Uskup Agung Westminster Rhichard Moth, menerima pallium dari Paus Leo XIV pda 29 Juni 2026 Uskup Agung Westminster Rhichard Moth, menerima pallium dari Paus Leo XIV pda 29 Juni 2026 

Uskup Agung Westminster Terima Pallium: “Ini Tanda yang Sangat Kuat”

Uskup Agung Westminster, Richard Moth, menjadi salah satu dari 35 uskup agung metropolitan yang menerima pallium dari Paus Leo XIV dalam Misa Hari Raya Santo Petrus dan Santo Paulus di Basilika Santo Petrus. Dalam wawancara dengan Vatican News, ia menjelaskan makna mendalam pallium, peran barunya sebagai Presiden Konferensi Waligereja Katolik Inggris dan Wales, serta harapannya untuk melanjutkan dialog dengan Gereja Inggris.

Oleh Kielce Gussie

Dalam Misa Hari Raya Santo Petrus dan Santo Paulus, pelindung Kota Roma, Paus Leo XIV mengenakan pallium—selempang wol putih berhias salib—di pundak para uskup agung tersebut. Salah satunya adalah Uskup Agung Westminster, Richard Moth, yang menggambarkan momen bersama Paus itu sebagai “sesuatu yang sungguh luar biasa.”

Tahun ini menjadi kali pertama dalam sebelas tahun seorang Paus secara langsung mengenakan pallium kepada para uskup agung metropolitan yang baru. Sebelumnya, pada masa Paus Fransiskus, upacara pengenaan pallium dilakukan di keuskupan masing-masing oleh nuncio apostolik, sementara para uskup agung hanya menerima berkat pallium di Roma.

Menurut Uskup Agung Moth, menerima pallium langsung dari Paus memiliki makna simbolis yang sangat mendalam.

“Pallium adalah simbol kedekatan dengan pelayanan Petrus yang diterima langsung dari Bapa Suci. Ini merupakan pengalaman yang sangat kuat dan tanda yang sangat bermakna bagi semua orang,” ujarnya.

Tahun Baru, Tanggung Jawab Baru

Setelah sebelas tahun melayani sebagai Uskup Keuskupan Arundel dan Brighton di Inggris selatan, Richard Moth kini memimpin Keuskupan Agung Westminster, salah satu keuskupan terbesar di Inggris.

Menurutnya, perbedaan terbesar adalah skala pelayanan.

“Dari 85 komunitas menjadi 206 komunitas. Semuanya menjadi jauh lebih besar dan membutuhkan penyesuaian,” katanya.

Uskup Agung Westminster, Richard Moth, menjadi salah satu dari 35 uskup agung metropolitan yang menerima pallium dari Paus Leo XIV dalam Misa Hari Raya Santo Petrus dan Santo Paulus di Basilika Santo Petrus
Uskup Agung Westminster, Richard Moth, menjadi salah satu dari 35 uskup agung metropolitan yang menerima pallium dari Paus Leo XIV dalam Misa Hari Raya Santo Petrus dan Santo Paulus di Basilika Santo Petrus   (@Vatican Media)

Namun, perpindahan ke Westminster bukan satu-satunya perubahan besar dalam hidupnya. Setelah diangkat Paus Leo XIV sebagai Uskup Agung Westminster pada Desember tahun lalu, pada April 2026 ia terpilih sebagai Presiden Konferensi Waligereja Katolik Inggris dan Wales.

Ia menilai para uskup di Inggris dan Wales memiliki semangat persatuan yang kuat.

Uskup Agung menjabat sebagai uskup Keuskupan Arundel dan Brighton di Inggris selatan sejak tahun 2015
Uskup Agung menjabat sebagai uskup Keuskupan Arundel dan Brighton di Inggris selatan sejak tahun 2015   (TOBY MELVILLE)

“Kami memiliki kelompok uskup yang sangat bersatu dan sungguh bekerja bersama demi misi Gereja,” tuturnya.

Salah satu perhatian utama konferensi waligereja saat ini adalah membela martabat setiap pribadi manusia. Secara khusus, ia menyoroti upaya Gereja untuk menentang rancangan undang-undang mengenai bantuan bunuh diri (assisted dying), yang diperkirakan akan kembali dibahas dalam waktu dekat.

Memulai Hari dengan Doa

Dalam menjalankan tugas barunya, Uskup Agung Moth menegaskan bahwa doa tetap menjadi fondasi utama pelayanannya.

“Hal yang semakin jelas selama saya menjadi uskup adalah bahwa segala sesuatu harus dimulai dari doa. Jika tidak, kita tidak dapat melakukan apa pun,” katanya.

Dengarkan wawancara dengan Uskup Agung Richard Moth

Baginya, doa dan pembinaan iman merupakan dua unsur yang tidak terpisahkan dari misi pewartaan Injil.

Karena itu, setiap hari ia memulai aktivitasnya pada pukul lima pagi untuk menyediakan waktu khusus bagi doa dan keheningan sebelum menjalani berbagai rapat dan tugas pastoral.

“Pukul lima pagi adalah waktu mulai saya setiap hari, agar ada ruang untuk doa dan keheningan, tempat dari mana segala sesuatu bertumbuh,” jelasnya.

Melanjutkan Dialog dengan Gereja Inggris

Pada April lalu, Uskup Agung Moth berkunjung ke Roma dan mengikuti audiensi bersama Paus Leo XIV serta Uskup Agung Canterbury yang baru, Sarah Mullally, pemimpin Gereja Inggris (Church of England).

Ia mengungkapkan bahwa dirinya dan Uskup Agung Canterbury saling menghadiri upacara pelantikan masing-masing di Inggris, sebagai tanda persahabatan dan komitmen bersama.

“Audiensi itu menunjukkan keinginan kami untuk bekerja sama di berbagai bidang yang memungkinkan,” ujarnya.

Uskup Agung Moth hadir dalam audiensi Paus Leo dengan Uskup Agung Canterbury yang baru
Uskup Agung Moth hadir dalam audiensi Paus Leo dengan Uskup Agung Canterbury yang baru   (@Vatican Media)

Menurutnya, kerja sama dalam bidang pelayanan sosial menjadi salah satu area yang paling menjanjikan bagi hubungan antara Gereja Katolik Roma dan Gereja Inggris.

Melihat masa depan hubungan ekumenis tersebut, Uskup Agung Moth menegaskan pentingnya mempertahankan dialog yang terbuka dan berkelanjutan.

“Kami memiliki banyak kesempatan untuk bekerja bersama, dan dialog harus terus dipelihara,” katanya.

Ia berharap hubungan antara Gereja Katolik Roma dan Gereja Inggris akan semakin berkembang melalui kerja sama, kesaksian bersama, dan pelayanan kepada masyarakat.

29 Jun 2026, 16:32