Pameran Catholic Saints of America di Wisconsin, AS. Pameran Catholic Saints of America di Wisconsin, AS.  (©The National Shrine of Our Lady of Champion)

Amerika Serikat Rayakan 250 Tahun Kemerdekaan dengan Novena Nasional dan Pameran Para Kudus

Di tengah semarak perayaan Hari Kemerdekaan Amerika Serikat yang ke-250 dengan pesta kembang api, lagu-lagu patriotik, dan berbagai tradisi nasional, sebuah tempat ziarah Katolik di Negara Bagian Wisconsin mengajak umat merayakan momen bersejarah tersebut melalui doa dan refleksi iman.

Oleh Kielce Gussie

National Shrine of Our Lady of Champion menyelenggarakan Novena untuk Bangsa (Novena for Our Nation) selama sembilan hari, mulai 1 hingga 9 Juli, sekaligus menggelar pameran yang menampilkan kisah hidup 76 santo, beato, venerabilis, dan hamba Allah asal Amerika Serikat.

Rektor tempat ziarah tersebut, Anthony Stephens, mengatakan novena itu disusun sebagai ajakan untuk mendoakan bangsa Amerika Serikat serta memohon perantaraan Bunda Maria agar terwujud persatuan, kekudusan, dan pembaruan hidup bangsa.

Lebih dari 50.000 kartu doa telah dicetak dan dibagikan untuk mendukung gerakan doa nasional tersebut.

Umat diajak mengikuti Novena untuk Bangsa Amerika Serikat di National Shrine of Our Lady of Champion, Wisconsin, pada 1–9 Juli 2026.
Umat diajak mengikuti Novena untuk Bangsa Amerika Serikat di National Shrine of Our Lady of Champion, Wisconsin, pada 1–9 Juli 2026.   (©The National Shrine of Our Lady of Champion)

Merayakan sejarah melalui kekudusan

Selain novena, tempat ziarah yang dikenal sebagai lokasi satu-satunya penampakan Bunda Maria yang telah diakui secara resmi di Amerika Serikat itu juga mengadakan Catholic Saints of America Exhibit, sebuah pameran yang memperkenalkan perjalanan hidup tokoh-tokoh kudus Katolik dari berbagai penjuru negeri.

Menurut Pastor Stephens, tempat ziarah bukan hanya menjadi lokasi devosi, tetapi juga sarana edukasi bagi para peziarah yang datang untuk memahami sejarah Gereja Katolik di Amerika Serikat.

Ia mengingatkan bahwa pada tahun 1859, Bunda Maria menampakkan diri sebanyak tiga kali kepada Adele Brise, seorang imigran asal Belgia. Dalam penampakan terakhir, Maria memintanya untuk mengumpulkan anak-anak di wilayah tersebut dan mengajarkan mereka hal-hal yang diperlukan demi keselamatan.

Dengarkan Wawancara dengan Pastor Anthony Stephens (Bahasa Inggris)

Dari inspirasi itulah muncul gagasan menghadirkan pameran yang menampilkan foto, relikui, dan kisah hidup tokoh-tokoh kudus dari 76 tempat ziarah di Amerika Serikat sebagai bagian dari peringatan 250 tahun berdirinya negara tersebut.

Warisan Katolik bagi Amerika

Pastor Stephens menilai sejarah Amerika tidak dapat dilepaskan dari kontribusi umat Katolik yang telah ikut membentuk kehidupan sosial, budaya, dan spiritual bangsa selama berabad-abad.

Ia berharap pameran tersebut membantu masyarakat menyadari bahwa Gereja Katolik telah meninggalkan jejak penting dalam perjalanan sejarah Amerika dan masih memiliki kontribusi besar bagi masa depan negara itu.

Berasal dari berbagai latar belakang

Tokoh-tokoh yang ditampilkan dalam pameran berasal dari latar belakang yang sangat beragam.

Di antaranya adalah Julia Greeley, mantan budak yang dikenal karena karya belas kasihnya; Nicholas Black Elk, seorang tabib suku Sioux yang kemudian menjadi pewarta iman Katolik; serta Katharine Drexel, seorang pewaris kekayaan besar yang mengabdikan hidupnya bagi pendidikan dan pelayanan kepada kaum miskin.

Keberagaman tersebut, menurut Pastor Stephens, menunjukkan sifat universal Gereja Katolik yang mampu merangkul berbagai budaya, suku, dan status sosial.

Harapan akan kebangkitan iman

Pameran itu juga menghadirkan relikui dari 14 tokoh kudus, termasuk Frances Xavier Cabrini, John Henry Newman, Stanley Rother, Kateri Tekakwitha, dan Michael McGivney.

Sejumlah relik para kudus juga dipamerkan dalam pameran Catholic Saints of America di National Shrine of Our Lady of Champion, Wisconsin, Amerika Serikat.
Sejumlah relik para kudus juga dipamerkan dalam pameran Catholic Saints of America di National Shrine of Our Lady of Champion, Wisconsin, Amerika Serikat.   (©The National Shrine of Our Lady of Champion)

Meski mengakui bahwa kehidupan beragama di Amerika menghadapi berbagai tantangan, Pastor Stephens melihat adanya tanda-tanda kebangkitan iman. Menurutnya, semakin banyak orang yang tertarik mengenal Gereja Katolik, menerima baptisan, atau kembali menghidupi iman mereka.

Ia menambahkan bahwa tempat ziarah tersebut setiap tahun menerima kunjungan dari umat Katolik, umat Kristiani dari denominasi lain, bahkan mereka yang belum dibaptis.

Melalui novena dan pameran tersebut, Pastor Stephens mengajak masyarakat untuk tidak hanya merayakan hari jadi Amerika Serikat dengan pesta dan hiburan, tetapi juga dengan doa, refleksi, dan rasa syukur kepada Tuhan, seraya memohon agar bangsa itu terus diperbarui dalam persatuan, iman, dan pengharapan.

02 Jul 2026, 14:51