mendampingi sesama anggota kongregasi, membangun persekutuan, dan mendorong tanggung jawab bersama dalam kehidupan misioner.

Sepanjang program, para peserta merefleksikan sinodalitas sebagai cara memimpin melalui mendengarkan, dialog, dan penegasan bersama. Kepemimpinan tidak dipandang semata-mata sebagai tata kelola organisasi, melainkan sebagai upaya menciptakan komunitas di mana setiap anggota dapat berkontribusi dalam misi pewartaan Gereja.

Terinspirasi oleh spiritualitas St. Arnold Janssen, pendiri SVD, serta teladan para santo dan beato kongregasi, berbagai sesi menekankan pentingnya kerendahan hati, keterbukaan terhadap Roh Kudus, dan kemampuan membedakan roh sebagai kualitas utama seorang pemimpin misioner. Refleksi Kitab Suci mengangkat tokoh-tokoh seperti Musa, Ester, dan Santo Paulus, dengan Yesus Kristus sebagai model utama kepemimpinan yang melayani.

Presentasi dalam Pertemuan Kepemimpinan Misioner SVD
Presentasi dalam Pertemuan Kepemimpinan Misioner SVD   (@SVD Generalate Media Department)

Membangun Komunitas Misioner Interkultural

Salah satu fokus penting dalam lokakarya ini adalah kehidupan interkultural, yang menjadi ciri khas SVD yang berkarya di lebih dari 80 negara.

Para peserta diajak melihat keberagaman budaya sebagai anugerah yang memperkaya kesaksian misioner dan mencerminkan universalitas Injil. Mereka didorong untuk membangun komunitas yang ditandai oleh persaudaraan, dialog, dan saling belajar.

Selain itu, pembahasan juga mencakup tanggung jawab praktis para pemimpin religius, termasuk perlindungan terhadap kelompok rentan, pengelolaan keuangan, tata kelola komunitas, hukum kanonik, pendampingan pastoral, dan proses discernment komunitas.

Para narasumber menegaskan bahwa transparansi, akuntabilitas, dan administrasi yang bertanggung jawab merupakan bagian integral dari pelayanan terhadap umat dan misi Gereja.

Menjawab Tantangan Misi Masa Kini

Pada pekan kedua, perhatian peserta diarahkan pada masa depan kongregasi dalam menghadapi perubahan demografis, prioritas misi baru, serta semakin internasionalnya keanggotaan SVD.

Pastor Ribeiro mendorong para peserta untuk mencari bentuk-bentuk baru kolaborasi misioner dan memperkuat kepemimpinan interkultural, terutama ketika Gereja terus berkembang di berbagai wilayah Global South.

Berbagai sesi juga membahas bidang-bidang utama karya SVD, seperti pelayanan Kitab Suci, komunikasi, keadilan, perdamaian dan keutuhan ciptaan (Justice, Peace and Integrity of Creation/JPIC), serta pelayanan bagi mereka yang hidup dalam situasi rentan.

Dalam sesi mengenai evangelisasi di era digital, Fr. Kasmir Nema, Koordinator Komunikasi Generalat SVD, menegaskan bahwa komunikasi merupakan dimensi penting dari misi Gereja.

Merujuk pada ajaran Paus Leo XIV dalam dokumen Magnifica Humanitas, ia mengajak para peserta untuk memanfaatkan media digital sebagai sarana pewartaan Injil, sekaligus mempromosikan kebenaran, martabat manusia, dan perjumpaan yang autentik di tengah perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI).

Menjawab Tantangan Misioner Masa Kini
Menjawab Tantangan Misioner Masa Kini   (@SVD Generalate Media Department)

Diutus dalam Semangat Sinodal

Menutup program, para pemimpin baru kembali ke provinsi, region, dan wilayah misi masing-masing dengan semangat baru untuk mendampingi komunitas mereka melalui discernment, kolaborasi, dan pelayanan misioner.

Formasi ini menegaskan kembali bahwa kepemimpinan dalam Gereja tidak berakar pada penggunaan kekuasaan, melainkan pada kesetiaan melayani misi Allah melalui persekutuan, kerendahan hati, dan harapan.

03 Jul 2026, 12:02