Cari

2025.07.26 Cardinal Tagle Photo credit: John Rhey Nicolas, TV Maria

Kardinal Tagle: Persahabatan menyingkapkan wajah Yesus dan Gereja

Kardinal Luis Antonio Tagle dan Kardinal Jose Advincula mengajak umat Katolik yang menghadiri Konferensi Nasional ke-12 Filipina tentang Evangelisasi Baru untuk menghidupi persahabatan sejati dan pendampingan yang penuh kesabaran sebagai jalan penting bagi evangelisasi, pemuridan Kristiani, dan persekutuan.

Oleh Pastor Kasmir Nema, SVD dan Leahna 'Yana' Villajos – Manila

Persahabatan sejati bukan sekadar hubungan antarmanusia, melainkan jalan istimewa bagi evangelisasi yang membuat wajah Yesus dan Gereja nyata dalam kehidupan banyak orang. Demikian disampaikan Kardinal Luis Antonio Tagle dalam Konferensi Nasional ke-12 Filipina tentang Evangelisasi Baru (PCNE XII).

Dalam dialog bertajuk"Dari ke Hati: Persahabatan dan Pendampingan Bersama Kardinal Chito Tagle"  24 Juli di Universitas Kepausan Santo Tomas, Manila, Pro-Prefek Dikasteri untuk Evangelisasi mengajak umat Katolik membangun persahabatan yang berlandaskan kebenaran, kasih, dan kesetiaan dalam mendampingi sesama.

Dialog tersebut menghadirkan para pemimpin religius dan awam Katolik, antara lain Suster Mary Joanine Bolisay, SPC, Romo Dean Jerome Cruz, Bruder Artemio Manuben, OFS, Anne dan Billie Dumaliang, serta Joy Cancio, yang membagikan pengalaman mereka tentang persahabatan dan pendampingan dalam panggilan hidup masing-masing.

Sepanjang dialog, Kardinal Tagle menegaskan bahwa persahabatan sejati menuntut keterbukaan, kesabaran, dan keberanian untuk menyampaikan kebenaran dengan kasih.

"Jangan takut membangun persahabatan," ujarnya. "Benih-benih persahabatan yang Anda taburkan hari ini akan menjadi panen panggilan di masa depan."

Ia menambahkan bahwa sahabat sejati bukan hanya menjadi sumber penghiburan, tetapi juga pendamping yang berani memberikan arahan dengan jujur.

"Kadang-kadang, sahabat sejati memiliki keberanian untuk mengatakan hal-hal yang tidak ingin Anda dengar," katanya.

Kardinal Tagle juga menegaskan bahwa persahabatan memiliki dimensi misioner.

"Kita tidak boleh mengabaikan peran persahabatan dalam menghadirkan wajah Yesus dan wajah Gereja secara nyata bagi banyak orang," tuturnya.

Ia mengaitkan persahabatan dengan tanggung jawab Kristiani sebagai penatalayan ciptaan, dengan mengatakan bahwa merawat alam semesta dan sesama merupakan tanggapan nyata atas kasih Allah.

"Merawat ciptaan dan saling menjaga sebagai tanggapan kepada Sang Pencipta adalah tindakan persahabatan," katanya.

Menutup dialog tersebut, Kardinal Tagle mengingatkan bahwa setiap persahabatan Kristiani yang sejati berawal dari Kristus.

"Bukankah yang mempersatukan kita di sini adalah persahabatan kita dengan Tuhan, yang pertama-tama menyebut kita sebagai sahabat-Nya?" katanya.

Persahabatan mendampingi, bukan memaksa

Dialog tersebut berlangsung setelah Misa pembukaan konferensi, ketika Uskup Agung Manila, Kardinal Jose Advincula, merefleksikan tema tahun ini, "Sangkay"—sebuah kata dalam bahasa Filipina yang berarti persahabatan—seraya mengajak umat Katolik menghidupi gaya evangelisasi yang berakar pada pendampingan yang sabar.

Dengan mengambil inspirasi dari Santa Perawan Maria, Kardinal Advincula mengatakan bahwa persahabatan Kristiani yang sejati ditandai oleh kelemahlembutan, ketekunan, dan kerja sama. Alih-alih memaksakan iman kepada orang lain, umat Kristiani dipanggil untuk berjalan bersama mereka dalam kasih.

"Maria mengingatkan kita bahwa dalam persahabatan sejati, kasih tidak pernah memaksa, melainkan senantiasa mendampingi," katanya. "Sahabat sejati tahu bagaimana menanti, karena menanti juga merupakan ungkapan kasih."

Uskup Agung Manila itu juga mendorong umat beriman untuk mendampingi mereka yang semangat imannya mulai memudar, sambil tetap percaya bahwa Allah terus berkarya dengan penuh kesabaran di dalam setiap hati manusia.

Ia juga mengingatkan bahwa misi Gereja berakar pada persahabatan dengan Kristus.

"Yesus telah memanggil kita sebagai sahabat-Nya, bukan hamba-hamba-Nya," katanya. "Kita adalah sahabat-sahabat yang mengambil bagian dalam perutusan-Nya."

Ia menambahkan bahwa Gereja yang dibangun di atas persahabatan yang tulus adalah Gereja di mana tidak seorang pun dibiarkan berjalan sendirian.

Menemukan kembali makna persahabatan di dunia yang terpecah

Kini memasuki penyelenggaraan yang ke-12, Konferensi Nasional Filipina tentang Evangelisasi Baru mempertemukan para uskup, imam, biarawan-biarawati, serta umat awam untuk merefleksikan persahabatan sebagai salah satu wujud penting dari pemuridan dan perutusan Kristiani.

Penyelenggara menjelaskan bahwa tema tahun ini merupakan tanggapan terhadap tahap implementasi Sinode tentang Sinodalitas, yang mengajak Gereja memperdalam relasi dengan Allah, dengan sesama, dan dengan seluruh ciptaan.

Di tengah dunia yang semakin diwarnai polarisasi dan perpecahan, konferensi ini berupaya membantu umat Katolik menemukan kembali persahabatan sebagai jalan menuju persekutuan, pendampingan, dan evangelisasi.

Kardinal Advincula mendorong umat beriman untuk tetap mendampingi mereka yang semangat imannya mulai melemah, dengan keyakinan bahwa Allah terus berkarya dengan penuh kesabaran di dalam setiap hati manusia.

Ia juga mengingatkan para peserta bahwa misi Gereja berakar pada persahabatan dengan Kristus.

"Yesus telah memanggil kita menjadi sahabat-Nya, bukan hamba-Nya. Kita adalah sahabat-sahabat yang mengambil bagian dalam misi-Nya."

Ia menambahkan bahwa Gereja yang dibangun di atas persahabatan yang sejati adalah Gereja yang tidak membiarkan seorang pun berjalan sendirian.

Menemukan kembali makna persahabatan di tengah dunia yang terpecah

Memasuki penyelenggaraan yang ke-12, Konferensi Nasional Filipina tentang Evangelisasi Baru mempertemukan para uskup, imam, biarawan-biarawati, serta umat awam untuk merefleksikan persahabatan sebagai ungkapan penting dari pemuridan dan perutusan Kristiani.

Penyelenggara menjelaskan bahwa tema tahun ini merupakan tanggapan atas tahap implementasi Sinode tentang Sinodalitas, yang mengajak Gereja memperdalam relasi dengan Allah, sesama, dan seluruh ciptaan. Di tengah dunia yang semakin diwarnai polarisasi dan perpecahan, konferensi ini bertujuan membantu umat Katolik menemukan kembali persahabatan sebagai jalan menuju persekutuan, pendampingan, dan evangelisasi.

26 Jul 2026, 09:39