Warga memadati jalan-jalan Madrid untuk menyambut Paus Warga memadati jalan-jalan Madrid untuk menyambut Paus  (@Vatican Media)

Sehari untuk Kaum Muda Madrid

Benang merah yang mewarnai hari pertama Paus Leo XIV di Madrid, Spanyol, adalah kehadiran kaum muda, mulai dari para relawan di pusat pelayanan bagi tunawisma hingga para peserta vigili doa pada malam hari.

Oleh Kielce Gussie – Madrid, Spanyol

Hari pertama kunjungan Paus Leo XIV ke Madrid dipenuhi oleh kaum muda. Mulai dari kunjungannya ke proyek sosial Cedia 24 Horas milik Cáritas Madrid, tempat banyak anak muda terlibat sebagai relawan, hingga vigili doa yang diselenggarakan, dipimpin, dan dipersembahkan bagi kaum muda kota tersebut.

Pengalaman yang Memperkaya

Proyek sosial Cedia 24 Horas merupakan salah satu program Cáritas Madrid yang paling lama berjalan. Didirikan pada tahun 1977, awalnya program ini beroperasi sebagai kendaraan pengantar kopi bagi para tunawisma.

Selama 49 tahun terakhir, organisasi ini terus berkembang dan beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat yang semakin meningkat. Kini, Cedia 24 Horas menjadi sebuah “proyek tanggap pertama” bagi mereka yang mengalami “eksklusi sosial dalam bentuk yang paling murni.”

Cedia 24 Jam didirikan pada 1977
Cedia 24 Jam didirikan pada 1977

Meningkatnya jumlah orang yang membutuhkan bantuan—sekitar 2.500 orang menerima dukungan pada tahun lalu—menunjukkan situasi yang semakin sulit, terutama terkait akses terhadap tempat tinggal yang layak dan stabil.

Cedia 24 Horas Didirikan pada Tahun 1977

Pelayanan Cedia 24 Horas dapat berjalan berkat dukungan para relawan.

Salah satunya adalah Clara Wiek, seorang relawan di pusat pelayanan tersebut di Madrid. Ia mengaku menikmati keterlibatannya karena banyak hal yang dapat dipelajari dari orang-orang yang ditemuinya setiap hari.

“Di sini terjadi pertukaran bahasa dan budaya,” ujarnya.

Menurut Clara, setiap hari ia selalu terkesan oleh kisah hidup mereka yang datang mencari bantuan.

“Saya tersentuh ketika mendengar apa yang mereka alami dan bagaimana mereka terus bertahan, bagaimana mereka terus mengejar impian mereka, tetap percaya, dan tetap berharap untuk menemukan apa yang mereka cari,” katanya.

Tugas para relawan di Cedia 24 Horas beragam, mulai dari membagikan makanan, bekerja di kebun, hingga sekadar menemani mereka yang sedang menerima pelayanan.

Lebih dari 20 tenaga profesional, termasuk pekerja sosial dan psikolog, hadir di pusat tersebut untuk memberikan pendampingan dan bantuan.

Cara para pekerja dan relawan melayani juga memberikan dampak tersendiri bagi Clara sebagai seorang muda.

“Saya terharu melihat bagaimana para pekerja sosial di sini membantu mereka mendekati impian mereka dan menemukan apa yang mereka cari,” ujarnya.

Secara keseluruhan, Clara menggambarkan keterlibatannya di Cedia 24 Horas sebagai “pengalaman yang sangat memperkaya.”

Bagian dari Komunitas

Kelompok kaum muda lainnya di Madrid juga memiliki hubungan khusus dengan salah satu agenda Paus Leo XIV, yakni vigili doa di Plaza de Lima.

Delegasi Kaum Muda Madrid terdiri atas anak-anak muda yang aktif di paroki-paroki dan berbagai gerakan Gereja. Menurut Marina Pinto, mereka merepresentasikan berbagai wilayah Madrid, baik utara maupun selatan, dengan segala perbedaannya.

Sebagai salah satu penyelenggara vigili yang akan menutup malam pertama Paus Leo XIV di Spanyol, Marina menekankan bahwa meskipun berasal dari latar belakang dan sudut pandang yang beragam, kelompok ini telah menghabiskan beberapa bulan terakhir untuk mempersiapkan kunjungan apostolik Paus.

Meluangkan waktu untuk bertemu dan berdialog dengan kaum muda setempat telah menjadi bagian penting dari tradisi kunjungan apostolik para Paus.

Namun menurut Marina, hal itu juga merupakan bagian dari misi Gereja, yaitu menyediakan ruang bagi kaum muda untuk menyampaikan suara mereka.

Ia berharap praktik tersebut tidak pernah berhenti karena kaum muda merupakan bagian penting dari komunitas Gereja.

“Mereka bukan hanya masa depan. Mereka juga adalah masa kini. Karena itu penting untuk terus mendengarkan mereka,” katanya.

Vigili yang Terbuka bagi Semua Orang

Vigili doa tersebut tidak hanya penting bagi kaum muda Katolik di Madrid dan berbagai belahan dunia, tetapi juga bagi mereka yang bukan Katolik.

“Kami ingin semua orang muda merasa diundang untuk hadir dalam vigili bersama Paus,” kata Marina.

Menurutnya, hal itu sangat relevan dalam konteks Spanyol saat ini, ketika semakin banyak kaum muda menunjukkan ketertarikan terhadap iman Katolik.

Panggung dan persiapan untuk vigili doa bersama Paus
Panggung dan persiapan untuk vigili doa bersama Paus   (AFP or licensors)

Ia menekankan pentingnya menyambut mereka dengan tangan terbuka, termasuk mereka yang mungkin belum memiliki pengetahuan atau pembinaan dalam Gereja.

“Yang penting adalah mereka mulai bertanya. Itu berarti mereka sedang mencari sesuatu,” ujarnya.

Menurut Marina, seluruh vigili dibangun di atas gagasan tersebut, yakni pencarian yang sedang dijalani kaum muda.

Kesempatan Berdialog Langsung dengan Paus

Bagi sebagian kaum muda, vigili doa ini menjadi pengalaman yang sangat istimewa karena mereka mendapat kesempatan berbicara langsung dengan Paus Leo XIV dan mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan kehidupan mereka.

Fernando adalah salah satu dari kaum muda tersebut.

Ia mengatakan berharap jawaban Paus dapat benar-benar menyentuh realitas yang dihadapi kaum muda, baik di Madrid maupun di seluruh dunia.

“Saya berharap jawaban Paus benar-benar terhubung dengan kenyataan hidup kaum muda Madrid dan kaum muda di seluruh dunia, yang haus akan kebenaran dan mencari sesuatu yang dapat memberi makna bagi hidup mereka,” katanya.

Dengarkan Wawancara Fernando

Persiapan, pertanyaan-pertanyaan yang diajukan, serta lagu-lagu yang dinyanyikan selama vigili mencerminkan pencarian bersama akan kebenaran tersebut.

Tema kunjungan Paus ke Madrid pun tidak berbeda.

Tema itu adalah Alzada la Mirada atau Arahkan Pandanganmu ke Atas.

Menurut Marina, tema tersebut bukan sekadar moto perjalanan apostolik Paus, melainkan juga dapat menjadi pedoman hidup bagi kaum muda.

“Ada banyak masalah. Ada banyak hal buruk yang terjadi. Namun kita harus berusaha terus mengangkat pandangan ke atas karena harapan masih ada,” ujarnya.

06 Jun 2026, 14:16