Pastor Paroki Caracas: Banyak Warga Kini Tinggal di Rumah yang Tidak Lagi Aman
Oleh Johan Pacheco
Pada Senin pagi, 29 Juni, ketika wawancara dengan Pastor Luis Antonio García Thomas, pastor Paroki San José de Ñaraulí di Caracas bagian utara-tengah, sedang berlangsung, sebuah gempa susulan kembali mengguncang wilayah tersebut.
"Baru saja terjadi gempa susulan lagi di Caracas," ujarnya, masih dibayangi trauma akibat gempa besar yang melanda Venezuela pada 24 Juni dan telah merenggut lebih dari 1.400 korban jiwa.
Dalam wawancara dengan Vatican News, Pastor García menggambarkan situasi yang dihadapi masyarakat sebagai sesuatu yang sangat menyedihkan.
Menurutnya, kehancuran yang terjadi di La Guaira sangat dahsyat, bahkan dinilai lebih parah dibandingkan bencana tanah longsor pada tahun 1999. Dampak gempa juga terasa sangat kuat di Caracas. Banyak warga kini tinggal di rumah-rumah yang sudah tidak lagi aman untuk dihuni, sementara sebagian lainnya kehilangan anggota keluarga maupun orang-orang terkasih. Situasi tersebut, katanya, sama sekali tidak pernah diperkirakan sebelumnya.
Di tengah kondisi tersebut, Pastor García menegaskan bahwa Gereja berupaya memberikan respons secara cepat dan terorganisasi.
Ia mengatakan bahwa komunitas Gereja berhasil bersatu dan bekerja sama menghadapi keadaan darurat. Pengalaman itu, menurutnya, sekaligus menjadi kesempatan nyata untuk menghidupi semangat sinodalitas yang selama Tahun Yubileum Pengharapan terus direnungkan, didoakan, dan dibagikan bersama.
Meskipun gempa menjadi tragedi besar—terutama karena wilayah Caracas Raya yang mencakup Caracas dan La Guaira belum pernah mengalami gempa sebesar ini dalam sejarah modern negara tersebut—peristiwa itu juga mendorong Gereja mengerahkan seluruh kemampuan yang dimilikinya.
Selain memberikan bantuan sosial, Gereja juga memperkuat pelayanan evangelisasi dengan mendampingi para korban secara rohani. Umat diajak berkumpul di lapangan-lapangan terbuka untuk berdoa, merayakan liturgi, dan beribadah bersama. Kebersamaan itu, katanya, menjadi sumber penghiburan bagi banyak orang.
Dukungan Paus Menguatkan Korban
Pastor García juga menyinggung perhatian dan doa yang disampaikan Paus Leo XIV bagi rakyat Venezuela.
Menurutnya, ungkapan solidaritas dari Bapa Suci menjadi penguatan yang sangat berarti bagi seluruh masyarakat. Mereka yang terdampak bencana merasakan bahwa mereka tidak menghadapi penderitaan ini sendirian dan sangat bersyukur atas kedekatan spiritual yang ditunjukkan Paus.
Gereja Paroki Mengalami Kerusakan Berat
Pastor García turut menjelaskan kondisi bangunan gerejanya yang mengalami kerusakan cukup serius akibat gempa.
Atap bagian nave Coromoto runtuh sepenuhnya, sementara sebagian atap di sisi bangunan juga ambruk. Salah satu menara lonceng kini hampir kehilangan seluruh penyangganya dan sewaktu-waktu dapat roboh. Kondisi tersebut tidak hanya mengancam sisa bangunan gereja, tetapi juga membahayakan masyarakat yang tinggal di sekitarnya.
Tetap Menjadi Gereja yang Hadir bagi Umat
Menutup wawancara, Pastor García mengajak seluruh umat untuk terus memelihara semangat solidaritas dan doa.
Ia mengimbau agar Gereja terus menjadi Gereja yang hadir di tengah masyarakat, saling mendampingi, dan tidak meninggalkan mereka yang sedang menderita. Kerusakan gedung gereja, menurutnya, justru membuka kesempatan baru untuk semakin dekat dengan umat, karena perayaan liturgi kini dilaksanakan di jalan-jalan dan ruang-ruang terbuka bersama masyarakat.
Ia menegaskan keyakinannya bahwa Tuhanlah yang telah menopang kehidupan mereka hingga saat ini dan akan terus menyertai proses pemulihan yang sedang dijalani bersama.
Mengajak Dukungan dari Dunia Internasional
Pastor García juga mengajak masyarakat internasional untuk ikut membantu proses pemulihan di Venezuela.
Bagi mereka yang ingin memberikan dukungan, termasuk bantuan dana, ia mengimbau agar menyalurkannya melalui rekening resmi Konferensi Waligereja Venezuela, sehingga bantuan tersebut dapat diterima oleh masyarakat yang paling membutuhkan.