Cari

Vigili Paus Leo bersama kaum muda di Madrid Vigili Paus Leo bersama kaum muda di Madrid  (@Vatican Media)

1.700 Lebih Suara di Balik Terciptanya Lagu yang Menjadi Tema Kunjungan Paus Leo ke Spanyol

Selama tujuh hari, lagu berjudul “Alza la Mirada” atau “Arahkan Pandanganmu ke Atas”, senantiasa berkumandang dalam kunjungan Paus Leo XIV ke Spanyol. Di balik terciptanya lagu itu, ada 15 orang yang terlibat baik dalam penyusunan lirik, musik, pengisian suara, maupun lokasi.

Oleh Kielce Gussie – Gran Canaria

Jika dahulu ada lagu “Jesus Christ, You Are My Life” pada masa Paus Yohanes Paulus II, kemudian “Firm in the Faith” dan “Blessed are the Merciful” pada masa Paus Fransiskus di Polandia, maka kini Perjalanan Apostolik Paus Leo XIV ke Spanyol menghadirkan sebuah himne indah lainnya: “Alza la Mirada” (“Arahkan Pandanganmu ke Atas”).

Lebih dari 1.700 suara yang direkam di berbagai gereja di seluruh Spanyol membentuk lagu yang tema perjalanan apostolik tersebut.

Lagu ini penuh semangat, sukacita, menyentuh hati, dan mudah diingat. Lebih dari sekadar sebuah lagu, himne ini menjadi pengingat akan apa yang diimani umat Kristiani:

"Aku mengangkat pandanganku, mataku tertuju kepada Yesus. Aku mengangkat pandanganku, terpaku pada salib. Ketika aku memandang Surga, segala sesuatu menjadi baru dalam terang-Nya."

Di tengah dunia yang berfokus pada pemujaan terhadap hal-hal yang sementara dan sesaat serta mendorong materialisme, “Alza la Mirada” mengarahkan perhatian pada kehidupan yang lebih besar yang memanggil agar kita jalani bersama:

"Aku tidak diciptakan untuk memandang ke tanah. Aku dilahirkan untuk memandang kepada-Mu... Aku gelisah sampai aku beristirahat dalam diri-Mu."

Sebuah suara dari utara Catalonia

Setelah lirik ditulis dan musik disusun, dimulailah pencarian suara-suara yang akan menghidupkan kata-kata tersebut. Bagi Pere Paredes Izer, proses itu hanya memerlukan waktu sekitar satu minggu. Kelompok OMK sebuah gereja di Barcelona mulai menyebarkan informasi bahwa mereka membutuhkan orang-orang yang mau bergabung dalam satu kelompok paduan suara untuk menyanyikan lagu dan kemudian direkam.

“Begitulah mereka menghubungi saya. Sebenarnya saya berasal dari kota lain, tetapi mereka mengajak saya bergabung,” katanya kepada Vatican News. Mereka membutuhkan lebih banyak orang dan kemudian mencari peserta dari berbagai wilayah Catalonia.

Setelah menjadi bagian dari tim tersebut, Pere merasa pengalaman itu seperti mimpi, apalagi saat ia berada di Basilika Sagrada Familia yang ikonik pada pukul 07.00 pagi untuk menghindari kerumunan wisatawan yang biasanya memenuhi gereja, beberapa jam kemudian.

Paus memberkati menara terbaru Sagrada Familia pada 10 Juni
Paus memberkati menara terbaru Sagrada Familia pada 10 Juni   (@Vatican Media)

“Ini pengalaman yang sangat istimewa karena kami harus bangun pagi-pagi,” kenangnya. “Sagrada Familia benar-benar kosong.” Suara Pere kemudian berpadu dengan suara anggota kelompok lainnya ketika matahari terbit dan cahayanya menerpa kaca-kaca patri mahakarya Antoni Gaudí tersebut.

“Saya rasa saya tidak akan pernah mengalami hal seperti ini lagi dalam hidup saya,” ujarnya.

Lokasi tersebut tidak hanya dikenal di seluruh dunia karena perpaduan unik gaya seni dan arsitekturnya—Modernisme Catalonia (bentuk Art Nouveau khas Spanyol), Art Nouveau, dan Kebangkitan Gotik—tetapi juga menjadi kebanggaan masyarakat setempat. Meskipun Pere berasal dari Granollers, di luar Barcelona, ia menegaskan betapa simbolisnya basilika itu bagi kota tersebut.

Gereja megah yang menjulang tinggi ini sangat selaras dengan pesan yang tertuang dalam lagu tersebut.

“Ini benar-benar sesuatu yang bisa Anda alami dalam kehidupan sehari-hari sebagai orang yang datang ke Barcelona kapan saja sepanjang minggu, karena Anda dapat melihat Sagrada Familia dari berbagai tempat.”

Makna di balik lirik

Bagi Pere, lirik “Alza la Mirada” menyampaikan bahwa Allah tidak terpaku pada kesalahan-kesalahan maupun masalah-masalah yang pernah dialami. Lagu ini mengajak untuk memandang “apa yang ada di Surga, apa yang berada di atas segala sesuatu yang ada di sini.”

Himne yang ditulis khusus untuk kunjungan Paus di Spanyol ini dinyanyikan tidak hanya dalam bahasa Spanyol, tetapi juga dalam bahasa Catalonia—sebuah pilihan penting bagi masyarakat Catalonia. Pere menyoroti bahwa bahasa Catalonia berkaitan erat dengan identitas mereka.

“Bernyanyi kepada Allah dalam bahasa Catalonia berarti bernyanyi dengan seluruh identitas kami juga,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya pengalaman religius, yakni relasi pribadi dengan Allah. “Ini tidak terkait politik, identitas budaya, ataupun politik,” kata Pere. “Ini adalah bagian dari jiwa kita.”

Melampaui ekspektasi dan kelompok-kelompok tertentu

Tujuh hari seusai kunjungan Paus Leo XIV ke Spanyol, lagu (theme song) tersebut selaras dengan pesan, gambar, dan pengalaman yang mewarnai Perjalanan Apostolik itu. Pere meyakini bahwa pesan-pesan Paus “tidak sedang memenuhi harapan kelompok tertentu ataupun berpihak pada kelompok mana pun. Ia sungguh menyampaikan pesan yang berada di atas semua perbedaan yang kita miliki.”

Meskipun pesannya tidak berpihak pada kelompok tertentu, Paus Leo memang mengambil sikap yang jelas dalam satu hal: persatuan. “Alza la Mirada” adalah lagu yang dimaksudkan untuk mempersatukan semua orang. Lagu ini berbicara tentang berbagai persoalan dunia saat ini sekaligus pentingnya membangun relasi dengan Allah.

Paus Leo berdoa rosario Suci di Barcelona
Paus Leo berdoa rosario Suci di Barcelona   (@Vatican Media)

Pere berharap lagu tersebut dapat membantu membawa pesan Kristiani kepada banyak orang atau membantu mereka melihatnya dari sudut pandang yang berbeda.

Lebih dari itu, “Alza la Mirada” berbicara kepada semua orang: mulai dari “yang mencari perdamaian dan kebebasan” hingga “yang menyeberangi lautan demi mencari tempat untuk hidup.”

Lagu ini menjadi pengingat bahwa apa pun partai politik yang kita dukung, bahasa apa pun yang kita gunakan, dan di mana pun kita menyebut suatu tempat sebagai rumah, kita semua dipanggil untuk: "menemukan dalam mata-Mu tempat untuk beristirahat."

12 Jun 2026, 19:01