Amerika Serikat Rayakan 250 Tahun Kemerdekaan dengan Novena Nasional dan Pameran Para Kudus
Oleh Kielce Gussie
National Shrine of Our Lady of Champion menyelenggarakan Novena untuk Bangsa (Novena for Our Nation) selama sembilan hari, mulai 1 hingga 9 Juli, sekaligus menggelar pameran yang menampilkan kisah hidup 76 santo, beato, venerabilis, dan hamba Allah asal Amerika Serikat.
Rektor tempat ziarah tersebut, Anthony Stephens, mengatakan novena itu disusun sebagai ajakan untuk mendoakan bangsa Amerika Serikat serta memohon perantaraan Bunda Maria agar terwujud persatuan, kekudusan, dan pembaruan hidup bangsa.
Lebih dari 50.000 kartu doa telah dicetak dan dibagikan untuk mendukung gerakan doa nasional tersebut.
Merayakan sejarah melalui kekudusan
Selain novena, tempat ziarah yang dikenal sebagai lokasi satu-satunya penampakan Bunda Maria yang telah diakui secara resmi di Amerika Serikat itu juga mengadakan Catholic Saints of America Exhibit, sebuah pameran yang memperkenalkan perjalanan hidup tokoh-tokoh kudus Katolik dari berbagai penjuru negeri.
Menurut Pastor Stephens, tempat ziarah bukan hanya menjadi lokasi devosi, tetapi juga sarana edukasi bagi para peziarah yang datang untuk memahami sejarah Gereja Katolik di Amerika Serikat.
Ia mengingatkan bahwa pada tahun 1859, Bunda Maria menampakkan diri sebanyak tiga kali kepada Adele Brise, seorang imigran asal Belgia. Dalam penampakan terakhir, Maria memintanya untuk mengumpulkan anak-anak di wilayah tersebut dan mengajarkan mereka hal-hal yang diperlukan demi keselamatan.
Dari inspirasi itulah muncul gagasan menghadirkan pameran yang menampilkan foto, relikui, dan kisah hidup tokoh-tokoh kudus dari 76 tempat ziarah di Amerika Serikat sebagai bagian dari peringatan 250 tahun berdirinya negara tersebut.
Warisan Katolik bagi Amerika
Pastor Stephens menilai sejarah Amerika tidak dapat dilepaskan dari kontribusi umat Katolik yang telah ikut membentuk kehidupan sosial, budaya, dan spiritual bangsa selama berabad-abad.
Ia berharap pameran tersebut membantu masyarakat menyadari bahwa Gereja Katolik telah meninggalkan jejak penting dalam perjalanan sejarah Amerika dan masih memiliki kontribusi besar bagi masa depan negara itu.
Berasal dari berbagai latar belakang
Tokoh-tokoh yang ditampilkan dalam pameran berasal dari latar belakang yang sangat beragam.
Di antaranya adalah Julia Greeley, mantan budak yang dikenal karena karya belas kasihnya; Nicholas Black Elk, seorang tabib suku Sioux yang kemudian menjadi pewarta iman Katolik; serta Katharine Drexel, seorang pewaris kekayaan besar yang mengabdikan hidupnya bagi pendidikan dan pelayanan kepada kaum miskin.
Keberagaman tersebut, menurut Pastor Stephens, menunjukkan sifat universal Gereja Katolik yang mampu merangkul berbagai budaya, suku, dan status sosial.
Harapan akan kebangkitan iman
Pameran itu juga menghadirkan relikui dari 14 tokoh kudus, termasuk Frances Xavier Cabrini, John Henry Newman, Stanley Rother, Kateri Tekakwitha, dan Michael McGivney.
Meski mengakui bahwa kehidupan beragama di Amerika menghadapi berbagai tantangan, Pastor Stephens melihat adanya tanda-tanda kebangkitan iman. Menurutnya, semakin banyak orang yang tertarik mengenal Gereja Katolik, menerima baptisan, atau kembali menghidupi iman mereka.
Ia menambahkan bahwa tempat ziarah tersebut setiap tahun menerima kunjungan dari umat Katolik, umat Kristiani dari denominasi lain, bahkan mereka yang belum dibaptis.
Melalui novena dan pameran tersebut, Pastor Stephens mengajak masyarakat untuk tidak hanya merayakan hari jadi Amerika Serikat dengan pesta dan hiburan, tetapi juga dengan doa, refleksi, dan rasa syukur kepada Tuhan, seraya memohon agar bangsa itu terus diperbarui dalam persatuan, iman, dan pengharapan.