Seorang Imam dari Miami Bermisi di Italia untuk Mewartakan Injil
Oleh Debora Donnini – Porto San Giorgio
Mereka berangkat dengan hati yang dipenuhi rasa harap-harap cemas dan berbagai pertanyaan, namun kembali dengan sukacita—sukacita yang hanya dapat lahir dari pengalaman akan kasih Allah dalam hidup seseorang.
Sekitar 800 imam dari Amerika Utara, Amerika Tengah, dan Amerika Selatan, yang masih berkumpul di Porto San Giorgio untuk mengikuti retret yang diselenggarakan oleh Jalan Neokatekumenal, membagikan pengalaman mereka setelah menjalankan misi evangelisasi di Italia selama beberapa hari terakhir.
Mereka berangkat pada Sabtu, 20 Juni, dengan hanya membawa ransel di pundak, melakukan perjalanan secara berpasangan tanpa uang dan tanpa telepon seluler. Mereka mengunjungi berbagai kota di sejumlah wilayah Italia, mulai dari Piemonte hingga Sisilia, termasuk banyak kota di Pulau Sardinia.
Yang mereka bawa hanyalah tiket perjalanan pergi dan pulang, sebuah Alkitab, dan rosario. Setibanya di tempat tujuan, hal pertama yang mereka lakukan adalah memohon berkat dari uskup diosesan setempat, kemudian menemui para imam paroki.
Dalam sebuah wawancara, Romo Michele Sega, 29 tahun, yang diutus bermisi ke Catania, mengatakan bahwa Tuhan tidak pernah gagal menyediakan kesempatan bagi mereka untuk mewartakan Injil. Ditahbiskan menjadi imam sedikit lebih dari satu bulan yang lalu, kini ia melayani sebagai vikaris paroki di sebuah paroki di Miami, Amerika Serikat.
Ia mengatakan bahwa pengalaman tersebut telah memperkaya pelayanannya sebagai imam, karena mereka pergi persis seperti Yesus mengutus para murid-Nya—tanpa membawa uang dan tanpa membawa apa pun.
Sebagian besar imam yang berasal dari berbagai negara di Amerika Utara, Amerika Tengah, dan Amerika Selatan serta dibina di Seminari Redemptoris Mater itu merasakan sambutan yang hangat sepanjang perjalanan misioner tersebut.
Pada Rabu lalu, sebagai penutup pengalaman evangelisasi itu, mereka mengikuti Audiensi Umum Paus. Pada sore harinya, mereka turut berkonselebrasi dalam Misa Kudus di Altar Takhta Santo Petrus (Altar of the Chair) di Basilika Santo Petrus, yang dipimpin oleh Uskup Agung Javier Del Río dari Arequipa.
Sebagai penutup rangkaian hari-hari yang penuh makna tersebut, pada Jumat, 26 Juni, para imam kembali berkonselebrasi dalam Misa Kudus di Basilika Rumah Kudus (Basilica of the Holy House) di Loreto.
Uskup Agung Fabio Dal Cin, Uskup Agung-Prelat Loreto sekaligus Delegatus Kepausan untuk Tempat Ziarah Rumah Kudus, menyampaikan pesan kepada mereka, "Perbaruilah janji imamatmu," katanya, "dengan memperoleh kekuatan dari jawaban 'ya' Maria."
Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Uskup Agung Del Río, yang terutama mengajak para imam untuk senantiasa menaruh kepercayaan kepada Allah.
"Dunia membutuhkan para imam yang menghadirkan Yesus, Sang Gembala Baik, yang menyerahkan hidup-Nya bagi domba-domba-Nya," tegasnya.